marriage without love

marriage without love
Imut Dan Menggemaskan


Tak berapa lama makanan yang di pesan Erich datang, Julia langsung meraih kotak makanan itu dan menatanya di meja makan.


"Heemmm Keliahatannya Enak." Kata Erich saat melihat makanan yang sudah tertata rapi di atas meja.


"Iya mas." Sambil tersenyum.


"Tapi ada yang lebih enak." Lagi-lagi menunjukan ekpresi anehnya.


"Apa?" Tanya Julia sambil mengernyitkan dahi menunggu jawaban Erich.


"Masakan istriku." Jawab Erich.


Mendapatkan pujian dari suaminya seketika pipi Julia memerah. Semenjak menyatakan perasaannya pada Julia perkataan dan tingkah laku Erich berbanding terbalik seperti sebelumnya.


Biasanya lelaki itu akan sangat irit bicara dan cuek tetapi sekarang dia bahkan menjadi orang yang paling cerewet.


"Duduk dong, masa kamu berdiri terus." Kata Erich lagi karna sedari tadi Julia hanya mematung masih terpaku dengan semua yang Erich katakan.


"I...Iya mas." Langsung duduk.


Julia menikmati makanan itu tanpa suara wanita itu sibuk mengunyah dan menelan makanan dalam mulutnya, berbeda dengan Erich lelaki itu sedari tadi terus memperhatikan istrinya.


"Imut dan menggemaskan." Kata Erich tanpa sadar saat memperhatikan istrinya.


"Apa mas?" Tanya Julia karna merasa Erich mengatakan sesuatu namun tidak terdengar jelas di telinganya.


"Ah... Itu tadi aku bilang ayamnya imut ya tuh lihat bentuknya lucu." Gelepan lelaki itu menjawab, sambil mengangkat sepotong ayam yang ada di piringnya.


"Gak kok biasa aja. Emang potongan ayam seperti ini kan? Gak ada yang lucu." Kata Julia sambil memegang satu potong ayam yang ada di piringnya.


Heheheheheheeee. "Iya ya, udah makan lagi. Abis itu kita istirahat." Kata Erich sambil tertawa kecil.


Setelah selesai makan mereka berdua duduk kembali di ruang TV, memutuskan untuk mengobrol sebentar sebelum tidur.


"Astaga.." Kata Julia tiba-tiba. Sepertinya wanita itu beru mengingat sesuatu.


"Aku lupa mas, barang-barang aku masih ketinggalan di hotel." Jawab Julia.


"Hotel?" Tanya Erich lagi.


"Iya jadi pas kemarin aku pergi dari rumah, aku nginep di hotel mas." Merasa gelisah.


"Oh gitu ya, ninggalin suami di rumah tidurnya di hotel." Ckckckckck Erich berdecak.


"Maaf mas." menunduk lagi.


"Barang-barangnya mau di pakai sekarang?" Tanya Erich.


"Gak juga mas." Jawab Julia masih sambil menunduk.


"Ya udah kalau gitu besok aku akan suruh orang untuk ambil barang-barang kamu. Sekarang kita istirahat aku capek."


"Iya mas." Setelah itu tidak ada lagi perbincangan, mereka berdua masuk ke kamar dan memutuskan untuk tidur.


Di dalam kamar Erich masuk kedalam kamar mandi untuk sikat gigi, sedangkan Julia terduduk di sofa yang ada di kamar itu.


"Mau tidur di situ?" Tanya Erich saat sudah keluar dari kamar mandi.


Julia tersentak kaget saat mendengar suara Erich. "Eh udah selesai?" Tanya Julia karna bingung mau menjawab apa.


"Lia jangan perbiasakan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan."


"Iya mas maaf."


Setelah itu gantian Julia yang masuk ke kamar mandi untuk sikat gigi setelah Erich.


Di dalam kamar mandi Julia merasa deg-deg kan, dalam pikirannya bagaimana kalau malam ini Erich meminta haknya sebagai suami. Ahh semua itu membuat Julia frustasi tanpa pacaran dan langsung menikah membuat Julia tidak memiliki pengalaman apa-apa. Jangankan untuk berciuman berpegangan tangan dengan lelaki pun belum pernah dia lakukan. Orang pertama yang menggenggam tangannya dan menciumnya hanya Erich, itupun hanya ciuman di kening bagaimana mungkin wanita dewasa seperti Julia sepolos itu.