LOVE YOU

LOVE YOU
Part36


Terdengar suara bel di pintu,Ray membuka pintu apartemennya.Seorang pria dan dua orang wanita masuk.


"Ada apa pagi pagi sekali kami disuruh datang Tuan?" tanya pria itu.


"Toļong bersihkan apartemen sebelah Pak Karim.Ini Maghda, dia akan tinggal di situ untuk sementara," jawab Raymond.


"Mbak Murni tolong ganti semua sprei selimut dan tirainya juga.Bu ida tolong masak yang enak untuk kami buat makan siang nanti. Tolong ke pasar, beli semua yang dibutuhkan. Jangan lupa bersihkan kulkas apartemen sebelah dan nyalakan." Ray memberikan sejumlah uang pada Bu Ida.


Aku yang duduk di sebelah Ray hanya melihat mereka yang sudah mulai sibuk melaksanakan tugasnya.


"Apa boleh aku membantu mereka?" tanyaku.


"Nggak,habiskan makanmu itu.Aku akan ke kantor sebentar, kamu di rumah saja jangan ke luar sampai aku kembali.Kalau ingin pergi tunggulah aku,aku hanya meeting sekitar satu sampai dua jam." Ray mengenakan jasnya.Ia juga mengenakan dasinya sekenanya.


"Duduklah,akan kurapikan dasimu," kataku. Raymond menurutiku ia duduk di kursi menengadahkan wajahnya menatapku yang sedang berdiri di depannya dan merapikan dasinya.


"Apa kau selalu melakukan ini pada Han?" tanyanya.Aku hanya mengangguk sedikit.


"Apa kau jatuh cinta padanya?" tanyanya lagi.


"Aku istrinya Kak Ray, kuwajibanku untuk mengurus dirinya," jawabku.Wajah Raymond berubah murung.


"Apa kau merasa iri?" kutepuk pipinya pelan.


Ray menggenggam tanganku.


Ray segera menghilang dibalik pintu.Kuambil beberapa jas dan kemeja di atas sofa yang tadi dicoba pakai oleh Ray.Kubawa masuk ke kamarnya dan kumasukkan ke dalam almarinya.Kamar Ray tertata sangat rapi, tidak ada gambar mau pun foto di dinding kamarnya.Padahal aku berharap ada foto kekasihnya.Tiba tiba pintu dibuka, Raymond masuk dan terkejut mendapatiku ada dalam kamarnya.


"Maghda?"


"Maaf aku baru saja meletakkan Jas dan kemeja yang tadi kamu coba di lemari," jawabku gugup.Ray tersenyum.


"Kalau kau mau kau boleh tidur di sini," katanya.Aku bergegas ke luar dari kamar itu. Tapi Ray mencegahku, ia mendorongku hingga aku jatuh di atas ranjangnya.


"Lakukanlah apa yang ingin kau lakukan di sini.Cari tahu apa pun yang ingin kau cari tahu.Ketahuilah, belum ada wanita yang menyentuh tempat tidurku sebelum dirimu." Ray mengambil laptop yang ada di mejanya lalu pergi.


Ah dasar,dia pasti salah faham dengan keberadaanku di kamarnya.Segera kulangkahkan kakiku ke luar dari kamar Raymond.Sejenak kuhampiri pak Karim yang sedang membersihkan apartemen yang akan kutempati.


"Sudah hampir selesai Non.Apa Nona ini calon istri Tuan?" tanyanya.


"Saya adik angkatnya Pak, waktu kecil orang tua Raymond mengadopsi saya.Saya hanya tinggal sebentar di sini," jawabku.


"Saya rasa Tuan Raymond ingin lebih dari itu, dia menyuruh saya mengganti semua perabotnya.Dari sofa, almari ,tempat tidur sampai barang di dapur dan kulkas suruh ganti semua," kata pak Karim.Benar juga, looknya tidak sama dengan yang kemarin. Warnanya semua sesuai dengan yang kusukai.


"Yang lama di mana Pak?" tanyaku.


"Dibawa ke panti asuhan Kasih Bunda," jawabnya.


"Ooò," aku mengangguk mengerti.Ray, aku tak akan berlama lama dekat denganmu. Setelah urusanku dan Han selesai, aku akan pergi jauh dari sini.Jauh dari orang orang yang pernah menyakitiku.