Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-58


"Hust … kamu bisa diam nggak sih? Nggak usah teriak-teriak gitu kenapa, ntar yang lain pada curiga lagi liatin kita," kata Vina.


"Maaf Dok, abisnya saya syok banget dengernya," ungkap Maya. "Tapi itu Dokter beneran serius? Nggak bohong kan?" Tanyanya.


"Memang menurut kamu saya ini lagi bohong? Lagi bercanda sama kamu gitu?" Tanya Vina balik sembari menatap Maya dengan sorotan mata yang tajam.


"Enggak sih Dok, saya tau Dokter Vina nggak pernah bohong sama saya," jawab Maya. Tapi Dok, Dokter tau dari mana?" Tanyanya lagi.


"Kepo banget sih kamu mau tau, udah sana kerja!" Perintah Vina.


"Iya deh Dok," kata Maya sembari memutar bola matanya malas. "Saya permisi Dokter Vina," ucapnya, lalu ia pun melangkahkan kaki meninggalkan Dokter Vina.


"Tunggu!" Panggil Vina, sehingga langkah kaki Maya pun terhenti.


Maya segera membalikkan badannya dan tersenyum menghadap dokter Vina, "Ada apa Dok? Pasti Dokter berubah pikiran kan mau kasih tau ke saya?" Tanya Maya dengan percaya diri.


"Kepedean banget kamu. Saya cuma mau bilang jangan sampai mulut gosip kamu itu nyebarin apa yang udah saya sampaikan ke kamu tadi," kata Vina dengan tegas.


"Kenapa Dok?" Tanya Maya.


"Karena Alexa harus tau langsung dari mulut saya lah," jawab Vina dengan jutek.


"Iya Dok saya ngerti, tapi setelah Dokter Alexa udah tau dari Dokter Vina, saya boleh dong nyebarin berita ini?" Kata Maya penuh harap.


"Iya, berisik banget sih kamu. Udah sana pergi!" Usir Vina sembari mengibaskan tangannya seperti mengusir anak ayam.


"Iya, iya, nggak perlu diusir-usir juga kali Dok. jangan lama-lama ya Dok ngomong ke Dokter Alexa-nya, saya udah nggak sabar banget nih mau nyebarin berita heboh ini," kata Maya.


Vina tidak merespon apapun, ia memilih pergi meninggalkan Maya dan melangkahkan kaki menuju ke ruangannya.


Saat sedang berjalan, kebetulan Vina bertemu dengan Alexa yang tersenyum kepadanya.


"Dokter Vina gimana kabarnya? Sehat kan?" Tanya Alexa sekedar menyapa.


"Ya sehat, sehat banget seperti yang kamu liat," jawab Vina malas. "Oh iya Dokter Alexa, saya mau ngucapin terimakasih loh sama kamu. Harusnya dari kemarin ya saya ucapin, cuma baru sempat sekarang aja," ucap Vina.


"Terima kasih buat apa Dok?" Tanya Alexa.


"Ya karena berkat kamu, saya tidak jadi dikeluarkan dan tidak jadi dilaporkan ke Polisi oleh Nico dan-" ucapan Vina terputus.


"Dan? Dan apa Dok?" Tanya Alexa dan mengerlingkan kedua matanya.


"Saya bisa menikmati liburan selama di skors dan juga mendapatkan informasi-informasi heboh yang membuat hidup saya senang," sambung Vina.


"Oh ya? Ya bagus dong kalau gitu," ucap Alexa yang tidak mau tahu apa itu yang membuat Vina bahagia.


"Memangnya kamu nggak mau tau, apa informasi yang sudah membuat saya begitu bahagia saat ini?" Tanya Vina, ia berharap jika Alexa penasaran dan menanyakan kepadanya.


"Enggak tuh, emang kenapa? Dokter Vina berharap ya kalau saya itu penasaran sama informasi yang Dokter Vina dapatkan itu?" Tanya Alexa balik.


"Maksud kamu apa ngomong kayak gitu?" Tanya Vina yang entah kenapa emosinya terpancing.


"Santai aja dong Dok, kok kayaknya Dokter emosi gitu sih," kata Alexa.


"Enggak, siapa juga yang emosi," ucap Vina, ia berusaha untuk tetap tenang. "Untuk sekarang ini, aku ngalah aja deh dulu, tapi kamu lihat aja nanti Alexa, tunggu aja tanggal mainnya," batin Vina.


"Ya udah Dokter Vina, kalau gitu Dokter lanjutin aja perjalanannya, soalnya saya juga masih ada urusan. Saya permisi Dok," kata Alexa.


"Ya," jawab Vina singkat.


"Syukurlah kalau Dokter Vina merasa bahagia dengan diskors, mudah-mudahan aja dia benar-benar bisa berubah. Tapi kenapa feeling aku nggak enak ya waktu Dokter Vina bilang dia mendapatkan informasi yang membuat dia bahagia? Ah ngapain juga sih dipikirin, itu kan bukan urusan aku, nggak penting juga," gumam Alexa sembari melangkahkan kakinya.


*****


"Dor …," ucap Arya yang tiba-tiba mengejutkan Alexa.


"Apaan sih Ar," kata Alexa.


"Tumben nggak terkejut, biasanya juga langsung terkejut tuh," kata Arya.


"Iya, iya. Eh tadi aku ngeliat kamu lagi ngobrol sama Mak lampir di situ, emang kalian ngobrolin apaan?" Tanya Arya.


"Mau tau aja, kepo, ngobrol sesama wanita lah. Emang kamu mau tau apa urusan wanita," jawab Alexa.


"Oh urusan wanita, kalau gitu nggak deh, aku nggak mau tau," kata Arya.


"Ya udah kalau nggak mau tau," ucap Alexa.


"Ngomong-ngomong kamu mau ke mana Lex?" Tanya Arya.


"Ke ruangan, kamu sendiri mau ke mana?" Jawab Alexa dan bertanya balik.


"Aku juga mau ke ruangan nih, yuk bareng," ajak Arya.


"Yuk," jawab Alexa, lalu mereka berdua pun melangkahkan kaki beriringan menuju ruangan Dokter magang.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 siang, Alexa yang merasakan perutnya lapar, segera beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Arya yang sedang serius memeriksa beberapa berkas.


"Ar nggak ke kantin?" Tanya Alexa.


"Bentar lagi deh, kenapa Lex?" Tanya Arya pula.


"Pakai nanya lagi, ya aku mau ngajakin kamu ke kantin lah. Lagian jam 01.00 nanti kan kita ada operasi, jadi paling nggak perut kita terisi dong dari sekarang," kata Alexa.


"Iya sih bener juga, tapi kamu nggak ngajak Dokter Nico makan siang?" Tanya Arya.


"Dokter Nido kan lagi nggak ada di rumah sakit, dia lagi ke rumah sakit Antariksa, kamu lupa ya," kata Alexa.


"Oh iya aku lupa, ya udah deh kalau gitu aku kemas berkas ini dulu ya," kata Arya sambil mengemasi berkas yang ada di atas meja dan menyimpannya di dalam laci. Setelah itu mereka berdua pun langsung saja pergi menuju ke kantin untuk makan siang bersama.


Tanpa Alexa ketahui, ternyata Nico sudah kembali ke rumah sakit dan saat ini sedang berada di ruangannya. Vina yang mengetahui akan hal itu pun langsung saja datang ke ruangan Dokter kepala untuk menemui Nico.


Tok … tok … tok … Vina mengetuk pintu ruangan Nico.


"Masuk!" Ucap Nico.


Vina membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Dokter Vina, ada apa?" Tanya Nico.


"Ada yang mau saya omongin sama Dokter," jawab Vina.


"Kalau penting, silahkan duduk!" ucap Nico.


"Iya ini penting banget Dok," kata Vina, lalu ia pun duduk di kursi seberang Nico.


"Ya udah langsung sampaikan aja, kamu mau ngomong apa?" Tanya Nico.


Vina mengatur nafasnya terlebih dahulu, lalu ia pun menyampaikan apa yang ingin dikatakannya kepada Nico.


"Dokter Nico, apa kamu tau kalau Alexa itu adalah anak dari seorang napi?" Tanya Vina.


.


.


.


.


.


Bersambung.....