marriage without love

marriage without love
Datang Bulan


Seorang pria tampak sedang berkutat dengan mesin pencarian kata kunci hari ini adalah datang bulan, meskipun dalam hatinya ia merutuki kebodohan bosnya namun apalah daya hanya itu yang bisa ia lakukan.


Setelah merasa telah merangkum semua penjelasan mengenai datang bulan, lelaki itu dengan segera membuka email dan mengirimkan semua hasil pencariannya pada Erich dalam bentuk file.


"Ha...." Menghembuskan napas panjang. "Akhirnya aku bisa melanjutkan tidurku kembali." Gumam lelaki itu dan langsung menjatuhkan dirinya dikasur berukuran king size yang ada di kamanya.


***


Di kantor Erich mendengar handphonenya berbunyi ada notifikasi pertanda email masuk, Erich sedikit menyunggikan senyumnya seperti memgetahui apa isi email tesebut, dia menghentikan sejenak aktifitasnya dan berfokus ke benda pipih yang ada di tangannya membaca dengan seksama tulisan demi tulisan yang tertulis di sana.


Masih membaca sesekali Erich manggut-manggut. Tiba-tiba Erich mengernyitkan dahi karna membaca satu paragraf yang berbeda dengan kenyataan yang di rasakan Julia.


Erich menelpon seseorang dan langsung menyuruh orang itu datang ke ruangannya.


Sekitar 40 menit berlalu datang seorang wanita dengan menggunakan Jas berwarna putih langsung masuk dan menyapa Erich.


"Selamat pagi pak, apakah anda sakit?" Kata dokter yang baru saja tiba di ruangan Erich.


"Duduk dulu, jangan langsung bertanya."


"Baik pak terima kasih." Langsung mendudukan dirinya di sofa yang tersedia.


Erich berdiri dari kursinya kali ini lelaki itu memilih duduk berhadapan dengan dokter tersebut.


"Aku mangundangmu ke sini karna ingin menanyakan beberapa hal."


"Apa itu pak?" Tanya dokter sambil tersenyum.


Dokter itu langsung mengernyitkan dahi begitu mendengar pertanyaan Erich.


"Hei aku bertanya padamu kenapa diam? Sudah tidak mau lagi bekerja denganku?" Mulai kesal karna bukannya menjawab dokter itu malah ternganga.


"Ma....maaf pak. Apa tadi mengenai datang bulan itu adalah hal yang wajar yang di alami oleh semua wanita yang sudah dewasa."


"Tadi pagi istriku mengatakan dia datang bulan, aku melihat ada darah yang keluar tapi tubuhnya tidak ada yang terluka ataupun tergores, lalu dari mana asal darah itu?"


Dokter itu menelan ludah dengan kasar merasa bingung harus menjelaskan seperti apa. Tapi bingung atau tidak dia harus tetap menjelaskan Erich bukanlah orang yang berhenti begitu saja ketika tidak mendapat jawaban dari pertanyaannya.


Menarik napas dalam sebelumnya akhirnya menjelaskan. "Darah itu berasal dari dalam rahim yang keluar melalui saluran reproduksi." Dokter menjelaskan dengan penuh kehati-hatian takut kalau sampai hal tersebut malah menimbulkan pertanyaan baru.


"Lalu berapa lama datang bulan itu?"


"Biasanya 3-4 hari pak, tapi ada juga yang 7 hari."


"Pertanyaan terakhir, yang aku baca perempuan yang mengalami datang bulan cenderung merasa sakit perut. Tapi kenapa istriku malah merasakan sakit dan pegal di bagian kakinya?"


"Memang pada umumnya perempuan yang datang bulan akan merasa sakit di bagian perut, namun ada lagi yang berbeda di masing-masing orang, ada yang merasa mual pada saat datang bulan ada juga yang merasa nyeri di bagian payudara atau juga merasa sakit dan pegal di kaki seperti yang di rasakan istri bapak."


Erich terlihat sangat menyimak setiap kata yang di ucapkan dokter tersebut.


"Baiklah kau boleh pergi." Berkata dan langsung berdiri dari duduknya.


Mendapatkan izin untuk keluar dokter tersebut langsung melenggang pergi dengan cepat.