
Hahahahahahahahahaa.... Tawa Erich terbahak-bahak karna melihat tingkah lucu Julia saat cemburu.
Dengan segera dia menarik kembali Julia dalam pelukannya dan berkata. "Aku sama Winda udah putus sayang. Dan sekarang kita udah jadi teman."
Julia masih terdiam mencoba mencerna setiap perkataan yang di lontarkan Erich barusan.
"Udah dong jangan cemberut lagi." Kata Erich sambil mengusap kepala Julia dengan sayang.
"Kapan?" Tanya Julia.
"Kapan? Maksud kamu?" Tanya Erich.
"Kapan kamu putus sama mbak Winda?" Tanya Julia lagi.
"Malam pas kamu melihat aku sama dia lagi pelukan. Itu juga malam yang sama dimana hubungan kita berdua berakhir dan memutuskan untuk jadi teman." Jawab Erich.
"Jadi..." Kata Julia sambil melepaskan diri dari pelukan Erich.
"Jadi malam itu kamu salah paham." Kata Erich.
Mendengar itu hati Julia di penuhi rasa bersalah, karna telah berpikiran yang macam-macam terhadap Erich dan Winda.
"Mas, maafin aku." Kata Julia kini matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku yang minta maaf, kamu gak salah aku yang salah sayang. Wajar kan kalau malam itu kamu berpikir yang macam-macam tentang aku." Kata Erich sambil tersenyum berusaha meyakinkan istrinya bahwa dirinya lah yang salah.
"Kalau gitu nanti aku pengen ketemu sama mbak Winda, aku pengen Minta maaf sama dia mas." Kata Julia walaupun sebenarnya dia masih merasa jengkel namun, dia juga seorang perempuan Julia seperti mengerti bahwa ini semua juga berat untuk Winda. Melepas orang yang di cintai dan merubah status pacaran menjadi teman adalah sesuatu yang sangat sulit untuk di jalani.
"Iya nanti aku antarin kamu buat ketemu sama Winda. Sekarang kita pulang ya." Kata Erich mengajak Julia untuk pulang.
"Iya mas." Jawab Julia sambil tersenyum.
"Oh iya, satu minggu kesempatan buat aku. Itu artinya kamu harus bersikap biasa saja. Menerima semua perlakuan manis aku tanpa protes. Bagaimana?"
"Iya mas." Jawab Julia sambil kembali menunduk.
Beberapa menit kemudian Erich dan Julia sudah tiba di rumah. Erich dengan segera turun dari mobil dan langsung membuka pintu mobil untuk Julia.
Melihat tingkah Erich membuat Julia tersenyum merasa perlakuan Erich padanya terlalu berlebihan.
"Mas aku bisa sendiri." Kata Julia.
"Tapi aku pengen lakuin ini buat kamu. Ingat! Tanpa protes." Jawab Erich.
Setelah itu mereka berdua masuk ke dalam rumah, Erich memutuskan untuk mandi karna merasa gerah. Sedangkan Julia dia langsung masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
Setelah itu Julia langsung menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk suaminya, hari ini wanita itu bahagia bukan kepalang karna ternyata selama ini usaha dan doanya tidak sia-sia sekarang suaminya sudah bisa menerima kehadirannya bahkan mencintainya dengan cara yang sangat berlebihan menurut Julia.
Saat berganti pakaian tadi julia menjepit rambutnya dengan jepitan yang kecil sehingga membuat beberapa anak rambutnya terjatuh kebawa dan sedikit mengganggu pekerjaannya.
Saat Julia ingin mencuci tangannya dan kemudian menjepit kembali rambutnya dia merasakan tangan seseorang memegang dan berusaha mengumpulkan anak rambutnya.
"Mas aku bisa sendiri." Kata Julia karna menyadari Erich yang sedang berusaha menjepit kembali rambutnya.
"Tapi aku ingin melakukannya untukmu." Jawab Erich.
Ya cinta memang kadang-kadang membuat kita melakukan hal-hal kecil yang sebenarnya bisa di lalukan oleh orang yang kita cintai, walaupun itu terlihat konyol tapi entah kenapa Erich seperti merasa bangga bisa melakukan hal kecil tersebut.
"Kamu masak apa?" Tanya Erich saat sudah selesai melakukan tugas konyolnya.
"Aku bikin prekedel jagung, sama sup sayur mas." Jawab Julia sambil sibuk dengan penggorengan.
"Gak di tambahin daging?" Tanya Erich lagi.
"Gak ada daging mas di kulkas yang ada cuma ini doang." Jawab Julia sambil melihat suaminya.
"Ya udah apapun itu asalkan kamu yang masak pasti aku makan." Jawab Erich dengan nada manjanya.