marriage without love

marriage without love
Mengunjungi Paman dan Bibi Bersama


Sore itu sesuai janji Erich pada Julia untuk mendatangi rumah paman dan bibinya.


"Udah siap?" Tanya Erich saat mereka berdua sudah berada di mobil.


"Iya mas." Jawab Julia.


Setelah itu Erich mengemudikan mobil menuju ke rumah paman Bimo dan bibi Yani.


"Mas kita singgah sebentar ya di toko kue aku mau beliin kue tart buat paman sama bibi, lagian gak enak kan masa kita berkunjung gak bawain mereka apa-apa." Kata Julia.


"Ya udah, kalau gitu kamu tunjukin toko kue yang paling enak." Kata Erich. Sedari tadi lelaki itu mengemudi dengan satu tangannya, sedangkan tangan kirinya di pakai untuk menggenggam tangan istrinya.


"Mas kamu kalau nyetir itu fokus ke depan jangan sedikit-sedikit liat aku nanti kita nabrak loh." Kata Julia.


"Gak apa-apa. Apapun itu aku bersedia asalkan bareng kamu sayang." Jawab Erich. Entah apa yang merasuki Erich hingga lelaki itu menjelma menjadi makhluk paling lebay sedunia versi Julia.


Setelah membeli kue tart kesukaan bi Yani, Julia dan Erich kembali melakukan perjalanan mereka.


Sesampainya mereka di depan rumah paman Bimo dan bibi Yani, Julia langsung keluar dengan cepat dari mobil mungkin karna rasa rindu pada paman dan bibinya Julia bahkan mengabaikan Erich.


Saat melihat keponakan tersayangnya turun dari mobil bi Yani tak kuasa menahan kesedihannya. Bahagia yang di rasakan oleh wanita paruh baya bisa bertemu kembali dengan keponakannya.


Mereka berdua berpelukan cukup lama.


"Kamu dari mana saja nak?" Tanya bi Yani sambil mengurai pelukan mereka.


"Maafin aku bi. Udah buat kalian semua khawatir." Jawab Julia sambil menunduk seolah menunjukkan penyesalannya.


"Eh, ada nak Erich juga. Ayo masuk." Kata paman Bimo saat melihat Erich.


"Iya paman." Jawab Erich, sambil menyalami dan mencium punggung tangan paman Bimo.


"Ayo nak duduk, sebentar ya bibi buatin minum." Kata bik Yani.


"Aku bantu ya bik. Ini sekalian kita makan kuenya bareng-bareng." Kata Julia sambil menunjukan kotak yang berisi kue tart.


"Ya udah ayok." Ajak bi Yani.


"Mas kamu cerita-cerita sama paman dulu ya, aku mau bantuin bibi di belakang." Kata Julia pada Erich dan langsung di jawab dengan anggukan kepala.


Di belakang Julia dan bik Yani sedang sibuk membuatkan teh dan kopi untuk Erich dan paman Bimo.


"Lia..." Panggil bik Yani.


"Iya bik." Jawab Julia.


"Bibi udah tau semua masalah rumah tangga kamu nak, bibi minta maaf kalau bu...."


"Sssstttt. Bik udah, bibi gak perlu minta maaf aku gak perna nyesal kok terima perjodohan itu." Kata Julia sambil tersenyum.


"Terus, gimana hubunganmu sama nak Erich?" Tanya bik Yani lagi.


Mendengar pertanyaan dari bi Yani Julia menghentikan sejenak kegiatannya dan langsung memegang kedua pundak bik Yani.


"Sekarang semua masalah rumah tangga aku sama mas Erich udah selesai bik. Dan kami berdua memutuskan untuk menjalani pernikahan ini dengan sungguh-sungguh."


"Kamu gak bohong kan?" Tanya bik Yani lagi karna merasa ragu dengan jawaban Julia.


"Bibi lihat ini, cincin yang di kasih mas Erich buat aku dan dia juga minta aku untuk temenin dia sampai nanti dia tua." Julia berkata sambil mengangkat tangannya ke atas menunjukan cincin pernikahan yang di berikan Erich padanya.