
Erich melajukan mobilnya menuju ke salah satu mall yang ada di kota itu.
Mereka berdua masuk ke dalam sambil bergandengan tangan, sebenarnya Julia merasa malu dengan cara Erich memperlakukannya tapi mau bagaimana lagi. Membantahpun akan percuma.
"Bentar ya aku ambil troli." Kata Erich.
"Iya mas, aku tunggu di sini." Jawab Julia.
Erich langsung melangkah dan mengambil troli yang paling besar, kemudian berbalik dan menghampiri istrinya.
"Kamu mau naik gak?" Tanya Erich sambil tersenyum aneh.
"Emang aku anak kecil mas." Jawab Julia sambil berjalan meninggalkan Erich.
"Yah gak apa-apa dong kalau mau naik, kan aku yang dorong." Kata Erich lagi, entah kenapa lelaki itu seperti suka bercanda dan meledek istrinya.
"Udah yuk, kita mau belanja apa dulu nih?" Kata Julia seolah meminta pendapat pada suaminya.
"Terserah kamu sayang, aku mah ikut-ikut aja." Jawab Erich.
Setelah lama bertukar pendapat yang sebenarnya tidak penting akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membeli bahan makanan terlebih dahulu, baru setelah itu snack dan lain-lain.
Lama mereka berdua berputar-putar mencari barang-barang yang di perlukan. Hingga akhirnya Julia merasa pegal dan memutuskan untuk duduk sebentar.
"Kenapa sayang?" Tanya Erich saat melihat istrinya duduk di kursi.
"Kaki aku pegel mas." Jawab Julia sambil *******-***** betisnya.
"Mau aku gendong?" Tanya Erich dengan raut wajah biasa sedangkan yang di tanya langsung membelalakan matanya merasa heran.
"Gak usah mas, malu kali masa main gendong-gendongan dalam mall ntar yang ada kita berdua jadi pusat perhatian." Kata Julia mencoba menyadarkan suaminya dari kelebay-an dengan kata-kata.
Merasakan hawa berbahaya mulai muncul akhirnya walaupun masih terasa sangat pegal Julia memaksakan diri untuk berjalan, dari pada harus menanggung malu karna di gendong Erich di dalam mall.
"Sepertinya aku mau datang bulan. Biasanya kalau kaki aku pegal gini pasti mau dapet." Batin Julia dan secara tidak sadar kakinya melangkah ke rak tempat pembalut di letakan kemudian mengambil satu pak besar pembalut dan 1 pak pantyliner untuk persiapannya.
Melihat Julia mengambil pembalut Erich yang buta akan dunia kewanitaan pun langsung bertanya. "Kamu pakai popok?" Dengan wajah bingungnya.
Mendengar pertanyaan Erich Julia menghembuskan napas kasar kemudian berkata. "Ini bukan popok mas."
"Terus?" Tanya Erich lagi, laki-laki itu sangat penasaran dengan maksud istrinya yang membeli benda yang di sangka popok.
"Ini namanya pembalut mas." Mencoba menjelaskan pada suami yang terlihat seperti orang yang kurang pengetahuan.
"Pembalut?" Kata Erich lagi dengan nada tanya.
"Ntar ya aku jelasin kalau udah sampai rumah, sekarang kita pulang dulu kaki aku rasanya pegal bangat mas." Kata Julia.
Dengan segera Erich langsung mendorong troli itu ke meja kasir dan melalukakan transaksi pembayaran, setelah menerima struk belanja dan barang-barangnya Erich langsung mengajak Julia untuk pulang.
***
Tak butuh waktu lama mobil sudah memasuki halaman rumah mereka. Erich langsung memasukan mobil ke garasinya.
"Kamu turun duluan aja, barang-barangnya biar aku yang bawain." Kata Erich pada Julia.
"Iya mas, makasih ya. Maaf gak bisa bantuin kamu." Merasa bersalah sendiri.
Julia masuk kedalam rumah sedangkan Erich mengangkat barang-barang hasil belanjaan mereka tadi.