
"Sayang, jujur aku kangen banget bisa memeluk dan dipeluk kamu kayak gini," ungkap Nico.
"Iya Kak, aku tau kalau aku udah egois. maafin aku ya Kak. Harusnya aku bisa berdamai dengan hati ini, tapi aku nggak tau kenapa begitu sulit. Terlebih lagi aku malah menjadikan Kakak korbannya, padahal Kakak sama sekali nggak tau menahu dengan masalah ini. Maafin aku ya Kak," ucap Alexa dengan isak tangisnya.
"Nggak papa Sayang, aku ngerti kok. Ini semua juga bukan salah kamu, kamu wajar melakukan ini semua. Tapi kamu juga ngerti kan kalau aku hanyalah seorang anak, jadi aku juga nggak mungkin kalau ngebiarin Bunda aku terpuruk terus akan kesalahannya," kata Nico. Lalu mereka pun melerai pelukan itu dan saling bertatapan.
"Kak, aku nggak mau hubungan kita berakhir. Aku mau tetap menjalin hubungan sama Kakak, tapi aku minta tolong sama Kakak jangan paksa aku untuk berbicara dengan Bunda dulu. Aku janji akan memikirkan ini semua Kak, kasih waktu buat aku berdamai dengan hati aku," pinta Alexa.
"Kamu serius Sayang? Iya sayang, Kakak akan kasih kamu waktu tapi jangan lama-lama ya, aku juga kasian sama Bunda. Bunda selalu aja mikirin kamu, Bunda ngerasa bersalah bahkan Bunda bilang kalau dia mau menjauh dari kita asalkan hubungan kita baik-baik aja," kata Nico.
"Iya aku serius Kak. Apa? Bunda sampai bilang kayak gitu Kak?" Tanya Alexa, hatinya merasa tersentuh dan merasa sangat bersalah.
Memang benar jika ibunya Nico lah yang dulu pernah menyakiti mamanya, tapi bukankah itu semua sudah berlalu, bahkan mamanya sendiri bisa melupakan kesalahan itu dan sudah menikah dengan Andreas papanya. Jika tidak ada masa lalu itu, mungkin belum tentu ada Alexa saat ini.
"Kak, aku nggak benci atau marah kok sama Bunda. Aku cuma belum bisa menerima kenyataan ini, Kakak ngerti kan maksud aku?" Kata Alexa.
"Iya aku ngerti kok. Kamu jangan cuekin aku lagi ya, aku tersiksa banget tau nggak. Aku sampai nggak semangat buat ngapa-ngapain, makan aja aku nggak selera," ucap Nico.
"Iya kak, aku juga sebenarnya kangen banget sama Kakak. Aku tersiksa Kak ngelakuin ini sama Kakak, nggak semangat juga mau ngapa-ngapain," kata Alexa.
Mereka berdua pun tersenyum lalu kembali berpelukan erat.
*****
Dikarenakan Alexa dan Nico saat ini sudah berbaikan, mereka berdua pun kembali menikmati makan malam bersama yang dimasak oleh Nico seperti biasa. Rasanya sudah sangat lama sekali mereka tidak melakukan hal ini berdua, padahal baru dua minggu lamanya.
"Kangen banget sama masakan kakak yang enak dan menggugah selera," ucap Alexa.
"Ya kamu sih selalu nolak kalau aku ajak sarapan dan makan bareng, padahal aku selalu masakin buat kamu. Jangankan makan sama aku, bahkan kamu nggak mau aku ganggu sama sekali kan. Dua minggu loh waktunya kita berdua kayak orang asing, gak pernah ngobrol kecuali soal kerjaan," kata Nico.
"Iya Kak, abisnya mau gimana lagi. Aku juga sebenarnya bingung," kata Alexa.
"Ya udahlah nggak usah dibahas, yang penting kan sekarang kita udah baikan. Aku juga udah buatin makan malam spesial buat kamu, makanan kesukaan kamu," ucap Nico.
Alexa dengan sangat senang pun menikmati makanan yang telah dimasak oleh Nico itu, ia terlihat sangat lahap setelah beberapa minggu tidak berselera makan. Kini rasanya selera makannya kembali lagi meskipun belum sepenuhnya karena masalah di dalam hidupnya menurutnya itu belum selesai. Ia masih belum bisa berdamai dengan hatinya, menerima kenyataan bahwa Anggi yang sudah dianggap sebagai ibunya itu adalah orang yang telah menyakiti namanya di masa lalu.
Setelah makan malam bersama, Alexa dan Nico melewati malam mereka berdua dengan menonton TV, bercanda seperti yang biasanya mereka lakukan sebelum masalah terjadi di hubungan mereka.
"Kakak nggak marah kan waktu tau aku pulang diantar sama Kak Raka?" Tanya Alexa yang duduk berbaring di pangkuan Nico, sedangkan Nico duduk bersandar di sofa sembari membelai rambut Alexa.
"Soal ini nih yang mau aku tanyain tapi belum jadi gara-gara kemarin kamu lagi marah sama aku," kata Nico.
"Kenapa Kak?" Tanya Alexa.
"Kamu nanya sama aku marah atau nggak? Aku sih nggak marah, tapi jujur aku cemburu. Apalagi kamu sama sekali nggak ngomong sama aku kalau kamu pulang sama dia, bahkan waktu itu kamu juga diantar sama dia ke rumah sakit, kamu cuekin aku gitu aja. Padahal aku nggak ada salah apa-apa sama kamu, gimana coba aku enggak cemburu? Cemburu banget lah," kata Nico.
"Iya, maaf ya Sayang. Aku tuh waktu itu cuma mau menghindar aja dari kamu. Aku nggak sanggup Kak kalau ketemu sama kamu, melihat wajah kamu," kata Alexa.
"Tapi kamu nggak macam-macam kan sama dia?" Tanya Nico.
"Kakak … jadi Kakak nuduh aku macam-macam gitu sama Kak Raka?" Tanya Alexa.
"Ya enggak lah Kak, Kak Raka itu cuma sahabat aku aja kok, sama kayak Kak Dion dan Arya," kata Alexa.
"Banyak banget ya yang sahabat cowok, belum lagi Bagas," kata Nico.
"Kak Nico Sayang, masa kayak gitu doang cemburu sih. Yang penting kan pacar aku cuma satu, Kak Nico seorang," kata Alexa yang membuat Nico tadinya cemberut menjadi tersenyum. Setelah itu pun mereka melewati indahnya malam berdua dan terlelap hingga pagi.
*****
Saat sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit, Raka terbayang akan ucapan Renata yang menemuinya saat di Jakarta waktu itu.
Flashback on...
"Kak …!" Panggil Renata saat Raka keluar dari penginapannya.
"Renata? Kamu kok bisa tau kalau aku ada di Jakarta dan nginap di sini?" Tanya Raka.
"Ya tau lah Kak, bahkan aku juga tau kalau Kakak ke Jakarta bareng Alexa, kamu juga bolak balik kan anterin Alexa ke rumah sakit," kata Renata.
"Kalau iya memang kenapa? Terus kamu mau ngapain ke sini?" Tanya Raka.
"Kakak mau balik ke Jakarta ya?" Tanya Renata karena melihat Raka membawa kopernya.
"Iya," jawab Raka singkat tanpa melihat wajah Renata.
"Kak, bisa kita ngomong sebentar nggak?" Tanya Renata.
"Enggak, aku mau cepat-cepat pulang hari ini ke Jogja," jawab Raka.
"Please Kak, sebentar aja," pinta Renata. Lalu Raka pun menyetujuinya, karena menurutnya menolak Renata itu percuma karena ia pasti akan terus memaksa.
"Cepat bilang apa yang mau kamu katakan," pinta Raka.
"Kak, Kakak tuh kenapa sih masih aja mau dekatin Alexa? Kamu tau kan kalau saat ini Alexa itu lagi ada masalah sama Kak Nico, Kakak cuma dimanfaatin aja sama dia tau nggak. Please lah Kak jangan jadi cowok bodoh, jelas-jelas ada aku yang tulus sayang dan cinta sama Kakak sejak lama, kenapa sih Kakak masih mengharap wanita yang udah mempunyai pacar, bahkan saat ini dia mengabaikan pacarnya sendiri dan malah terang-terangan berdua pulang pergi sama Kakak," kata Renata.
Flashback off.
.
.
.
.
.
Bersambung.....