marriage without love

marriage without love
Drama Pagi


Pagi ini diawali dengan kata Selamat pagi sayang, dan juga satu kecupan di kening Julia. Wanita itu terhentak karna ketika dia membuka mata Erich dengan seketika melakukan hal yang sangat manis.


"Ini berlebihan mas."


"Mulai hari ini aku akan melakukan hal yang sama untukmu di saat akan tidur dan bangun tidur."


Julia terkekeh geli karna tingkat keanehan suaminya bertambah tapi tidak bisa di pungkiri bahwa di perlakukan seperti itu membuat hatinya terasa berbunga-bunga.


"Mau sarapan apa mas?"


"Heemmm" Tampak berpikir sejenak. "Kalau aku bilang menu sarapannya kamu gimana?"


"Maksudnya? Emang aku bisa di makan?" Roh kepolosan Julia mulai bangkit.


Erich menarik napas dalam sebelum kemudian tersenyum dan membelai serta merapikan anak rambut yang berjatuhan di wajah Julia. Dia sadar bahwa menikahi wanita polos seperti Julia membutuhkan waktu serta kesabaran.


"Bangunlah bahkan kalaupun yang kamu siapin itu air putih aku akan tetap meneguknya dan mengatakan itu adalah sarapan ter-enak di pagi ini."


Julia bangun dan berjalan ke arah kamar mandi menyisakan Erich di tempat tidur lelaki itupun memutuskan untuk segera membersihkan diri namun saat matanya menatap ke bawah tempat dimana Julia berbaring tadi seketika matanya membulat.


"Lia kamu kenapa? Buka pintunya?" Lagi-lagi lelaki itu sudah berada di depan pintu kamar mandi.


Pintu terbuka tampaklah Julia dengan wajah penuh tanya. "Aku kenapa mas? Aku baik-baik aja." Mengangkat bahunya ke atas.


"Gak mungkin, kamu berdarah kan? Iya tadi aku liat bekas darah itu di kasur, ada yang luka bagian mana?" Sambil memutar-mutar badan Julia seolah memeriksa keadaannya.


Julia kembali terkekeh mendapati wajah polos Erich dengan semburat kekhawatiran di sana. "Mas kamu apaan sih. Aku lagi datang bulan."


"Iya yang kemarin kaki aku pegel karna mau datang bulan." Menjelaskan dengan penuh kelembutan.


"Oh." Tapi sejujurnya dalam hatinya Erich masih tidak paham dengan maksud Julia. Hanya saja ia berusaha menggangguk paham.


"Ya udah aku mandi ya mas."


"Heeemmm..."


Erich berjalan ke bagian nakas mengambil handphone dan langsung mendial nomor seseorang.


"Cari tahu apa itu datang bulan." Saat telepon itu tersambung Erich berkata dengan suara tegasnya.


Beberapa menit kemudian, Julia baru keluar dari kamar mandi mendapati wajah Erich yang gusar.


"Kamu kenapa mas?"


"Ah? Gak kok gak apa-apa. Kamu udah selesai mandi?"


"Iya."


"Sarapannya udah ada di atas meja, tunggu aku mandi sebentar kita sarapan bareng." Langsung masuk ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban Julia.


Merasa bingung dengan tingkah suaminya Julia hanya mampu mengangkat bahu, setelah itu berganti pakaian dan langsung menuju ke dapur dan benar saja sudah ada sarapan yang tersedia Julia menarik satu kursi lalu duduk sambil menunggu Erich.


Hy aku minta maaf karna baru update lagi🙏 bdw sekarang tempat tinggal aku jauh dari jangkauan jaringan internet jadi aku agak susah untuk update tiap hari, tapi aku akan tetap usahakan untuk update walaupun sedikit dan gak beraturan jadwalnya tapi aku gak perna lupa untuk update, maaf juga kalau part ini agak acak-acakan karna aku nulis sambil ngangkat hp tinggi-tinggi untuk nyari jaringan😆 Kalau ada yang nanya kenapa kok milih tinggal di tempat kek gitu? Jawabannya karna selain kehidupan di dunia ilusi dan khayalan seperti yang kalian baca saat ini aku juga punya kehidupan nyata jadi alasan aku milih tempat yang sekarang (susah jaringan) untuk kehidupan nyata aku Heheheheheheeee. tetap semngat yah jngan lupa kasih aku like komen dan vote biar aku semakin semngat terima kasih🙏