Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-66


"Mas Bagas kenapa …? Aku perhatiin kayaknya dari tadi Mas Bagas bengong aja deh," Tanya Alexa yang melihat Kakak angkatnya itu dari tadi hanya terdiam sembari mengotak-atik ponselnya. Sedangkan Andreas saat ini sedang beristirahat.


"Mas mau cerita deh sama kamu," kata Bagas..


"Ehem," jawab Alexa mengangguk.


"Kayaknya hubungan Mas dan Vina harus kandas sebelum dimulai," kata Bagas yang terlihat begitu kecewa.


"Kenapa Mas?" Tanya Alexa. Tiba-tiba Alexa teringat akan pembicaraannya dengan Vina waktu itu, ia takut gara-garanya lah Vina jadi menjauhi Bagas.


"Vina marah sama Mas gara-gara tadi malam kan Mas ajakin dia jalan, tapi mendadak kita balik ke Jogja dan Mas lupa ngabarin Ke Vina," jawab Bagas.


"Oh … gara-gara itu, ya Mas coba minta pengertian aja lagi dari Vina. Namanya juga lupa kan? Aku yakin kok Dokter Vina pasti ngerti. Mungkin sekarang dia lagi ngambek aja atau lagi sibuk. Cewek biasa lah kayak gitu," kata Alexa mencoba menenangkan Bagas. Dalam hatinya merasa lega karena ternyata Vina tidak menjauhi Bagas karena ucapannya waktu itu.


"Mudah-mudahan aja deh," kata Bagas.


"Mas suka banget ya sama Dokter Vina? Udah sayang atau cinta?" Tanya Alexa.


"Kalau untuk sayang dan cinta Mas rasa sih belum sepenuhnya ya, tapi kalau suka sih memang udah. Mas ngerasa tenang dan nyaman aja kalau lagi ada di samping Vina," jawab Bagas.


Alexa menatap Bagas sembari tersenyum, "Mas aku ingin melihat Mas bahagia, bagaimanapun juga aku kenal Mas udah lama, aku anggap Mas udah kayak kakak kandung aku sendiri. Mudah-mudahan Mas dan Dokter Vina bisa bersatu dan bahagia ya Mas," ucapnya lalu memeluk Bagas.


"Makasih ya Lex, doa yang sama buat kamu dan Dokter Nico. Mas juga udah anggap kamu kayak adik sendiri," ucap Bagas dan membalas pelukan dari Alexa.


Tanpa mereka sadari, ternyata Andreas telah bangun dan melihat serta mendengarkan percakapan antara mereka itu.


"Romantis banget sih kakak adik berpelukan," ucap Andreas yang membuat Alexa dan Bagas pun langsung melepaskan pelukan mereka.


"Papa udah bangun?" Tanya Alexa.


"Pak Andreas, maaf ya obrolan kita mengganggu istirahat Bapak," ucap Bagas.


"Sama sekali enggak. Saya hanya mendengar percakapan kalian aja. Apakah boleh saya jujur sama kalian?" Kata pak Andreas.


"Jujur? Jujur soal apa Pa?" Tanya Alexa.


"Sejujurnya Papa ingin sekali liat kamu dan Bagas bersatu," kata Andreas.


Deg, hati Bagas begitu terasa tersentuh, jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Bagaimana bisa Bos-nya itu bisa berpikiran seperti itu? Memang dia sudah lama menyukai Alexa, tapi terlalu takut mengungkapkannya karena sadar siapa dirinya. Sementara Alexa hanya sedikit terkejut saja.


"Kalian jangan salah paham. Maksud saya seperti ini, kalian kan udah lama dekat, saya juga udah percaya sama Bagas kalau kamu ini pria yang baik dan bisa melindungi Alexa. Tapi ternyata Alexa udah menemukan tambatan hatinya sendiri dan saya percaya kalau pilihan Alexa itu adalah yang terbaik buat dirinya. Begitu juga Bagas, saya tadi mendengar kalau kamu juga menyukai wanita lain, saya ikut senang dengan ini semua. Semoga kalian berdua bisa bahagia dengan pilihan kalian masing-masing," terang Andreas.


"Papa, maaf ya Pa kalau tidak seperti yang Papa inginkan, Alexa udah anggap Mas Bagas kayak kakak Alexa sendiri Pa," ucap Alexa.


"Iya Pak Andreas, saya juga udah menganggap Alexa sebagai adik saya sendiri. Jadi nggak mungkin dong saya pacaran sama adik saya sendiri," ujar Bagas, lalu mereka bertiga pun tertawa bahagia.


*****


Malam hari, Nico terlihat sedang memikirkan sesuatu sembari berbaring di atas kasur ternyamannya. Ia teringat akan ucapan Andreas padanya waktu itu.


Saat itu Arya dan Bagas sedang keluar mencari makan untuk mereka, sedangkan Alexa sedang berada di toilet.


"Dokter Nico," panggil Andreas.


"Panggil Nico aja Om," pinta Nico. "Ada apa Om?" Tanyanya.


"Iya Nico. Terimakasih ya karena kamu telah menjaga anak saya dengan baik, jujur saya lega karena Alexa dikelilingi orang-orang baik, termasuk kamu yang saya liat begitu tulus mencintai anak saya. Tapi kamu tahu kan bagaimana keadaan keluarga Alexa? Om saat ini di penjara. Om tidak mau kalau nantinya Alexa bakalan kecewa, karena dengan keadaan saya saat ini akan berpengaruh buruk untuk hubungan kalian," ucap Andreas yang juga mengungkapkan rasa kekhawatirannya.


"Om gak usah khawatir kalau untuk masalah itu. Karena Alexa juga udah ketemu kok dengan ibu saya, ibu saya udah tau dan tidak pernah mempermasalahkan itu Om. Terlebih lagi ibu saya juga tau kalau Om masuk penjara bukan karena kesalahan yang Om perbuat. Lagian selama Alexa itu baik sama saya, sama orang tua saya, itu sama sekali nggak jadi masalah buat saya maupun keluarga saya Om. Om benar saya memang sangat mencintai Alexa dengan tulus. Terima kasih ya Om telah merestui hubungan kami. Saya janji akan selalu menjaga anak Om dengan baik," ucap Nico.


"Terimakasih Nico, hanya itu yang bisa Om ucapkan sama kamu. Om lega kalau memang orang tua kamu telah menerima Alexa apa adanya," ucap Andreas.


Lalu ucapan mereka pun terhenti karena Alexa yang telah kembali dari toilet.


Flashback off.


"Aku janji aku akan menjaga Alexa dengan baik Om, aku sangat menyayangi dan mencintai anak Om. Rasanya aku nggak pernah segila ini mencintai seseorang. Cuma Alexa yang mampu buat aku jadi kayak gini," gumam Nico tersenyum, lalu ia pun memejamkan matanya.


*****


Dua hari telah berlalu, Andreas kini kondisinya telah pulih dan akan kembali ke sel tahanan. Setelah mengantar Andreas ke sel tahanan, Alexa akan menuju ke terminal untuk pulang ke Jogja.


"Pa, Alexa pamit ya, Papa jaga diri baik-baik. Aku janji akan jengukin Papa lagi kalau pekerjaan aku lagi nggak banyak dan aku diizinin cuti sama Kak Nico," kata Alexa.


"Iya Sayang, kamu tetap fokus aja sama kerjaan kamu, Papa di sini akan baik-baik aja kok. Kan ada Mas kamu juga nih yang bakalan ngurus Papa di sini, mengurus semua keperluan Papa," kata Andreas sembari melirik Bagas.


Bagas pun tersenyum lalu berkata, "Iya Lex, kamu tenang aja ya, di sini ada Mas. Pokoknya Adik Mas ini baik-baik aja di Jakarta, kerja yang bener, cari duit yang benar, kalau ada waktu pulang."


"Iya Mas, Papa, tenang aja. Aku pasti bakalan kerja dengan baik kok di sana, nggak bakalan macem-macem," kata Alexa.


"Ya udah kamu hati-hati ya," kata Andreas, lalu berpelukan dengan Alexa.


Setelah berpamitan, Bagas langsung saja mengantar Alexa ke terminal.


.


.


.


.


.


Bersambung.....