
"Terus? Mau mandi di kamar mandi aku?" Tanya Julia lagi.
"Iya dong kita mandi bareng." Tersenyum lagi tetapi senyum yang memiliki maksud aneh.
"Apa!" Kaget Julia berteriak.
"Iya kenapa? Kita kan suami istri jadi gak apa-apa dong kalau mandi bareng." Sambil memainkan alisnya naik turun.
"Gak ah, aku malu mas." Jawab Julia sambil menunduk.
"Masa sama suami sendiri malu." Kata Erich lagi.
"Ayo dong, jangan mandi bareng mas mandi di kamar mandi lain aja." Tak mau kalah masih berusaha untuk membantah.
Terlihat Erich berpikir sejenak.
"Oke aku akan mandi di kamar mandi lain, tapi ada satu syarat." Sambil menaikan jari telunjuknya ke atas menunjukan angka satu.
"Syarat apa mas?" Tanya Julia.
"Mulai malam ini dan seterusnya kamu akan tidur di kamar atas bareng aku."
Mendengar permintaan Erich hati Julia manghangat, setelah sekian lama mereka menikah akhirnya Erich yang meminta sendiri Julia untuk tidur di kamarnya dan yang membuat Julia semakin terharu landasan dari semua permintaan serta tingkah laku aneh suaminya adalah karna cinta.
"Iya mas, tapi barang-barang aku gimana?" Tanya Julia lagi.
"Gampang besok aku suruh orang yang beresin semuanya." Dengan cepat menjawab.
Setelah itu mereka berdua membersihkan diri di kamar mandi yang berbeda untuk kali ini Julia yang memenangkan perdebatan konyol mereka.
Setelah selesai mandi Erich langsung turun ruang pertama yang di tuju adalah kamar Julia.
"Lia..." Panggil Erich dari luar.
"Duduk di sana yuk, sambil nunggu orderan makanan kita datang." Erich mengajak Julia untuk duduk di ruang TV.
"Bentar ya aku taruh ini dulu." Sambil menunjukan handuk setengah basah yang di pegangnya.
Mereka berdua duduk di ruang TV kali ini mereka lebih memilih duduk melantai menikmati lembutnya karpet bulu yang ada di ruangan itu.
"Bentar lagi makanannya datang, sabar ya." Kata Erich sambil tersenyum. Seharian ini lelaki itu seperti sedang mengobral senyuman.
"Iya lagian aku juga belum terlalu lapar kok." Kata Julia.
"Oh ya Lia, aku boleh nanya sesuatu gak?" Erich.
"Nanya apa mas?"
"Selama beberapa hari kabur dari rumah kamu tinggal dimana?" Tanya Erich lelaki itu berbicara namun pada kata kabur dia sengaja memberi sedikit penekanan.
"Bukan kabur mas tapi pergi." Menyadari kalimat Erich bersifat menyinggung Julia tidak tinggal diam wanita itu berusaha membela diri.
"Kabur itu sebutan yang pas untuk istri yang pergi dari rumah tanpa izin suaminya." Tidak memberi sedikitpun Kesempatan Julia membela diri.
Merasa perkataan Erich benar Julia hanya menundukkan kepala seolah menunjukan rasa bersalahnya.
"Maafin aku mas." Kata Julia.
"Udah aku cuma bercanda kok. Jangan ulangi lagi ya. Besok-besok kalau ada masalah kamu boleh diemin aku atau gak marah-marah sama aku tapi jangan pergi lagi, saat kamu gak ada bukan cuma rumah yang sepi tapi hati aku juga." Kali ini Julia sudah berada dalam pelukan Erich.
Lagi-lagi Julia merasa terharu sendiri dengan perkataan suaminya dan dengan sendirinya Juliapun mulai membalas pelukan Erich.
Erich yang merasakan Julia membalas pelukannya, tersenyum simpul tanpa lelaki itu sadari namanya sudah memiliki ruang tersendiri di hati Julia bahkan jauh sebelum dia menyadari.
Jangan lupa like coment dan vote biar aku lebih semngat lagi untuk nulis. Terima Kasih🙏