
Setelah lelah mencari keberadaan Alexa yang tak tahu entah ada dimana, Nico pun memutuskan untuk pulang ke apartemen. Hatinya benar-benar hancur, pikirannya pun kalut tak tentu arah. Ia bingung harus mencari Alexa dimana lagi. Ataukah mungkin Alexa ada di Jogja? Ya hanya itulah yang ada dalam pikiran Nico saat ini, kemungkinan benar Alexa sedang ada di Jogja.
Sedangkan saat ini Anggi di rumah merasa sangat cemas karena menunggu kabar dari Nico maupun Alexa. Ia sampai tidak berselera untuk makan ataupun meminum obatnya. Sebagai orang tua, tentu saja Anggi merasa sangat khawatir terhadap anak dan calon menantunya yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri. Seandainya saja kondisinya saat ini tidak lemah, sudah jelas ia pasti akan pergi mencari dimana keberadaan Alexa dan Nico. Mereka berdua juga kompak tidak menjawab telepon dari Anggi sehingga membuatnya bertambah khawatir.
"Ibu, yang sabar ya. Saya yakin kok kalau Dokter Nico dan Dokter Alexa itu akan baik-baik saja," ucap Rika mencoba menenangkan Anggi.
Rika begitu sangat iba dan kasihan melihat Nyonya-nya itu. Karena bagaimanapun juga Anggi adalah wanita yang sangat baik terhadapnya. Meskipun Rika sangat ingin memiliki Nico, tetapi bukan berarti ia juga senang melihat hubungan Nico dan dan Alexa berantakan saat ini, ia masih punya hati karena menurutnya masalah kali ini sangat berpengaruh pada kesehatan Anggi, wanita yang diam-diam sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.
*****
Nico yang terlihat putus asa mencari keberadaan Alexa di Jakarta, memutuskan akan mencari kekasihnya itu ke Jogja tanpa memberitahu dulu kepada ibunya. Akan tetapi tiba-tiba ada sebuah pesan masuk dan Nico pun segera saja melihatnya berharap dari Alexa. Meskipun bukan dari Alexa, tetapi pesan itu mampu membuat mata Nico berbinar membacanya. Dengan begitu semangat, ia pun segera saja mandi dan bersiap-siap lalu beranjak pergi menuju ke rumah sakit. Nico sudah tidak sabar lagi ingin menemui kekasihnya yang saat ini ia tahu sedang berada di rumah sakit.
Arya mengirim pesan untuk Nico awalnya hanya untuk mengabarkan jika ada salah satu pasien yang harus segera dioperasi hari ini dan sangat membutuhkan Dokter Nico. Nico yang berniat akan pergi ke Jogja, menyerahkan semua pekerjaannya kepada Arya. Tetapi saat Arya memberitahu jika Alexa saat ini sedang berada di rumah sakit, dengan sangat semangat Nico langsung saja menyetujuinya.
Sebenarnya Arya juga tidak ingin ikut campur masalah mereka, tetapi bagaimanapun juga ini semua ada hubungannya dengan pekerjaan. Arya juga dapat melihat jika Alexa sama sekali tidak fokus untuk menangani pasien, sedangkan ada beberapa pasien yang harus ditangani dalam penyakit serius termasuk yang akan dioperasi hari ini juga. Akhirnya Arya pun terpaksa untuk menghubungi Nico dan memberitahu keberadaan Alexa saat ini. Bagaimanapun juga, Dokter Nico lah yang bertanggung jawab di Rumah Sakit Hospital Hutama.
*****
Setibanya di rumah sakit, Nico pun terburu-buru keluar dari mobil dan setengah berlari masuk ke dalam rumah sakit. Bukannya langsung ke ruangannya, tetapi ia segera menuju ke ruangan dokter magang untuk mencari keberadaan Alexa. Menurut info yang ia dapat dari Arya, saat ini Alexa sedang berada di ruangan dokter magang dan akan bersiap-siap untuk menangani operasi pasien yang sebentar lagi akan dilaksanankan.
Bertepatan di saat Nico baru saja tiba di depan ruangan dokter magang, ia bertemu dengan Alexa yang hendak keluar dari ruangan tersebut. Ia begitu sangat senang dan langsung saja memeluk kekasihnya itu.
"Sayang, akhirnya aku bisa ketemu juga sama kamu. Kamu dari mana aja sih? Aku itu khawatir banget sama kamu tau nggak, aku udah cari kamu kemana-mana," ucap Nico.
Lalu Nico mengurai pelukannya dan beralih menatap Alexa. Sedangkan Alexa hanya terdiam, pandangannya yang tadi begitu tajam menatap Nico, kini ia lebih memilih mengalihkan pandangannya itu ke arah lain. Nico tak berhenti untuk mencoba menjelaskan kepada Alexa sembari mengguncang pelan tubuhnya.
"Alexa dengerin aku ya, apa yang kamu liat itu nggak benar. Itu semua salah paham, aku bisa jelasin sama kamu, aku juga nggak tau kenapa aku bisa ada di kamar wanita itu dan tidur bersama dia. Tolong kamu dengerin penjelasan aku Lex, masa sih kamu nggak percaya sama aku," ucap Nico.
Dengan kasar Alexa melepas lalu menghempaskan tangan Nico yang menyentuh bahunya, ia memilih pergi dari pandangan Nico. Nico tak tinggal diam, ia mengejar Alexa ke mana Alexa akan pergi.
"Stop! Tolong jangan ikutin aku Kak, biarkan aku tenang. Sekarang ini ada jadwal operasi, mendingan Kakak sama Arya segera tangani pasien itu. Tolong jangan ganggu aku Kak, aku mau sendiri," ucap Alexa, lalu Alexa pun pergi entah ke mana.
Sedangkan Nico saat itu juga dipanggil oleh Arya, karena mereka harus segera menangani pasien. Mungkin Alexa bisa tidak ikut andil dalam operasi kali ini, tetapi tidak dengan Nico yang mengharuskan dirinya untuk menangani langsung. Akhirnya ia pun menunda dulu niatnya untuk menjelaskan kepada kekasihnya itu, karena nyawa pasien juga tak kalah pentingnya dengan masalahnya yang sedang terjadi. Apalagi operasi juga tidak dapat ditunda, sedangkan masalahnya dengan Alexa masih bisa ia jelaskan nanti. Meskipun perasaannya tidak tenang, tetapi ia tetap berusaha untuk tetap fokus menjalani operasi agar semuanya berjalan dengan lancar.
Karena ketidakfokusannya hari ini penyebab dari masalah yang sedang dihadapinya, Alexa pun memilih meminta izin untuk pulang. Akan tetapi ia tidak menyampaikannya itu kepada Nico melainkan kepada Arya dan meminta untuk disampaikan kepada Nico sebagai dokter kepala.
Saat Alexa baru saja melangkahkan kakinya hendak keluar dari rumah sakit, tiba-tiba ia melihat Vina yang saat itu sedang berada di parkiran dan berbicara dengan seseorang. Entah kenapa Alexa sangat ingin mengetahui apa yang sedang Vina bicarakan. Ia pun mengendap-endap mendengarkan pembicaraan Vina dan lawan bicaranya yang ternyata adalah Renata.
"Kak udahlah, kita pulang ya. Kakak mau ngapain ke sini lagi? Udah nggak ada gunanya Kak," cegah Renata.
"Siapa bilang nggak ada gunanya? Kamu tau kan kalau rencana aku buat menjebak Nico itu sudah berhasil. Aku yakin kok kalau sekarang hubungan mereka itu sudah diambang kehancuran. Jadi udah saatnya aku masuk kedalam kehidupan Nico lagi," kata Vina yang membuat Alexa begitu terkejut mendengarnya.
.
.
.
.
.
Bersambung.....