
Begitu mendengar kabar dari salah satu suster, Nico segera saja menghampiri Vina yang saat ini sedang menunggunya di depan ruangannya itu. Ia sudah tidak sabar lagi ingin menemui wanita yang sudah menghancurkan hubungannya dengan kekasihnya.
Vina tersenyum saat melihat kehadiran Nico yang saat ini sedang mendekatinya.
"Kamu baru selesai operasi ya? Aku udah nungguin kamu dari tadi," kata Vina.
"Kebetulan sekali kamu datang ke sini, sekarang jelasin sama saya apa yang sudah kamu lakukan sampai saya-" Nico menghentikan ucapannya, karena ia tersadar jika saat ini mereka sedang berada di tempat umum.
Nico segera saja menarik tangan Vina untuk masuk ke dalam ruangannya. Vina tersenyum karena menurutnya, ia sudah berhasil menaklukkan Nico.
Sekarang cepat kamu jelaskan sama saya, kamu kan yang udah menjebak saya sampai saya bisa tidur sama kamu tadi malam?" Tanya Nico.
"Nggak Nico, untuk apa juga aku menjebak kamu, sedangkan kamu tau sendiri aku lagi sakit. Kamu yang tiba-tiba menggoda aku dan ngajak aku buat tidur bareng dan melakukannya. Aku nggak berdaya waktu itu Co, karena aku lagi sakit, jadi aku hanya bisa menuruti saja permintaan kamu. Dan sekarang aku datang ke sini mau minta pertanggungjawaban kamu," kata Vina.
"Omong kosong. Pertanggungjawaban, pertanggungjawaban apa maksud kamu? Saya tidak melakukan apapun terhadap kamu," kata Nico yang begitu muak dan jijik mendengar Vina mengada-ngada, ia juga sangat murka terhadap wanita yang ada di depannya saat ini.
Akan tetapi Vina dengan tak tahu malunya mendekati Nico lalu memeluknya begitu saja yang membuat Nico begitu terkejut.
"Lepas!" Bentak Nico dan mencoba melepaskan pelukan Vina itu.
"Nggak," jawab Vina, ia malah semakin erat memeluk pujaan hatinya.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu ruangan Nico dan ternyata orang tersebut adalah Alexa. Sontak Nico terkejut melihatnya, ia reflek mendorong Vina dengan sangat kuat hingga terbentur ke dinding.
"Sayang, kamu balik lagi? Aku bisa jelasin kalau ini semua salah paham, wanita ini yang udah memeluk aku tadi," kata Nico.
"Kak, aku datang ke sini cuma mau bilang sama kamu kalau aku nggak mau nikah sama Kakak dua minggu lagi," kata Alexa.
Nico sangat terkejut, sedangkan Vina tersenyum mendengar akan hal itu. Ia benar-benar merasa puas dan merasa menang karena rencananya telah berhasil.
"Alexa, aku kan udah bilang sama kamu kalau aku bisa jelasin, semuanya hanya salah paham. Kenapa kamu tiba-tiba membatalkan pernikahan kita gitu aja. Kamu dengarkan dulu penjelasan aku, aku akan cari buktinya bahwa yang aku-" ucapan Nico terhenti.
"Stop! Aku nggak mau kita menikah dua minggu lagi, itu terlalu lama Kak. Aku mau tiga hari lagi kita menikah," kata Alexa mencela ucapan Nico begitu saja.
Antara terkejut dan juga senang mendengarnya, Nico tidak menyangka dengan ucapan yang baru saja keluar dari mulut Alexa. Kini keadaannya terbalik, Vina yang tadinya begitu senang kini merasa sangat terkejut dan dibuat kepanasan sendiri karena mendengar ucapan dari Alexa itu.
"Maksud kamu? Kamu serius kan Sayang?" Tanya Nico.
"Memang kenapa? Kamu gak mau nikah cepat sama aku?" tanya Alexa balik.
"Tentu aja aku mau," Nico menjawab dengan cepat. "Aku cuma terkejut aja."
"Karena semakin lama kita menunda pernikahan kita, maka pelakor yang ingin merusak hubungan kita akan dengan sangat leluasa merencanakan kejahatan-kejahatannya lagi untuk mencoba memisahkan kita. Jadi menurut aku, lebih baik kita cepat-cepat aja menikah agar tidak ada yang dapat mengganggu hubungan kita lagi," kata Alexa begitu tegasnya sembari melirik Vina.
"Cukup! Cukup Vina kamu bersandiwara di depan aku, aku udah tau dan dengar semuanya," kata Alexa.
"Dengar? Dengar apa maksud kamu? Kamu nggak usah mengada-ngada ya Alexa. Nico ini hanya milik aku, nggak akan pernah menjadi milik kamu sampai kapanpun," kata Vina begitu PD-nya.
"Jadi kamu mau bukti tentang semua kelicikan kamu itu? Tentang apa yang udah kamu lakukan?" Tanya Alexa.
Vina tampak begitu ketakutan, tapi ia berusaha untuk bersikap tenang karena tidak mau terlihat kalah di depan Nico dan Alexa, ia harus tetap menjalankan rencananya.
Lalu Alexa membuka rekaman tentang percakapannya dengan Renata saat di parkiran tadi. Alexa yang sudah merasa sangat curiga dengan Vina memang sengaja merekam semua pembicaraannya itu, bahkan Alexa sempat mengejar Renata saat Vina sudah masuk ke dalam rumah sakit. Ia menanyakan tentang semuanya kepada Renata, ternyata benar semua itu adalah jebakan Vina yang begitu sangat licik ingin memiliki Nico. Bahkan dalam rekaman tersebut Vina mengakui jika Nico sama sekali tidak melakukan apapun terhadapnya. Itu semua hanya Vina saja yang mengada-ngada agar Nico mau bertanggung jawab atas dirinya dan menikahinya.
Vina sangat syok mendengarnya, ia tidak percaya jika Renata yang merupakan adik kandungnya itu akan membongkar semua kejahatannya di depan Alexa. Dan yang lebih membuat Vina mati kutu, Alexa sudah mendengarnya sendiri secara langsung.
Nico begitu sangat lega karena Alexa dapat mendengarnya sendiri karena ia tidak mau mendengar penjelasan darinya.
"Nggak ini nggak mungkin, Renata itu udah bohong. Mana mungkin aku melakukan hal sekeji itu sama Nico, aku ini cinta sama Nico," bantah Vina yang masih saja ingin membela dirinya sendiri.
"Diam! Dasar wanita murahan, kamu mau mengelak gimana lagi hah? Semua udah jelas, itu suara kamu kan. Kamu mau menuduh kalau Alexa gitu yang mengeditnya? Nggak mungkin secepat itu Vina, ini baru saja terjadi dan adik kamu sendiri juga mengakuinya. Kamu benar-benar keterlaluan! Aku nggak nyangka kalau kamu bisa melakukan hal kotor seperti itu," Nico membentak Vina dan menatapnya penuh kebencian. Rasa emosinya sudah meluap-luap dan tak dapat dibendung lagi.
Vina tak dapat lagi mengelak, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Nico karena sudah sangat malu dan tertangkap basah. Akhirnya Vina pun memutuskan untuk pergi dari situ tanpa berbicara sepatah katapun lagi terhadap Nico maupun Alexa.
Sementara Alexa saat ini masih terdiam, Nico segera saja menghampiri kekasihnya itu dan memeluknya dengan erat.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Yuk guys mampir di karya teman aku, dijamin gak kalah serunya dengan karya yang lain.
Judul : Wanita Satu Malam
Napen : Nana Shin