
"Sayang.. Ibu pasti akan menemukan bukti untuk membebaskan tuduhan kepada ayah mu..
kasus Ayahmu memang sudah selesai saat kamu duduk di bangku kuliah Ayahmu sudah keluar dari penjara.
tapi sekarang mereka menjadikan ini alasan untuk menyudutkan posisi keluarga kita. terlebih lagi perusahaan Kakek bermasalah dan hanya keluarga Keano yang bisa menyelamatkan perusahaan itu..
sementara hanya ini jalan terbaik untuk saat ini. menikahkan kamu dengan Keano..
tapi jika nanti sikap Keano kurang baik kepada mu kamu harus bicara terus terang pada ibu ya Nak.. ibu tidak akan membiarkan itu terjadi pada mu.."
"Ibu.. aku ingin membantu keluarga kita. aku rela mengorbankan diri ku demi kebahagiaan keluarga kita. mungkin juga ini sudah jadi takdir hidupku bu.. aku akan mencoba untuk tegar"
"Sayang maafkan Ibu"
" Ellina.." Ayah Ellina masuk dan menghampiri Ellina
"Ayah.. Ayah ada apa?"
"Bu, keluarga Steve akan datang kesini malam ini untuk mempertemukan Keano dengan Ellina."
"Ayah.. Ellina sudah dengar ceritanya dari ibu. Ayah tidak perlu cemas. Ellina percaya pada Ayah. Ellina pun ikhlas menjalani ini semua.."
"Ellina Sayang.. Maafkan Ayah ya Nak.."
____________
"Aku harus menjalani ini dengan lapang dada aku harap semua masalah keluarga ku bisa cepat selesai.. lagi pula aku bisa langsung bekerja di tempat aku magang sewaktu aku kuliah pascasarjana. aku bisa beraktivitas setelah aku menikah..
tapi apakah keano membiarkan aku melakukan aktivitas bekerja setelah menikah nanti? " Sambil menatap pantulan dirinya di cermin
"Ellina.. kamu sudah selesai bersiap?"
"ibu.. aku sudah selesai.."
"Ellina kamu sangat cantik dengan gaun ini..
kamu sangat cantik dan kamu anak yang pintar.. ibu harap kamu bisa berbahagia nak.."
"Ibu jangan sedih.. Ellina bahagia untuk Ibu dan Ayah"
"Baiklah Nak.. sekarang kita temui tamu kita. Keluarga Steve sudah tiba di ruang tengah. Keano juga sudah datang.."
"baik bu.."
_______
"Selamat Malam Semuanya.. saya Elina " memberi salam
" Siapa dia? pria itu seperti aku sudah pernah melihat nya? ya tuhan.. pria itu yang ada dalam mimpi ku semalam.. " Gumam Ellina
"Ellina.. sini duduk dekat Ayah.."
"Ellina ini Keluarga Steve, dan ini adalah
Putra Sulung dari Tuan Steve yaitu Keano Steve"
"Salam Semuanya.. Senang bertemu dengan kalian semua " Ellina memberi salam
"Ellina.. kamu semakin cantik.." ayah Keano memberi salam
"terimakasih pak.."
"jangan sungkan panggil saja aku Papa karena kelak kau akan bersama dengan anak ku Keano.."
"maaf kan ketidak sopanan saya Pa,"
"Kamu sangat penurut.." ucap Tuan Steve
"Keano tidakkah kamu ingin mengajak Ellina berjalan di taman.. supaya lebih santai.." Pinta Tuan Steve kepada Keano
"Kenapa ayah Keano sangat ramah.. bukan kah dia tidak menyukai keluarga ku? " gumam Ellina
"Baik Papa"
"silahkan nona ellina.." Keano memberi salam dan mempersilahkan Ellina untuk jalan lebih dulu.
"Baik.. " Sahut Ellina
_______
Di taman..
" Kenapa suasana jadi canggung seperti ini..
apa yang harus aku katakan.. kita hanya terus berjalan dan tidak saling berbicara satu sama lain. wajahnya sangat dingin.. aku bahkan tidak berani memulai percakapan dengan dia" gumam Ellina menatap Keano yang berjalan tanpa ekspresi
"Nona ellina.. bukan kah kamu seharusnya menolak perjodohan ini? " wajah dingin
"apakah aku bisa menolak nya?"
"Tentu saja jika kamu tidak berkenan bisa langsung menolak nya.."
"Tapi bukan kah aku tidak ada pilihan lain selain menerima nya?"
"Jadi kamu benar terpaksa menerima perjodohan ini ? " Keano berbalik dan mendekati Ellina sedekat mungkin
"Kamu Kenapa terlalu dekat? " Ellina mundur pelan
"Kenapa apakah Aku menyeramkan dimata mu?"
" apa apaan ini.. dia memang tampan tapi juga seram" Gumam Ellina pelan