Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-70


Mereka saling menatap tajam seperti singa yang sedang lapar dan hendak menerkam mangsanya. Vina mengepal erat kedua tangannya serta mengeratkan giginya menahan emosi.


"Kenapa Dokter Vina? Nggak terima dengan ucapan saya? Tapi kenyataannya memang seperti itu, saya tidak pernah ngomong apapun kepada Mas Bagas. Kalau memang saat ini Mas Bagas menjauhi Dokter Vina, harusnya Dokter Vina itu mengkoreksi kesalahan diri Dokter Vina sendiri dong, kenapa malah nyalahin saya?" Kata Alexa.


Plak …


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus milik Alexa. Vina yang tidak tahan lagi menahan emosinya itu pun menampar Alexa dengan sangat keras.


Tepat saat itu, Nico yang melihat akan hal itu pun segera datang menghampiri mereka. Nico langsung saja mendorong tubuh Vina hingga kepalanya terantuk ke dinding, ia juga menarik lembut tangan Alexa untuk bersembunyi di belakang tubuhnya.


"Aw," rintih Vina sembari memegangi kepalanya yang sakit. Akan tetapi rasa sakitnya itu tidak sebanding dengan rasa terkejutnya saat melihat Nico kini ada di antara dirinya dengan Alexa.


"Vina, apa-apaan sih kamu. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri apa yang sudah kamu lakukan terhadap Alexa, kali ini saya tidak akan tinggal diam dengan apa yang sudah kamu lakukan," Bentak Nico.


"Dokter Nico, kamu salah paham. Ini nggak seperti apa yang kamu lihat," ucap Vina.


"Salah paham apa hah, jelas-jelas saya melihatnya sendiri. Kamu pikir saya ini buta," bentak Nico yang emosinya sudah memuncak sampai ke ubun-ubun. Sementara Alexa hanya diam saja sambil memegangi pipinya yang sakit.


"Tapi, saya melakukan itu semuanya karena Alexa duluan yang mulai," kata Vina.


"Aku duluan yang memulai katanya, dasar ratu drama," gumam Alexa dan tersenyum sinis.


"Kamu pikir saya percaya dengan apa yang kamu ucapkan itu? Sangat tidak mungkin sekali ya jika Alexa yang memulai duluan, karena selama ini yang selalu membuat masalah itu kamu, bahkan semua orang juga sudah tahu," Kata Nico.


"Tapi saya nggak sengaja, saya nggak bisa menahan emosi saya," kata Vina yang masih tetap berusaha membela diri.


"Sekarang nggak sengaja kamu bilang? Keterlaluan kamu. Mulai hari ini, kamu urus surat pengunduran diri kamu dan segera angkat kaki dari rumah sakit ini," kata Nico. Ia begitu marah dengan apa yang sudah dilakukan Vina terhadap orang yang sangat dicintainya.


"Tolong jangan pecat saya Dok, saya minta maaf," ucap Vina. "Alexa Saya minta maaf," ucapnya pula kepada Alexa.


Akan tetapi Alexa sama sekali tidak menggubrisnya, ia juga sudah berjanji kepada Nico jika Vina berbuat kesalahan lagi, maka ia tidak akan mencegah ataupun melarang apapun keputusan Nico.


"Dokter Nico, Alexa, tolong maafin saya," ucap Vina lagi yang kini mulai mengeluarkan air mata buayanya.


Nico dan Alexa sama-sama menatap Vina dan melihat butiran air mata yang keluar dari sudut matanya itu, ada rasa kasihan yang dirasakan dalam hati Alexa, akan tetapi ia juga harus kuat. Kali ini ia tidak boleh terpengaruh oleh tipu muslihat Vina.


"Pergi kamu dari sini cepat! kemasi barang-barang kamu karena saya akan segera memberikan surat pengeluaran dari rumah sakit ini!" usir Nico.


Dengan rasa kecewa dan sangat kesal, Vina pun pergi berlalu dari pandangan mereka.


"Sayang, kamu nggak apa-apa kan?" Tanya Nico kepada Alexa.


"Sakit Kak," rengek Alexa yang terus memegangi pipinya.


Nico melihat pipi Alexa yang tampak memar akibat tamparan dari Vina tadi dan juga ikut merasakan nyeri.


"Ya udah kita ke ruangan aku aja, biar aku obatin," ajak Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa.


Lalu Nico pun merangkul kekasihnya itu dan membawanya ke ruangannya untuk segera diobati.


*****


"Lex, pipi kamu kenapa?" Tanya Arya saat mereka sedang berada di ruangan Dokter magang.


"Kamu baru nanyain sekarang? Ini udah mau jam pulang, sementara ini terjadinya tadi siang Arya," kata Alexa.


"Ya aku kan memang baru liat Lex, kamu tau sendiri lah hari ini aku banyak banget tugas dari Dokter Nico dan baru aja selesai semuanya, baru bisa duduk juga nih di sini. Bahkan aku aja ngelewatin makan siang aku," kata Arya.


"Apa? Ada masalah apa lagi sih dia sama kamu," kata Arya.


"Entahlah, tapi ini hari terakhir kok dia buat masalah sama aku di rumah sakit," kata Alexa.


"Maksud kamu?" Tanya Arya tidak mengerti.


"Iya, hari ini adalah hari terakhir Dokter Vina bekerja di rumah sakit ini," jawab Alexa.


"Dokter Vina dipecat?" Tanya Arya.


"Iya," jawab Alexa.


"Hahaha," tawa Arya terbahak-bahak hingga mengundang Dokter magang lainnya melihat ke arah mereka.


"Arya diam dong, seneng banget ketawanya. Diliatin yang lain tuh," kata Alexa.


"Oh ya maaf, maaf ya semuanya," ucap Arya. "Abisnya Aku seneng banget dengarnya Lex, Dokter Vina dipecat. Ya ampun bahagia banget aku. Tapi tumben banget Lex kamu nggak mencegahnya kayak yang kemarin-kemarin," Sindir Arya.


"Iya soalnya kan aku udah janji sama Kak Nico, kalau sekali lagi Dokter Vina buat masalah di rumah sakit, aku nggak bakalan mencegah apapun yang akan Kak Nico lakukan, ya salah satunya ini Dokter Nico mau mengeluarkan Dokter Vina dari rumah sakit. Menurut aku sih ada baiknya ya biar Dokter Vina bisa merenungi kesalahannya," kata Alexa.


"Merenungi kata kamu? Merenungi apa Lex? Aku yakin orang seperti Dokter Vina itu tidak akan pernah bisa sadar akan kesalahannya, yang ada entah rencana apalagi itu yang bakalan dia lakuin di luar sana terhadap kamu nanti," kata Arya.


"Jadi kamu ngedoain aku bakalan di celakain Dokter Vina di luar gitu," hardik Alexa.


"Ya nggak Lex, aku kan cuma bilang aja. Terus biar kamu lebih jaga-jaga juga," kata Arya.


"Oh … kalau itu sih kamu tenang aja, aku pasti bakalan jaga diri kok," kata Alexa.


"Iya deh yang bisa jaga diri, apalagi ada Dokter Nico yang selalu bisa ngejagain selama 24 jam. Iya kan?" kata Arya.


Alexa tersenyum, "Tau aja, terus kan ada kamu juga sebagai sahabat aku yang selalu ngejagain aku," kata Alexa.


"Kalau udah kayak gini aja, sahabat juga yang diandelin," gerutu Arya dan hanya ditanggapi senyuman oleh Alexa.


*****


"Eh ada Dokter Thalita nih, udah lama ya kita nggak ketemu," Sindir Renata.


Saat ini Renata sedang berada di Rumah Sakit Bunda Kasih Jogja karena ia ingin bertemu dengan Raka.


Thalita terkejut melihat kedatangan Renata yang tiba-tiba, akan tetapi ia tetap bersikap biasa saja karena menurutnya itu sama sekali tidaklah penting.


"Eh ada Dokter Renata, jauh-jauh datang dari Jakarta ke Jogja mau ngapain? Mau mengejar cinta yang jelas-jelas tidak bisa digapai ya?" Sindir Thalita yang membuat Renata murka.


.


.


.


.


.


Bersambung.....