
Setelah memasukan barang-barang ke tempat masing-masing Erich langsung bergegas menemui istrinya di kamar.
Saat masuk ke kamar terlihat Julia sedang duduk di kursi sambil *******-***** kembali betisnya yang terasa pegal.
"Mau aku panggilin tukang pijit?" Tanya Erich.
"Gak usah mas emang kaya gini biasanya kalau mau datang bulan." Jawab Julia.
"Datang bulan? Maksudnya?" Tanya Erich lagi lelaki itu terlihat semakin bingung.
"Datang bulan itu hal normal yang di alami semua perempuan mas, dan kenapa namanya datang bulan karna emang setiap bulan aku dan semua perempuan mengalami hal yang sama." Lugas Julia menjelaskan.
Erich hanya manggut-manggut mendengar penjelasan istrinya, entah paham atau tidak hanya itu yang bisa dia lakukan.
"Sakit gak?" Tanya Erich lagi.
"Heeemmm. Kadang sakit, kadang gak." Jawab Julia lagi.
"Oh mungkin sekarang gilirannya sakit." Begitulah Erich membatin menafsirkan sendiri hal yang dia pikirkan.
"Terus kalau sakit harus di apain?" Bicara sambil melihat kaki Julia.
"Ini sakitnya normal kok masih bisa di tahan, jadi biarin aja ntar juga sembuh sendiri palingan cuma sehari atau dua hari." Lagi-lagi Julia berusaha menjawab sekenanya. Wanita itu tidak tau kalau setiap jawabannya di artikan lain oleh suaminya.
"Ya udah sini aku pijitin." Langsung berdiri dan berjongkok di samping Julia.
"Jangan mas aku bisa sendiri kok." Jawab Julia sambil menggeser sedikit kakinya merasa tidak enak karna Erich ingin memijit kakinya.
"Gak apa-apa sayang, kita kan suami istri wajar dong kalau saling membantu. Ayo berbaring biar aku yang pijitin." Kata Erich lagi sambil menyuruh Julia untuk berbaring dengan posisi tengkurap.
Julia yang belum pernah di sentuh ataupun di pijit orang lain merasa geli sendiri saat tangan Erich dengan lincahnya bergerak ke atas ke bawah, dan saat tangan Erich bergerak ke atas Julia secara spontan mengatakan. "Mas geli."
Mendengar Julia mengatakan geli Erich semakin menaikkan tangannya ke atas.
"Mas." Panggil Julia lagi. Sedangkan tangan Erich sudah tidak bisa di kondisikan bergerak naik turun mereyangi paha istrinya yang masih terbalut celana panjang.
"Kenapa?" Tanyanya dengan nada tidak berdosa. Padahal memang sengaja mengusil istrinya.
"Geli, pijitnya di bagian betis aja jangan di situ. Yang pegal betis aku mas bukan paha." Kata Julia.
"Tapi aku pengen pijit sampe ke paha." Semakin usil.
Karna merasa sangat geli akhirnya Juliapun bangun dan langsung duduk.
"Kenapa?" Tanya Erich lagi bingung karna melihat Julia bangun.
"Gak kenapa-napa mas, aku baru inget kalau belum masak makan malam." Kata Julia memberi alasan.
"Oh gak usah masak nanti delivery order aja. Lagian kaki kamu kan lagi pegel." Kata Erich sambil tersenyum.
"Ya udah kalau gitu aku mau mandi dulu." Jawab Julia sambil berdiri.
"Aku juga mau mandi." Erich mengekor di belakang Julia.
"Loh mas ngapain ikutin aku?" Bingung karna Erich mengikutinya sampai ke pintu kamar mandi.
"Aku juga mau mandi." Sambil tersenyum memamerkan wajah tanpa dosa.