Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-117


"Senyum-senyum sendiri aja nih anak Mama, senang banget kayaknya," sindir Cynthia.


"Iya dong Ma. Mama kan tau kalau Alexa itu cinta pertamanya Nathan, gimana coba aku nggak senang ketemu sama dia," kata Nathan.


"Iya sih, tapi kamu juga tahu sendiri kalau Alexa itu sudah mau menikah," kata Cynthia.


"Tapi kan batal Ma karena Nico udah mengkhianati Alexa," hardik Nathan.


"Belum tentu Nathan. Harusnya kamu itu berdoa semoga hubungan Alexa dan tunangannya membaik, itu semuanya hanya kesalahpahaman," kata Cynthia yang mencoba memperingatkan anaknya.


"Udah ya Ma, Mama nggak perlu khawatirin Nathan. Aku itu udah dewasa, aku bisa kok urus masalah percintaan aku sendiri," kata Nathan.


"Mama percaya sama kamu. Tapi ingat ya jangan sampai kamu melakukan hal-hal yang bukan-bukan atau akan merugikan diri kamu sendiri," pesan Cynthia.


"Iya Mamaku sayang. Ya udah deh kalau gitu Nathan mau pergi ke kantor dulu ya Ma," pamit Nathan.


"Iya Sayang. Oh ya terus itu mobil ibunya Dokter Nico gimana? Jam berapa mau diantar ke rumahnya?" Tanya Cynthia.


"Bentar lagi Ma, aku udah suruh orang kok buat antar mobilnya ke rumah ibunya Dokter Nico itu," jawab Nathan.


"Oh gitu, ya sudah kalau gitu kamu hati-hati ya Sayang, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya. Ingat keselamatan itu paling berharga," kata Cynthia.


"Iya Ma, aku pergi dulu ya," ucap Nathan, lalu menyalami dan mencium punggung telapak tangan ibunya, serta mencium keningnya bak seorang kekasih hati.


Setelah itu pun Nathan langsung saja bergegas menuju ke mobilnya dan melaju menuju ke perusahaan.


*****


Jalanan terlihat sangat macet, Nathan yang sangat buru-buru ingin segera sampai ke perusahaan merasa sangat kesal. Saat ia baru saja berhasil melewati kemacetan, tiba-tiba saja mobilnya mogok dan tak tahu entah apa penyebabnya sehingga membuat Nathan menjadi uring-uringan sendiri. Ia mencoba mencari kendaraan umum di sekitar, tetapi tidak menemukannya. Karena menurutnya jika menghubungi supir keluarganya saat ini untuk menjemputnya sudah pasti akan terlambat mengingat jalanan yang sangat macet. Sedangkan ia harus segera sampai ke kantor karena ada meeting penting di pagi ini.


"Brengsek! Baru aja aku senang karena ketemu sama Alexa, sekarang ada aja masalah yang datang. Mana lagi buru-buru banget lagi. Ayo Nathan berpikir," ucap Nathan yang begitu tampak kebingungan.


Saat itu muncul seorang wanita yang menggunakan sepeda motor yang lewat tepat di depan matanya, ia pun langsung saja memberhentikan pengendara tersebut karena Nathan mengira wanita itu adalah tukang ojek.


"Stop!" Teriak Nathan.


Wanita itu pun segera mengerem mendadak sepeda motornya dan hampir saja terjatuh karena cegatan dari Nathan.


"Eh pria gila, cari mati ya. Kalau mau minta ditabrak sama mobil aja sana atau truk sekalian. Saya ini lagi buru-buru pak," kata wanita itu dengan kesal.


"Cih, ngomong apa kamu? Saya mau ngojek ke perusahaan AB," kata Nathan.


"Perusahaan AB? Bukannya itu perusahaan tempat Bapak bekerja ya?" batin wanita itu yang terlihat melamun.


"Heh, malah bengong. Bisa kan antar saya?"


"Tapi saya bukan tukang ojek Pak," bantah wanita itu.


"Ah kebanyakan mikir kamu," kata Nathan lalu ia pun langsung saja naik ke atas motor wanita tersebut. "Cepat, kamu tau kan perusahaan AB itu dimana?" Tanyanya.


"Saya tidak tau," jawab wanita itu berpura-pura.


"Ya sudah saya tunjukkan alamatnya, cepat kamu jalan! Saya buru-buru," kata Nathan.


Dengan sangat terpaksa wanita itu pun menjalankan motornya dan menuju ke perusahaan AB.


Setibanya di perusahaan AB, Nathan tampak bingung mencari dompetnya di dalam saku yang ternyata tidak ada.


"Kenapa Pak, kok bingung? Nggak punya duit ya mau bayar ojek?" Cibir wanita itu.


"Sembarangan kamu, saya ini direktur di perusahaan ini. Bagaimana mungkin saya tidak punya uang, bahkan membayar kamu saja saya sanggup," kata Nathan dengan angkuhnya.


"Sombong banget," cibir wanita itu.


"Kamu gak percaya sama saya?" Tanya Nathan.


"iya-iya saya bayar, tapi dompet sama hp saya ketinggalan di dalam mobil. Gini aja, ini kartu nama saya, nanti kamu bisa menghubungi saya. Saya akan membayarnya 5 kali lipat. sekarang ini saya benar-benar lagi buru-buru mau meeting," kata Nathan sembari menyerahkan selembar kartu nama.


"Sombong banget sih Pak. Nggak ada duit aja songong," kata wanita itu.


"Kurang ajar ya kamu! Berani sekali kamu menghina saya," bentak Nathan yang menatap tajam wanita di depannya itu.


Karena tidak mau memperpanjang masalah, wanita itu pun menerima kartu nama tersebut, lalu ia segera saja pergi meninggalkan Nathan. Karena jika terus meladeni Nathan, sudah pasti ia juga akan terlambat untuk pergi bekerja. Untungnya tempat ia bekerja searah dengan perusahaan AB sehingga bisa dengan cepat sampai ke tempat kerjanya.


*****


Alexa baru saja tiba di rumah sakit, wajahnya tampak lesu dan sangat tidak semangat pagi ini. Ia hanya duduk termenung di kursi kebesarannya. Arya yang baru saja kembali dari dapur membuat minuman segera menghampiri Alexa.


"Pagi Lex," ucap Arya.


"Pagi," balas Alexa.


"Lemes banget. Terus kok tumben telat hari ini ke rumah sakitnya?" Tanya Arya.


"Iya," jawab Alexa singkat.


"Iya apaan sih Lex? Iya telat atau iya lemes?" Tanya Arya.


"Ya iya dua-duanya lah," ketus Alexa.


Arya menghembuskan nafas pelan, ia tahu jika saat ini sahabatnya itu pasti sedang ada masalah.


"Lex, tadi Dokter Nico cariin kamu ke rumah sakit. Memangnya kamu nggak ada hubungi dokter Nico ya? Kamu nggak tidur di rumah Bu Anggi atau di apartemen tadi malam?" Tanya Arya.


"Dokter Nico cariin aku ke sini?" Tanya Alexa balik.


"Iya, pagi-pagi banget. Kebetulan hari ini aku memang datang cepat ke rumah sakit, aku kan piket. Nah Dokter Nico itu kayak panik gitu nyariin kamu. Tapi dia nggak kasih tau aku sih masalahnya apa," kata Arya.


"Biarin aja lah, aku minta tolong sama kamu jangan kasih tau kalau saat ini aku udah ada di rumah sakit," kata Alexa.


"Memang ada apa sih Lex? Kasihan lah Dokter Nico cariin kamu," Tanya Arya.


"Maaf Ar, aku nggak mood buat cerita sekarang, mendingan kamu lanjutin aja kerjaan kamu, aku juga lagi ada kerjaan," ucap Alexa. Lalu ia pun pergi meninggalkan Arya.


"Iya deh Lex. Kapan sih kamu itu mau bersikap terbuka sama aku? Katanya sahabat, tapi ada masalah apa-apa semuanya dipendam sendiri, nggak mau dikasih tau ke aku. Ya sudahlah," gumam Arya. Lalu ia pun menikmati secangkir kopi yang baru saja dibuatnya.


Setelah itu barulah Arya berniat akan melanjutkan pekerjaannya lagi. Karena Arya sendiri sudah cukup lelah sehabis piket tadi pagi, jadi apa salahnya jika ia bersantai sejenak baru melanjutkan pekerjaannya. Karena pagi ini juga Arya tidak mempunyai pekerjaan yang begitu terburu-buru.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Hai guys, otor mau promoin novel karya temen nih. Jangan lupa mampir ya...


Judul karya: Gadis Desa Kesayangan Tuan Muda.


Author: Bunga Alika.