marriage without love

marriage without love
Sahabat


"Ya udah apapun itu asalkan kamu yang masak pasti aku makan." Jawab Erich dengan nada manjanya.


"Lebay kamu mas" Heheheheheheeee. Tawa kecil terdengar dari mulut Julia menanggapi tingkah manja suaminya.


"Selesai masak kita istirahat sebentar abis itu kita ke rumah paman sama bibi." Kata Erich.


Dengan segera Julia langsung melihat suaminya ada raut wajah senang yang terpancar dari wajah Julia.


"Beneran mas?" Tanya Julia seolah memastikan apa yang di dengarnya barusan.


"Iya sayang." Jawab Erich meyakinkan Julia.


***


Tak berapa lama semua sudah tersaji di meja makan. Erich duduk di kursi sambil bertopang dagu, Julia yang melihat tingkah Erich pun bertanya. "Kenapa Mas? Gak selera yah?"


Mendengar pertanyaan Julia Erich hanya menjawab dengan gelengan kepala yang membuat Julia semakin bingung.


"Terus, kenapa gak dimakan?" Tanya Julia lagi.


"Biasanya juga ada yang ambilin." Jawab Erich.


Mendengar jawaban Erich Julia tersenyum, wanita itu merasa geli sendiri dengan tingkah manja suaminya.


"Ya udah aku ambilin, mau yang mana?" Tanya Julia.


"Semuanya sayang." Jawab Erich.


"Oke."


Julia pun menaruh sedikit demi sedikit semua menu yang ada di atas meja ke dalam piring makan Erich.


Setelah itu mereka berdua menikmati makanan itu bersama-sama salah satu moment yang sangat di impikan Julia akhirnya tercapai di hari ini


***


"Kenapa? Bukannya kemarin bunda yang pengen bangat kita liburan." Kata pak Bagas sambil membuka koran.


"Bunda kangen sama Erich dan Lia, udah hampir 2 minggu loh kita disini." Kata buk Sofia lagi dengan wajah cemberut.


"Ya udah besok kita pulang." Jawab pak Bagas.


"Beneran yah?"


"Iya dong, emang kapan ayah perna bohong sama bunda." Kata pak bagas.


"Oke kalau gitu bunda beresin baju-baju dulu." kata buk Sofia dan langsung berdiri menuju ke kamarnya.


***


"Cat, Erich udah masuk kantor?" Tanya Winda.


"Belum Win, masih sibuk dia nyariin kakak ipar" Jawab Ricat sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Kalau makan ya makan dulu, jangan ngomong sambil makan." Kata Winda.


"Siapa yang ajak ngomong." Jawab Ricat masib dengan mulut yang di penuhi makanan.


"Emang ya, gak bisa jaim sedikit." Kata Winda sambil menggelengkan kepalanya merasa heran dengan tingkah Ricat.


Hahahahahahahahaha.... Ricat tertawa mendengar perkataan Winda yang mengatakan bahwa dirinya tidak bisa menjaga image.


"Kalau aku ya, orangnya gak suka jaim aku pengen tampil apa adanya. Ngapain juga harus jaga image di depan kamu kita kan sahabat jadi udah tau dong kelakuan masing-masing." Kata Ricat.


Mendengar kata sahabat Winda hanya tersenyum kecut, bagaimanapun wanita itu sudah mempunyai rasa dalam hatinya untuk Ricat begitupun sebaliknya hanya saja mereka berdua masih terlalu malu untuk menampakan perasaan tersebut.


Minta doanya yah supaya Ricat sama Winda bisa bersatu sama kaya Erich dan Julia. Terima Kasih buat kalian yang masih tetap stay nunggu aku update walaupum kadang gak beraturan, dan terima masih buat kalian yang udah kasih jempol, coment, sama vote. Dan buat kalian yang belum ayo kasih apresiasi kalian buat karya aku ini dengan cara Like coment dan vote bila perlu share ke teman-teman kalian supaya makin banyak yang baca. Maaf kalau novel aku masih jauh dari kata sempurna baik itu dari segi alur, penempatan tanda baca serta kata yang kurang tepat. harapan aku semoga apa yang tulis bisa jadi hiburan buat kalian semua. Dan hari ini aku update dengan part yang lumayan banyak. Terima kasih🙏 salam sayang dari aku😘