Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-111


"Halo Bunda," ucap Nico yang menjawab telpon dari ibunya.


"Halo Nico, kalian lagi dimana?" Tanya Anggi dari seberang telepon.


"Bun, kami masih di Jogja. Cuaca di Jogja lagi hujan lebat, jadi kami tidak bisa melanjutkan perjalanan untuk pulang ke Jakarta hari ini," jawab Nico.


"Oh … gitu, di sini belum hujan sih tapi cuacanya juga mendung. Jadi lebih baik kalian memang tidak usah melanjutkan perjalanan dulu. Kalian nginap aja dulu di Jogja, kan bisa nginap di rumahnya Bulek kamu," kata Anggi.


"Iya Bun, tapi kita udah ada di penginapan Bun. Soalnya tadi kebetulan saat kita lagi makan terus hujan lebat, jadinya kita sekalian aja cari penginapan yang dekat-dekat sini aja," kata Nico.


"Oh gitu, terus bagaimana pertemuan kalian dengan Pak Andreas?" Tanya Anggi.


"Soal itu Bunda tenang aja ya, yang jelas ada kabar baik. Besok setelah sampai di Jakarta dan ketemu Bunda, Nico pasti langsung kasih tahu," jawab Nico.


"Oh … jadi main rahasia-rahasiaan nih sama Bunda," kata Anggi.


"Bukan gitu Bun, ini juga kan cuacanya nggak baik, ada petir, takut ah lama-lama megang ponsel," kata Nico beralasan.


"Iya deh kalau memang seperti itu. Yang penting kalau memang itu kabar baik, setidaknya udah buat Bunda Lega. Intinya Pak Andreas setuju kan?" Tanya Anggi yang sebenarnya sangat penasaran.


"Iya Bun, ya udah kalau gitu Nico matiin ya Bun teleponnya," kata Nico.


"Iya Sayang. Salam ya buat Alexa. Besok kalian hati-hati pulang ke Jakarta-nya, kalau cuacanya belum bagus mendingan kalian jangan pulang dulu ya," kata Anggi.


"Iya Bun, nanti Nico sampaikan ya sama Alexa," kata Nico.


Lalu panggilan telepon pun berakhir.


*****


Selesai menelpon sang ibunda, Nico pun kembali menghampiri Alexa yang ternyata saat itu sudah tertidur pulas, padahal mereka belum sempat untuk makan malam. Akhirnya Nico pun berbaring di samping Alexa dan tanpa sadar ia ikut terlelap juga.


Tepat pukul jam 02.00 dini hari, Alexa merasakan perutnya pedih karena asam lambungnya kambuh. Tadinya ia pikir karena sudah makan sore hari jadi tidak akan menjadi masalah jika tidak makan malam, tetapi ternyata perutnya itu terasa sakit dan tidak tertahankan. Sebisa mungkin Alexa menahan suara rintihannya agar tidak terdengar oleh Nico, ia tidak mau mengganggu istirahat Nico apalagi sampai kekasihnya menjadi khawatir.


Secara perlahan Alexa pun turun dari tempat tidur, ia meringkuk di samping ranjang sembari memegangi perutnya yang terasa begitu nyeri seperti ditusuk-tusuk ribuan jarum. Akan tetapi bagaimanapun juga ia menyembunyikannya, tetap saja tangisan dan rintihannya itu terdengar oleh Nico sehingga menyebabkannya terbangun.


Nico sangat terkejut saat melihat Alexa saat itu sedang berada di bawah dan menangis, ia pun langsung saja menghampiri kekasihnya itu karena merasa sangat khawatir dan Panik.


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Nico. Ia yang melihat Alexa memegangi perutnya itu sudah tahu jika Alexa pasti sedang menahan sakit karena penyakit asam lambungnya itu kambuh.


"Sakit Kak, sakit banget," rintih Alexa.


"Asam lambung kamu pasti kumat ya? Ini pasti gara-gara kita nggak makan malam kan?" Tanya Nico yang sudah tahu jelas apa penyebabnya.


Alexa hanya terdiam, ia tidak menjawab pertanyaan apapun dari Nico, ia hanya menahan rasa sakit itu hingga keringat bercucuran di keningnya meskipun cuaca malam ini sangat dingin, ditambah lagi dinginnya AC di dalam kamar penginapan tersebut.


Sayang, kamu tunggu sini sebentar ya. Aku yakin pasti ada yang menjaga penginapan ini kan, aku akan minta air hangat dulu sama mereka," kata Nico dan di tanggapi anggukan pelan oleh Alexa.


Lalu Nico segera saja keluar dari kamar untuk mencari sesuatu agar dapat menolong kekasihnya itu.


Tidak lama kemudian, Nico telah kembali dan membawa air hangat yang telah diisi dalam botol beserta obat seadanya yang ia dapat dari penjaga penginapan. Nico segera membantu Alexa untuk meminum obat penyakit asam lambung yang aman diminum sebelum makan. Meskipun obat tersebut bukanlah obat yang biasa diminum oleh Alexa, setidaknya obat tersebut dapat meringankan nyeri Alexa saat ini, karena Alexa sendiri lupa membawa obat asam lambungnya. Sementara lokasi apotek cukup jauh dari penginapan, ditambah lagi cuaca yang masih hujan membuat Nico tidak bisa untuk mencari obatnya keluar, sedangkan Alexa saat ini harus segera minum obat sebelum penyakitnya semakin parah.


Nico juga membawa sepotong roti untuk mengisi perut Alexa, karena pada malam hari restauran pada penginapan tersebut sudah tutup. Setelah itu, Nico membantu Alexa untuk berbaring di tempat tidur dan juga mengompres perut sang kekasih dengan air hangat dalam botol yang dibawanya tadi.


Setengah jam kemudian, apa yang Nico lakukan itu tidak sia-sia. Alexa sudah merasa sedikit lega karena sakit diperutnya sedikit berkurang.


"Iya Sayang sama-sama, syukurlah. Kamu bikin aku khawatir banget tadi. Kenapa sih kamu nggak bangunin aku aja pas ngerasa sakit kayak gitu," kata Nico.


"Maaf Kak, aku nggak mau mengganggu istirahat Kakak," ucap Alexa.


"Nggak ada yang mengganggu. Terus apa gunanya aku di sini kalau kamu nggak mau kasih tau aku?" Kata Nico yang tanpa sadar telah berbicara dengan suara meninggi.


Alexa dibuat terdiam dan tampak sedih. Nico menjadi merasa bersalah karena telah sedikit membentak sang kekasih, akan tetapi itu semua ia lakukan hanya karena rasa kekhawatirannya terhadap Alexa.


Nico menghembuskan nafas secara perlahan, lalu ia membelai rambut Alexa dengan lembut.


"Sayang, maafin aku ya kalau tadi udah bentak kamu. Aku cuma merasa khawatir aja sama kamu," ucap Nico.


"Iya Kak nggak apa-apa kok," jawab Alexa.


"Ya udah kalau gitu sekarang kamu tidur aja lagi ya. Nanti setelah aku pastiin kamu udah nyenyak, baru aku ikut tidur," kata Nico.


Alexa mengangguk, lalu ia pun memejamkan matanya hingga tidak berapa lama kemudian ia pun terlelap dan disusul oleh Nico ke alam mimpi.


*****


Keesokan harinya, Alexa yang sudah mandi dan rapi itu akan membangunkan Nico yang masih terlelap di balik selimutnya. Alexa menyentuh lembut pipi tampan milik sang kekasih sehingga membuatnya tersadar akibat belaian itu. Saat Alexa akan mengalihkan tangannya dari pipi Nico, dengan cepat Nico menarik tangannya itu sehingga Alexa pun terjatuh di dalam pelukan Nico dengan posisi kedua bibir mereka yang saling menyentuh.


Nico yang sedari tadi sudah bangun, sengaja bersikap jahil mengerjai Alexa. Ia langsung saja melu*** bibir Alexa serta mendapatkan balasan dari sang kekasih. Akan tetapi, sebelum ciuman itu semakin dalam Alexa pun langsung saja melepaskan pagutan mereka. Nico tersenyum, ia sangat suka melihat wajah malu kekasihnya saat ini yang dilihatnya begitu sangat mengemaskan.


"Kak buruan bangun terus mandi, ntar kita kesiangan balik ke Jakarta-nya," kata Alexa.


"Iya Sayang, tapi kamu udah baik-baik aja kan?" Tanya Nico.


"Udah dong, ini semua berkat Dokter Nico," jawab Alexa yang tersenyum manis.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Hai guys, Otor mau rekomendasikan novel karya teman Otor yang gak kalah menarik dengan novel lainnya.


Judul : Talak Aku


Napen : Arion Alfattah


Yuk Mampir dan mohon dukungan kalian ya 🥰