Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-35


Nico senyum-senyum sendiri melihat Alexa yang memakan jajanannya itu dengan rakus, tidak ada imut-imutnya sama sekali, bahkan ada saos dan juga mayones belepotan di sudut bibir mungilnya itu. Nico pun segera membersihkannya dengan jari yang membuat Alexa terkejut dan menghentikan makannya, kini ia beralih menatap Nico karena tiba-tiba mendapatkan perlakuan itu dari Nico.


"Makannya jangan belepotan gini dong sayang," ucap Nico. Alexa segera mengambil tisu lalu mengusap kotoran yang ada di wajahnya.


"Udah bersih kan Kak? Aku lanjutin makan ya," kata Alexa.


"Iya Sayang, pelan-pelan aja ya makannya," kata Nico.


Alexa hanya mengangguk lalu melanjutkan kembali mengunyah cemilannya dengan perlahan.


Setelah menikmati cemilan malam, Alexa dan Nico berjalan-jalan sebentar taman, dimana banyak sekali para muda mudi maupun para keluarga yang ada disana, maklum saja karena ini adalah malam minggu. Nico menggenggam erat tangan Alexa seakan takut Alexa akan hilang di tengah keramaian.


"Wah ... ternyata di sini juga banyak cemilan ya Kak," kata Alexa merasa kagum.


"Iya dong, kan di sini juga jadi tempat nongkrong baik keluarga, yang muda maupun yang tua, jadi udah pasti kesempatan ini dipergunakan oleh para pedagang kaki lima untuk mencari rezeki," jawab Nico. "Kamu mau jajan lagi?" Tanyanya.


"Gak Kak, aku udah kenyang banget. Emangnya perut aku ini, perut karet apa," jawab Alexa.


"Kali aja mau," ucap Nico.


"Udah Kak jangan mancing deh, aku ini suka lapar mata tau, suka khilaf, apalagi kalau di tawarin terus kayak gini," ujar Alexa.


"Hu ... memang dasarnya kamu aja tuh yang doyan jajan," ujar Nico sembari mengacak-acak rambut Alexa.


"Kakak, rambut aku jadi berantakan tau," protes Alex yang mengerucutkan bibirnya.


"Udah, jangan maju-maju tuh bibir, aku cium ya nanti," kata Nico.


"Kakak, ini ramai orang loh. Mana mungkin Kakak berani cium aku di depan umum kayak gini," tantang Alexa.


Cup ... Nico mencium bibir Alexa sekilas.


Sontak Alexa terkejut dan menutup mulut dengan tangannya. Ia tidak menyangka jika Nico benar-benar akan berani menciumnya di depan umum.


"Makanya jangan berani nantangin aku ya," kata Nico dan menampilkan senyum manisnya.


Sementara Alexa hanya diam saja, pipinya memerah karena malu atas perlakuan kekasihnya itu.


"Kita beli gugali aja, mau ...?" tawar Nico dan hanya dijawab anggukan oleh Alexa.


*****


"Oh ... jadi kamu itu Dokter?" Tanya Bagas di sela-sela makan malam mereka, Vina hanya memesan cemilan untuk menemani Bagas makan.


"Iya, bahkan adik aku yang menyewa apartemen di sebelah kamu itu juga Dokter, makanya kita susah banget dapat cuti," jawab Vina.


"Iya, iya aku paham kok, soalnya anak dari Bos aku itu juga Dokter, sama lah seperti yang kamu bilang, selalu sibuk, waktu libur hampir gak ada," kata Bagas.


"Ya begitu lah, tapi itu semua kan udah resiko dan tanggung jawab dari masing-masing profesi atau kerjaan kita kan? Aku harap, kamu bisa melewati ini semua ya Bagas dan cepat dapat kerjaan lainnya nanti," kata Vina.


"Aamiin, makasih banyak ya Vin atas semangatnya," ucap Bagas.


"Iya sama-sama Gas," jawab Vina.


Vina dan Bagas terlihat begitu sangat akrab, meskipun mereka berdua baru kenal, mereka berdua mengobrol, bercanda seakan beban diantara keduanya hilang. Vina melupakan kesedihannya sejenak atas hubungan Nico dan Alexa, begitu juga dengan Bagas yang merasa saat ini ia sedang tidak memiliki masalah apapun.


Tiba-tiba Vina teringat bahwa dirinya pernah melihat Bagas, tapi ia lupa dan dimana. Yang jelas Vina merasa sudah pernah melihat Bagas sebelumnya.


Drt ... drt ... drt ... ponsel Vina bergetar ada panggilan telepon dari adiknya, Renata.


"Bagas, sebentar ya, aku angkat telepon dari adik aku dulu," ucap Vina.


"Iya Vin, silahkan!" jawab Bagas.


"Halo Dek," ucap Vina saat menjawab telepon tersebut.


"Duh ... ngomongnya pelan-pelan aja kenapa sih, lagi di luar, makan," jawab Vina.


"Ya maaf, aku kan khawatir Kak. Kakak makan dimana? Aku jemput ya," Tanya Renata.


"Gak usah, Kakak sama temen bentar lagi juga pulang," jawab Vina.


"Hah? Sama siapa Kak?" Tanya Renata.


"Ada deh, ya udah tunggu aja ya di apartemen, bye ...," ucap Vina.


Lalu ia memutuskan panggilan telepon.


"Ya udah kita pulang aja yuk, kasian adik kamu pasti khawatir banget," ajak Bagas.


"Iya, yuk," jawab Vina.


*****


Nico dan Alexa telah tiba di apartemen, tepatnya mereka sedang berada di depan apartemen Alexa.


"Makasih Sayang, aku kenyang banget," ucap Alexa sembari memegang perutnya.


"Sama-sama Sayang, aku happy kalau liat kamu happy kayak gini, besok-besok aku ajakin kamu jajan di pusat cemilan yang lain lagi ya," kata Nico.


"Kak Nico baik banget sih, kata Alexa sembari merangkul manja lengan kekasihnya itu. "Tapi Kak, jangan ajak aku makan terus dong, entar aku gendut gimana, pasti Kakak bakalan tinggalin aku deh, atau Kakak emang sengaja ya mau buat aku gendut, biar Kak Nico bisa cari cewek lain," ujarnya.


"Udah, udah, apaan sih ngomongnya ngelantur kemana-mana. Dengar ya mau kamu gendut atau kurus, selagi kamu masih setia sama aku, aku gak bakalan tinggalin kamu, aku akan tetap sayang dan cinta sama kamu," kata Nico.


"Makasih ya Kak, aku lega dengarnya," ucap Alexa dengan senyumnya yang mengambang.


"Sama-sama Sayang, kalau nanti kamu ngerasain perut kamu gak enak kasih tau ke aku ya," kata Nico.


"Tenang aja Kak aku gak bakalan kenapa-kenapa kok, kecuali aku gak makan. Ini kan kamu udah kasih aku makan banyak kayak tadi Kak," ucap Alexa dengan entengnya.


"Kasih makan? Memangnya kamu anak kucing apa?" Tanya Nico.


"Bukan anak kucing aja Kak yang harus di kasih makan, tapi anak orang juga," jawab Alexa.


"Jangankan cuma jajanan kayak gitu, seluruh kebutuhan kamu juga bakalan aku penuhin, baik lahir maupun batin," kata Nico.


"Maksud Kakak?" Tanya Alexa yang tidak mengerti.


"Masak kamu gak ngerti Sayang, maksudnya kalau kita udah nikah nanti," jelas Nico.


"Ih ... Kak Nico, lagi-lagi ngomongin nikah, emangnya nikah bisa semudah itu. Kita aja baru pacaran Kak," protes Alexa.


"Kan gak sekarang juga nikahnya Lex, lagian Bunda udah restuin kita loh," kata Nico.


Tiba-tiba Alexa tertunduk, wajahnya tampak murung karena ia ingat sesuatu.


.


.


.


.


.


Bersambung.....