
Setelah kurang lebih satu bulan kepergian Anggi, kini Andreas dan Alexa juga tengah bersedih karena Bagas yang kecelakaan. Setelah mendengar kabar itupun, Andreas, Nico dan Alexa segera saja berangkat ke Jogja untuk melihat keadaan Bagas.
"Kenapa Mas Bagas bisa kecelakaan kayak gini? Aku khawatir banget sama Mas Bagas," ucap Alexa yang begitu panik.
"Sabar Sayang, kita semua juga nggak tau kenapa Mas Bagas bisa kecelakaan. Ini kita kan mau ke Jogja buat mencari tau semuanya," kata Nico yang saat itu sedang menyetir mobil.
"Iya Sayang, kamu sabar dong. Kita akan lihat Bagas ya, kamu yang tenang dulu," ucap Andreas pula yang duduk di kursi belakang mobil.
Setelah melewati beberapa jam lamanya di perjalanan, mereka pun telah tiba di Rumah Sakit Bunda Kasih Jogja. Alexa, Andreas dan Nico langsung saja menuju ke ruang ICU untuk melihat kondisi Bagas. Di depan ruangan ICU sudah ada Thalita, Dion dan Raka, karena selain mereka adalah Dokter di rumah sakit tersebut, mereka juga mengenal Bagas dengan baik.
"Alexa," ucap Thalita saat melihat sahabatnya telah tiba.
"Thalita," ucap Alexa lalu mereka berpelukan penuh haru.
*****
Dokter yang menangani Bagas meminta Andreas untuk ke ruangannya karena ada hal yang sangat penting ingin disampaikan oleh Dokter.
"Ada apa Dokter?" Tanya Andreas saat mereka sudah berada di ruangan dokter.
"Begini Pak, Pak Bagas sudah banyak kehilangan darah dari kepalanya. Kita harus segera melakukan operasi tapi membutuhkan donor darah. Apakah di sini ada keluarga yang yang bisa mendonorkan darahnya?" Tanya Dokter.
"Memang apa golongan darahnya Dok?" Tanya Andreas.
"AB rhesus negatif Pak. Golongan darah yang sangat langka Pak. Jika bukan dari keluarga biasanya tidak selalu akan cocok," kata Dokter.
Andreas terdiam, "AB rhesus negatif? Kenapa darahnya sama dengan darahku dan Alexa?" batinnya.
"Kebetulan itu golongan darah saya Dok," ucap Andreas, entah mengapa dia begitu kekeh dan yakin darahnya dan Bagas akan cocok.
Dokter dan suster langsung saja melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes darah kepada Andreas. Dokter akan menemui Andreas kembali setelah hasil tes darah itu keluar.
Setelah beberapa jam menunggu, kini hasil tes darah itupun telah keluar, kini dokter sedang berhadapan dengan Andreas, Alexa dan Nico untuk memberitahu tentang hasilnya.
"Jadi bagaimana hasilnya Dok?" Tanya Andreas.
"Hasilnya sama Pak, Bapak bisa mendonorkan darah untuk Pak Bagas," jawab Dokter.
"Alhamdulillah," Andreas, Nico dan Alexa begitu sangat senang mendengarnya. Meskipun saat ini ada yang mengganjal dalam pikiran mereka, tetapi yang terpenting mereka merasa bersyukur karena Andreas bisa menyelamatkan nyawa Bagas dengan mendonorkan darahnya.
Andreas dan Bagas segera di bawa masuk ke ruang operasi untuk segera melakukan operasi kepada Bagas. Sedangkan Alexa dan Nico menuggu di luar ruang operasi hingga operasi itu selesai dan berjalan dengan lancar.
*****
"Pa, Papa lagi mikirin apa?" Tanya Alexa saat melihat papanya sedang melamun.
"Papa cuma lagi memikirkan, kenapa bisa golongan darah Papa sangat cocok dengan Bagas. Apa mungkin kalau Bagas adalah Kakak kamu yang telah lama hilang," kata Andreas.
"Pa, Papa serius? Apa betul Mas Bagas itu Kakak kandung aku yang waktu itu hilang? Kak Axel Pa?" Tanya Alexa, sebenarnya ia juga sempat merasa janggal.
"Papa juga nggak tau, tetapi Papa akan mencari tau," jawab Andreas.
"Mencari tau dengan cara apa Pa?" Tanya Alexa.
"Aku setuju, mungkin saja benar jika Mas Bagas itu adalah Kakak aku. Aku akan merasa sangat senang kalau memang Mas Bagas itu memang Kak Axel. Apalagi aku benar-benar udah menganggap Mas Bagas itu sebagai Kakak aku sendiri, aku udah merasa dekat sama Mas Bagas selama ini Pa," ungkap Alexa.
"Iya Sayang, Papa juga berharap seperti itu. Kita berdoa saja ya. Hari ini Papa akan menemui dokter untuk melakukan tes DNA terhadap Papa dan Bagas," ucap Andreas.
"Iya Pa, kebetulan juga Mas Bagas kan masih ada di rumah sakit ini, jadi akan lebih memudahkan," kata Alexa.
"Iya Sayang," jawab Andreas.
*****
Setelah melakukan operasi terhadap Bagas, Bagas pun telah sadar, keadaannya jauh lebih baik dan kini telah dipindahkan ke ruang rawat inap. Alexa yang sudah dua hari menginap di Jogja, kini akan kembali ke Jakarta. Sedangkan Nico sudah kembali terlebih dahulu ke Jakarta karena tugas yang sangat banyak menunggu di rumah sakit, terlebih lagi saat itu ia sudah cuti selama seminggu karena kepergian orang tuanya. Alexa juga merasa tidak enak jika ia berlama-lama meninggalkan rumah sakit, terlebih lagi statusnya masih sebagai Dokter Magang. Meskipun ia magang di rumah sakit milik suaminya sendiri dan nantinya juga ia pasti akan bekerja di rumah sakit itu, tetapi ia tetap harus mengikuti prosedur rumah sakit yang berlaku.
Karena kondisi Alexa yang saat ini sedang hamil, tentu saja Nico tidak akan membiarkan Alexa pulang sendirian. Saat dirasa pekerjaan di rumah sakit sedikit berkurang, keesokan harinya langsung saja Nico terburu-buru menjemput Alexa ke Jogja.
"Kak, Kakak nggak capek ya? Kakak yang nggak mau istirahat dulu sebentar, baru kita pulang," tanya Alexa.
"Nggak usah Sayang, aku gak capek kok. lagian kalau aku istirahat dulu, entar kita bakal kemalaman sampai ke Jakartanya. Aku mau kita cepat sampai ke Jakarta, soalnya ada kerjaan yang nanti malam harus aku kerjakan di rumah sakit," kata Nico.
"Oh gitu, maafin aku ya Kak. Karena aku udah bikin pekerjaan Kakak jadi banyak," kata Alexa.
"Sayang, kamu apa-apaan sih, nggak perlu ngomong kayak gitu lah. Kamu gak ada salah apa-apa, ini memang udah tugas aku sebagai Dokter Kepala," ucap Nico seraya mengusap lembut rambut sang istri.
Setelah berpamitan dengan Andreas, Bagas, Thalita, Dion dan Raka, mereka pun langsung saja melakukan perjalanan pulang ke Jakarta, sedangkan Andreas masih tetap stay di Jogja untuk mengurus perusahaannya yang ada di kota ini dan menjaga Bagas. Sedangkan perusahaan yang di Jakarta, untuk saat ini ia percayakan kepada asistennya.
*****
Nico dan Alexa tiba di Jakarta saat matahari mulai tenggelam. Setelah mandi, Nico pun segera bersiap-siap akan pergi ke ke rumah sakit.
"Kak lagi banyak banget ya kerjaan di rumah sakit? Aku ikut ya," tanya Alexa.
"Jangan Sayang, kamu di rumah aja ya istirahat. Kamu pasti capek banget kan habis melakukan perjalanan dari Jogja, aku nggak mau kamu dan anak kita kenapa-napa," kata Nico seraya mengelus lembut perut sang istri.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Mampir ke karya teman otor yuk...
Judul karya : Tirai Kehidupan Sang CEO
Author : El Banjari