
Malam Itu Ellina merasa Mahkota yang Selama ini ia jaga untuk Suami nya yang dia cintai Telah di Renggut oleh Pria yang Tidak pernah ia cintai sama sekali.
"Kasar Sekali, Ini menyakitkan ku" Ellina terisak sambil meraih selimut dan menutupi Tubuhnya yang masih Terasa Sakit karena Perlakuan Keano.
Meskipun Keano mencoba untuk lebih lembut tetap Saja rasanya Ellina tidak menikmati Sama sekali Kejadian tersebut.
"Kamu kenapa menangis? Apa kamu benar benar Tidak menginginkan itu sama sekali?" Keano mendekat kearah Ellina yang masih Menutup tubuhnya dengan Selimut dan terlihat wajah Ellina yang sembab karena menangis.
"Pergilah.. Aku ingin istirahat aku lelah" Ellina merintih dengan suara yang sangat Rendah. ia Sangat ketakutan melihat Keano.
"Tidurlah.. aku tidak akan mengganggu istirahatmu" keano mengecup kening Ellina dan beranjak pergi keluar Kamar dan menutup pintu.
_________________
Keesokan Hari nya.
Pagi ini Ellina bangun lebih pagi. ia tidur kurang nyenyak karena terus menangis. Ellina langsung Mandi dan membereskan Kamarnya.
Ellina menggunakan Parfum favoritnya dan berhias diri seminimalis mungkin. ia tidak ingin wajahnya terlihat Pucat. Ellina berusaha menutupi mata nya yang masih sedikit sembab.
"Aku harap hari ini tidak lebih buruk lagi.." Ellina menghela nafas panjang.
Sementara Keano masih Tidur di kamarnya. Ellina membuatkan sarapan pagi untuk Keano.
" kemana semua Pelayan? mengapa sangat sepi, mungkin kah keano ingin aku mengurus rumah sebesar ini sendirian?" gumam ellina sambil memasak air panas untuk membuat kopi
Ellina selesai menyiapkan Sarapan untuk Keano dan sudah selesai menyeduh Kopi Americano Sesuai selera Keano.
tiba tiba Keano keluar dari kamarnya dengan memakai Kaos santai dan Celana rumah nya. seperti nya Keano baru saja selesai Mandi.
"Kau sedang Apa?" tanya keano pada Ellina
"Aku menyiapkan Sarapan pagi untuk mu. Silahkan di makan, ini juga Americano sesuai dengan selera kamu. semoga tidak buruk" ucap Ellina sambil berdiri di dekat sudut meja
"Aku sudah sarapan duluan tadi" Ellina menunduk
" Aku tahu kamu belum sarapan. duduklah disini" sambil menyiapkan tempat duduk untuk ellina dan mempersilahkan Ellina duduk disamping nya
"Baik " Ellina duduk dan memakan arapan pagi nya. Ellina sebenarnya sangat Lapar karena dari kemarin tidak nafsu makan dan hanya minum air serta makan sangat sedikit. Pagi itu terlihat Ellina makan dengan Lahap dan menghabiskan Sarapan pagi nya lebih dulu dari Keano.
"Kamu keliatan sangat lapar. apa kamu kemarin tidak makan?" Keano berbicara dengan nada yang rendah dan lebih terdengar lembut tidak seperti kemarin.
"Iya aku memang sedikit Lapar. kalau sudah selesai aku akan bereskan sarapan nya"
"Tunggu, aku ingin bicara dengan mu sebentar. duduklah lagi" Ucap Keano sambil menggenggam tangan Ellina pelan
"Ada apa? " tanya Ellina
" Aku minta kita Tak perlu mengingat kejadian yang lalu. dan berharap bisa memulai dari awal. pernikahan ini sudah sah di mata Agama dan Hukum jadi kau seutuhnya adalah Istri Sah ku.
jika belum ada perasaan Cinta di antara kita mulai lah pelan pelan. Tidak perlu membahas masa lalu lagi. itu saja yang ingin aku sampaikan kepadamu Ellina" Keano beranjak pergi dari ruang makan Meninggalkan Ellina
"Keano" Ellina yang terdiam lalu memanggil Keano karena merasa Aneh dengan sikap Keano
Keano menghentikan langkah kaki nya. dan berbalik melihat Ellina
" ada apa lagi? " ucap Keano
" Kenapa tiba tiba kau berubah lagi. Apa kau sudah percaya bahwa bukan aku yang sudah mengatakan hal itu kepadamu?" tanya Ellina sambil menundukkan pandangan nya.
" Aku sudah bilang Masa lalu tidak perlu di bahas lagi, aku akan ada di ruang kerja. kalau kau mencari ku Masuk saja" Keano pun berlalu
"Kenapa dengan nya? sebentar berubah Manis sebentar dia sangat menyeramkan. dan sekarang dia bersikap seolah tidak pernah terjadi apa apa. dia marah dengan meledak ledak saat itu dan dia bilang aku harus melupakan nya. Lalu apalagi sekarang dia bilang untuk menjalani rumah tangga seperti biasanya dan saling mengenal satu sama lain.. Aku tidak habis fikir bagaimana jalan fikiran Keano dan apa sebenarnya yang dia inginkan dariku?" Ellina terus bergumam dan masih tak bergeming dari tempat duduknya