
"Mas aku gak bisa napas." Kata Julia pelukan Erich yang begitu erat membuat Julia sedikit kesulitan untuk bernapas.
"Maaf." Kata Erich sambil mengurai pelukannya.
"Jangan pergi lagi, jangan tinggalin aku lagi. Aku butuh kamu Lia maafin aku karna telat menyadari semua ketulusan kamu. Dan terima kasih aku gak akan perna sia-siain waktu yang udah kamu kasih." Sambung Erich, lelaki itu kali ini benar-benar menyesal karna telah menyia-nyiakan ketulusan istrinya selama ini dan berjanji dalam hatinya bahwa satu minggu akan dia gunakan untuk menyenangkan hati Julia.
"Mas kamu?"
"Sampai kapanpun aku gak akan lepasin kamu Lia. Mulai sekarang aku gak akan biarin kamu pergi lagi dari hidup aku, meskipun itu kamu yang minta" Kata Erich lagi.
Mendengar perkataan Erich Julia tersenyum dan langsung menunduk karna merasa malu.
Sedangkan Erich sedang sibuk sendiri merogoh sagu celananya entah apa yang dia cari, tak lama kemudian lelaki itu mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi cincin. Dan langsung menyematkan cincin itu di jari manis Julia.
"Pakai ini setelah satu minggu kalau kamu ngerasa gak bisa lagi lanjutin semua ini kamu boleh lepas dan buang cincin itu." Kata Erich.
Julia yang melihat cincin yang baru saja di sematkan di jari manisnya, kembali meneteskan air mata. Sebenarnya ingin sekali dia mengatakan bahwa tidak perlu waktu seminggu namun, dia ingin sedikit melihat ketulusan Erich bisa saja pria itu sedang berpura-pura.
"Jangan nangis lagi, kenapa kamu suka sekali menangis? Cengeng." Kata Erich karna melihat air mata di pipi Julia
"Aku masih gak percaya mas." Jawab Julia.
"Mulai sekarang aku gak akan biarin kamu nangis lagi, kalaupun kamu nangis aku jamin itu adalah air mata kebahagiaan. Sekarang pasang telinga kamu baik-baik dan dengar apa yang aku bilang." Kata Erich sambil memegang kedua pundak Julia.
"Iya mas." Kata Julia sambil menyisipkan Rambutnya di belakang telinga.
"Aku Mencintai Kamu Lia!" Kata Erich dengan satu tarikan napas.
Mendengar pengakuan Erich membuat Julia terdiam mencoba meyakinkan dirinya kalau apa yang baru saja di dengarnya adalah kenyataan.
Mendengar pertanyaan Julia Erich langsung tersenyum.
"Iya sayang aku serius." Jawab Erich sambil mencubit hidung Julia dengan gemas.
"Sakit." Kata Julia.
Hahahahahahahaaaaa... "Maaf sayang." Kata Erich sambil menarik kembali Julia dalam pelukannya.
"Mas." Panggil Julia.
"Hmmm..." Jawab Erich sambil masih memeluk tubuh Julia.
"Gimana sama mbak Winda?" Tanya Julia, sebenarnya sedari tadi Julia ingin sekali menanyakan hal ini.
"Winda baik-baik aja kok. Kenapa?" Jawa Erich kali ini lelaki itu ingin sedikit bermain-main dengan istrinya.
"Maksud aku, gimana hubungan kamu sama mbak Winda?" Tanya Julia sambil mencoba mengurai pelukan mereka.
"Hubungan aku sama dia baik-baik aja, semakin baik malah." Jawab Erich dengan senyum yang di buat-buat.
"Terus kenapa kamu bilang cinta ke aku." Kata Julia sambil cemberut.
"Yah. Winda kan bisa jadi istri kedua, aku yakin dia pasti mau." Kata Erich lagi, lelaki itu ingin sekali tertawa melihat ekspresi istrinya saat dia mengatakan hal itu.
"Kalau gitu gak ada kesempatan lagi buat kamu. Biar aku aja yang mangalah mas." Jawab Julia sambil melepaskan sabuk pengaman dan hendak membuka pintu mobil untuk turun.
Hallo Teman-teman mereka udah ketemu, Erich juga udah bilang cinta ke Julia. Bukankah ini part yang kalian tunggu heheheheheheee... Dukung terus author dengan cara sederhana yaitu like, komen dan syukur syukur kalau ada yang mau vote๐ Kalau ada yang salah mungkin cara penulisan atau penempatan tanda baca aku minta maaf kalian boleh kasih kritik dan saran.๐