Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-123


Di dalam dinginnya malam, di sebuah kamar pengantin terdengar suara desa*** yang menggebu dari dua insan yang sedang melakukan adegan malam pengantin. Meskipun ini adalah pengalaman pertamanya, tetapi Nico sangat lihai menari-narikan lidahnya di leher jenjang milik sang istri, semakin lama semakin turun ke bawah disertai dengan tangannya yang aktif membuka piyama sang istri dan penghalangnya, sehingga bukit kembar yang menonjol terlihat jelas membuat Nico begitu kagum dan segera ingin mencicipinya. Akan tetapi dengan refleks Alexa menutup dengan kedua tangannya.


"Sayang, kenapa ditutup?" Tanya Nico.


"Aku malu Kak," kata Alexa pelan.


"Kenapa harus malu? Kamu itu udah menjadi istri aku sekarang," kata Nico.


Lalu secara perlahan Alexa pun membukanya, Nico kembali melanjutkan aksinya dengan memainkan lidahnya di pucuk bukit kembar sambil sesekali menyesapnya dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana. Suara desa*** terdengar dari mulut sang istri yang membuat Nico semakin bergairah dan ingin terus memanjakan istrinya itu.


Kini mereka berdua pun telah polos tanpa sehelai benang pun. Nico beralih ke paling bawah Alexa dimana tempat kenikmatan itu sebenarnya berada, ia membenamkan kepalanya di antara kedua paha sang istri dan memainkan lidahnya di sana.


"Ahh … ."


Suara desa*** pun semakin terdengar keluar dari mulut Alexa, Nico begitu semakin aktif sehingga sang istri telah mencapai puncaknya yang pertama.


Setelah puas bermain, kini saatnya Nico memanjakan sang junior yang sudah tampak mengeras dan meminta untuk segera dimasukkan ke lembah yang sudah tampak basah karena ulahnya. Nico pun segera saja mengerahkan juniornya ke milik sang istri, akan tetapi rasanya begitu sulit dan membuat Alexa merintih, "Awh … Sakit Kak."


"Sabar ya Sayang, kata orang-orang awalnya memang sakit, tapi nanti lama-lama pasti akan nikmat. Aku akan memasukkannya dengan pelan," Kata Nico dan ditanggapi anggukan pelan oleh Alexa.


Nico mencoba kembali dengan mendorong pelan tapi pasti, hingga tidak lama juniornya itu pun berhasil masuk sepenuhnya dengan satu kali hentakan. Alexa menitikkan air matanya, lalu Nico menghapusnya dan kembali menyatukan bibir mereka agar Alexa tidak terlalu merasakan sakit sembari terus menaik turunkan pinggulnya. Permainan panas di atas ranjang telah terjadi di antara dua insan yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri itu. Hingga keduanya pun sama-sama mencapai puncak. Entah berapa kali dalam satu malam mereka melakukannya hingga benar-benar lelah dan terlelap tanpa sehelai benang pun dan terbangun di pagi hari.


*****


Hari-hari pun telah berlalu, tanpa terasa pernikahan Alexa dan Nico sudah memasuki dua bulan lamanya. Di saat kebahagiaan sedang menghampiri rumah tangga mereka karena mengetahui Alexa hamil dan usia kandungannya baru saja memasuki enam minggu, kini ujian pun kembali datang menerpa keluarga mereka, Anggi yang merupakan ibu dari Nico saat ini masuk ke rumah sakit karena kondisinya semakin parah. Segala upaya pengobatan sudah dilakukan, tetapi tidak berhasil dan hasilnya nihil. Takdir telah mengatakan hal lain, Anggi meninggal dunia karena sudah tidak sanggup lagi menahan sakit yang dideritanya.


Suasana haru sedang menyelimuti keluarga yang ditinggalkan. Thalita dan juga sahabat dari Jogja datang menghadiri pemakaman Anggi. Semua memberikan support kepada Nico dan Alexa yang saat ini merasa sangat terpuruk, akan tetapi Alexa tetap berusaha untuk tetap kuat demi Nico. Bagaimanapun juga Nico lah yang paling merasakan kehilangan dan sangat membutuhkan Alexa untuk menguatkannya di saat seperti ini.


"Kak udah ya jangan nangis terus, aku nggak tega lihat keadaan Kakak kayak gini, aku dam calon anak kita juga ikut sedih Kak," kata Alexa yang terus menyemangati sang suami.


"Kenapa Bunda harus pergi secepat ini Bun, padahal aku belum sempat membahagiakan Bunda," ucap Nico.


"Kak udah ya, keinginan terakhir Bunda ingin melihat kita menikah dan aku hamil sudah terwujud Kak. Paling nggak udah nggak ada lagi rasa penyesalan dalam diri kita," kata Alexa.


"Iya Sayang kamu benar," ucap Nico. "Bunda, Nico harap Bunda bahagia di sana ya. Sekarang Bunda udah nggak sakit lagi, Bunda udah bersama dengan Ayah di surga."


Proses pemakaman pun telah selesai dilakukan, para tetangga, kerabat, sahabat, teman mengucapkan belasungkawa kepada Nico. Mereka juga tampak hadir pada malam harinya di acara pengajian yang diadakan di kediaman keluarga Nico.


Keesokan harinya ....


"Makasih ya buat kalian semua yang udah jauh-jauh datang ke sini. Thalita, Bagas, Dion, Raka, saya nggak tau gimana caranya membalas kebaikan kalian. Kalian begitu baik dan peduli sama keluarga saya," ucap Nico dengan matanya yang berkaca-kaca.


"Sama-sama Dokter Nico, Dokter tidak perlu berbicara seperti itu, kita semua sudah saling mengenal cukup lama," kata Bagas.


"Dokter Nico, kita semua juga udah kenal sama Bu Anggi. Jadi nggak ada salahnya kan kalau kita ingin ikut mengantar kepergiannya Bu Anggi," kata Raka.


"Bener tu, lagian Kakak apaan sih pakai makasih segala sama aku. Nggak perlu sungkan kayak gitu Kak, aku ini kan keponakannya Bude. Bahkan Ayah sama Ibu aku juga lagi ada di sini. Jadi memang udah seharusnya aku berada di sini Kak. Tapi maaf ya Kak karena tugas kita numpuk di Jogja, jadi kita nggak bisa lama-lama berada di sini. Hari ini kita harus pulang," ucap Thalita mewakili para sahabatnya itu.


"Iya, saya mengerti kok. Kalian semua hati-hati ya di jalan. Sekali lagi terima kasih," ucap Nico.


"Kakak ipar, kami pulang dulu ya. Terus jaga kesehatan, jaga calon keponakan aku baik-baik ya. Hai keponakan aunty, delapan bulan lagi kita ketemu ya," ucap Thalita sembari mengusap perut Alexa yang masih datar.


Kelakuan Thalita itu berhasil membuat semua yang ada di sekitar tersenyum dan sejenak melupakan kesedihan mereka.


"Iya Aunty. Hati-hati ya kalian semua," ucap Alexa pula.


Setelah berpamitan dengan Andreas, Nico, Alexa, dan kedua orang tua Thalita yang masih berada di kediaman Nico itu, segera saja Thalita, Dion, Raka dan Bagas bersama-sama melakukan perjalanan untuk pulang ke Jogja.


*****


Karena masih dalam suasana berduka seperti ini, Nico dan Alexa belum bisa kembali bekerja ke rumah sakit. Untungnya saat ini pasien tidak terlalu banyak sehingga Arya dapat mengatasinya sendirian. Sehabis bergulat dengan pasien di rumah sakit seharian, Arya juga tidak lupa mengunjungi kediaman Nico untuk mengikuti acara pengajian selama tujuh hari.


Setelah melewati tujuh hari kepergian sang ibunda, barulah Nico dan Alexa kembali lagi melakukan aktivitas mereka seperti biasa di rumah sakit.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Hai readers maaf ya terlambat up. Jangan lupa selalu beri dukungan kalian ya, like, coment, sub, vote dan gift.. Terimakasih. ❤️🥰


Sambil nunggu Otor up yuk mampir di karya teman Otor yang dijamin seru.


Judul Karya : Wanita Milik Tuan Mafia (Cinta Alisha)


Author : Nurmay