
"Haah lelahnya! " Keano menjatuhkan Ellina ke kasur
"kamu bangun!
aku sudah selesai sekarang tidak perlu basa basi lagi, semuanya harus jelas! "
Ellina membuka mata pelan
"A Apa maksudmu? "
"Kenapa dia berubah jadi kasar lagi, kenapa dia berbeda dengan yang tadi? " gumam Ellina
Keano menyentuh wajah Ellina
"apa kamu tersentuh dengan kelembutan ku tadi Ellina?
apa kamu percaya bahwa aku sudah mencintaimu sejak dulu?"
"apa maksudmu? " gemetar
"Ellina itu memang benar, Aku mencintai mu sangat mencintai mu.
tapi cinta itu sudah berubah menjadi Sakit Hati! kau yang menghancurkan perasaan itu semua apa kau tidak ingat?"
"Keano apa maksud semua ini?
kenapa tadi kamu sangat baik kepada ku?
lalu sekarang tiba tiba kamu berubah sangat berbeda. aku tidak mengerti keano. apa salahku padamu cepat katakan?" Ellina Menangis ketakutan
tatapan mata Keano berubah penuh dendam.
"aku tidak tahu apa yang telah aku perbuat hingga dia sangat membenci ku" Ucap Ellina dalam hati
"Baiklah!
aku akan berbaik hati menceritakan lagi semuanya
kejadian 5 tahun lalu saat kamu berusia 17 tahun
saat itu kamu masih duduk di bangku SMA
dan aku sudah selesai kuliah S1 ku di london. keluarga kita berselisih karena konflik kesalahpahaman. dan sebenarnya itu semua sudah di selesaikan. yang menaruh racun itu bukan ayah mu tapi orang dalam keluarga ku sendiri. aku tidak ingin membahasnya.
lalu apa kamu tidak ingat perkataan mu padaku saat perjodohan itu?
kamu bahkan belum melihat ku sama sekali. Meskipun saat kecil kita adalah tetangga dan kita berteman.
aku sangat menyukai mu ellina.
kau menipu semua orang dengan tingkah dan wajah polos mu itu.
padahal kamu sangat kejam!"
"apa maksud mu? kenapa kamu bilang aku kejam?
apa jangan jangan kamu adalah orang yang .."
"iya! aku adalah orang yang sama dengan yang kamu hina!
kamu bilang aku sangat buruk rupa dan tidak pantas menjadi kekasih mu.
aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi mu.
setidaknya jika memang aku terlalu buruk untuk mu
tidak perlu kamu hina sebegitu nya.
aku jadi tahu seberapa nilai dirimu saat itu Ellina"
"Keano.. jadi kamu adalah cowok berkacamata itu?
Keano kamu salah paham aku tidak pernah menghina kamu Keano"
"apa maksud mu?
sudah lah tidak perlu dibahas
sekarang kamu sudah tahu alasan ku sangat membenci mu.
dan pernikahan ini harus tetap berlanjut karna bagaimanapun juga ibuku yang ingin aku menikah dengan mu."
" ibunya yang ingin aku dan Keano menikah? kenapa begitu?"
"Keano maafkan aku tapi aku tidak pernah menghina cowok berkacamata waktu itu. aku mendengar cacian itu tapi keano yang di jodohkan dengan cowok itu saat itu bukan aku keano percayalah..
orang yang menghina bukan aku. tapi kakak ku Issabelle dan dia sekarang sudah tidak disini. dia pergi ke Luar Negri karena dia tidak ingin menerima perjodohan itu. Keano apa kamu sudah salah paham? kata hinaan itu sangat membekas sehingga menjadikan mu sangat membenci ku Keano.."
"Apa??
kamu mengelak?
Issabelle siapa? orang tua mu bahkan tidak pernah mengungkit masalah kakak perempuan mu.
aku tidak akan percaya kata kata mu Ellina. kamu sangat licik!
aku bersikap baik di hadapan orang tua kita hanya karna aku tidak ingin mereka memojokkan ku dan melindungi mu.
jangan pernah berharap aku akan lunak kepada mu Ellina.
kau kira aku ini bisa kau bodohi hah?"
"Keano tapi aku tidak berbohong memang bukan aku Keano.. Ellina tidak berhenti menangis
"simpan air mata mu itu! ini baru awal belum ada apa apanya!
bukan nya kau bilang aku ini hanya sampah?
dan yang pantas mendampingi mu hanya pria tampan dan kaya raya? kamu lihat ellina sekarang yang ada di hadapan mu ini? bukan kah aku sudah sangat tampan dan kaya raya? tapi aku sangat jijik melihat mu yang sok polos itu! kau tidak pantas Ellina.."
"Keano..
tolong jangan begini. bukan aku yang mengatakan itu percayalah..
" kata kata hinaan itu memang sangat menyakitkan aku saja sampai tersentak mendengar kak issabelle berkata demikian tapi itu bukan aku dan apa yang sekarang aku harus lakukan apa aku bisa membuktikan bahwa bukan aku yang mengatakan itu tapi saat itu hanya ada issabelle dan bibi lian disana. bahkan ayah dan ibu tidak ada disana. sedangkan bibi lian dia sudah lama meninggal satu satunya orang yang bisa membuktikan bahwa kata kata itu bukan keluar dari mulutku adalah issabelle. hanya issabelle yang bisa membuktikan tapi mana mungkin bisa. bahkan issabelle sudah tidak dianggap bagian dari keluarga oleh orang tuaku. apa tidak ada jalan lagi?"
"Cukup hentikan !!
sekarang aku berbaik hati membiarkan mu istirahat.
mulai besok kamu harus menjadi pelayan pribadiku! jangan harap bisa jadi nyonya di rumah ini! " Keano pergi meninggalkan Ellina