
Hari pun berganti minggu, minggu berganti bulan, tidak terasa kini usia kandungan Alexa sudah memasuki usia 36 minggu, bertepatan dengan akan berakhirnya masa magang Alexa yang ia jalani selama dua tahun. Alexa begitu sangat senang, karena di detik-detik terakhirnya menjadi dokter magang, ia juga akan menyambut kelahiran bayi yang saat ini masih berada di dalam perutnya.
Tidak berapa lama kemudian, Alexa pun sudah berhasil melewati masa magangnya selama dua tahun menjadi Dokter Magang di Rumah Sakit Hospital Hutama. Setelah melewati perjalanan panjang, melewati suka dan duka, kini ia berhasil menjadi Dokter Bedah ternama dan terhebat. Alexa tetap melanjutkan bekerja di rumah sakit tersebut, karena rumah sakit tersebut memang milik keluarga suaminya sendiri. Terlebih lagi kedua orang tua Nico juga telah meninggal dunia, sehingga Nico lah pemilik satu-satunya rumah sakit itu dan sekarang menjadi milik Alexa juga.
Alexa dan Nico begitu sangat kompak dalam bekerja, tak jarang juga mereka memamerkan kemesraan di depan para dokter, suster dan juga pasien yang membuat siapapun yang melihat mereka itu akan merasa iri dan juga kagum. Nico sangat memperhatikan sang istri yang saat ini lebih cepat lelah karena kondisi perutnya yang terlihat sangat membuncit dan sedang menunggu detik-detik kelahiran bayi mereka.
*****
Malam hari saat sedang tidur, Alexa tiba-tiba terbangun karena merasakan perutnya yang begitu sakit. Semakin lama sakitnya kian terasa hingga Alexa segera saja membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas, karena ia sudah tak tahan lagi menahan rasa sakitnya itu.
"Kak, Kak Nico bangun Kak. Perut aku sakit banget," panggil Alexa sembari mengguncang tubuh Nico.
Nico pun terbangun akibat guncangan tersebut dan mendapati sang istri sedang merintih kesakitan.
"Kamu kenapa Sayang?" Tanya Nico yang terlihat panik.
"Perut akau sakit Kak, nggak karuan banget rasanya. Seperti ada yang mendorong-dorong di dalam. Apa jangan-jangan aku mau lahiran ya Kak," kata Alexa sembari memegangi perutnya.
"Aku rasa memang seperti itu. Sekarang kita langsung pergi aja ya ke rumah sakit," kata Nico dan dijawab anggukan oleh Alexa.
Saat ini, waktu telah menunjukkan pukul 10.00 malam. Sehabis makan malam tadi, Alexa dan Nico memang terlebih dahulu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat karena tubuh mereka yang begitu lelah. Sedangkan Andreas dan Bagas masih berada di ruang keluarga menonton televisi bersama.
Semenjak mengetahui Alexa dan Andreas adalah keluarganya, Bagas pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan membantu bisnis papanya yang ada di Jakarta. Sedangkan perusahaan yang ada di Jogja telah Andreas serahkan kepada orang lain. Karena Andreas juga ingin berkumpul bersama kedua anaknya di masa tuanya ini.
Nico segera saja menuntun sang istri untuk turun ke lantai bawah, karena ia sudah tidak kuat lagi untuk menggendong Alexa yang perutnya sudah sangat besar itu.
"Pa, Mas Bagas, tolongin aku!" Teriak Nico.
Bagas dan Andreas yang mendengar teriakan Nico itu pun segera saja menghampirinya. Mereka berdua sangat terkejut melihat Alexa yang saat itu sedang kesakitan.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Andreas.
"Iya Dek kamu kenapa?" Tanya Bagas pula.
"Pa, Mas, sepertinya Alexa mau melahirkan. Sekarang kita bawa aja Alexa ke rumah sakit," kata Nico.
"Ya sudah, ayo kita bawa," jawab Andreas. Lalu ia pun membantu untuk menuntun Alexa, sedangkan Bagas langsung saja berlari menuju ke garasi untuk menyiapkan mobil.
Lalu mereka segera membawa Alexa menuju ke rumah sakit. Tidak lupa pula Bagas memberitahu kabar tersebut kepada Thalita, karena ia sudah berjanji kepada sahabat adiknya itu bahwa ia akan memberikan kabar jika Alexa sudah mau melahirkan.
*****
Setelah dilakukan pemeriksaan, benar saja saat ini Alexa sudah dalam bukaan penuh dan siap untuk melahirkan. Nico saat itu juga sudah berada di ruang bersalin untuk menemani istrinya melahirkan. Sedangkan ayah dan Kakaknya itu menunggu di depan ruang bersalin sambil berdoa untuk keselamatan Alexa dan anaknya.
Dengan susah payah dan penuh perjuangan, Alexa mengejan sekuat tenaga tanpa putus hingga ia pun berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki sehat, sempurna dan tampan ke dunia. Bayinya saat ini sudah dibersihkan dan sedang digendong oleh sang ayah.
"Sayang, ini anak kita," ucap Nico sembari memperlihatkan anak mereka yang diberi nama Nino Alexander Hutama.
"Iya dong, siapa dulu Papanya," ucap Nico dengan bangga.
Selain Nico dan Alexa, Andreas dan Bagas pun tampak begitu sangat bahagia melihat kehadiran cucu dan keponakan yang lucu menggemaskan itu.
"Duh … keponakan Om cakep banget sih, mirip sama Om," ucap Bagas.
"Enak aja mirip Mas, mirip Papanya dong," bantah Alexa yang tak terima.
"Ya ampun, kamu ini lagi sakit masih aja suka ngajak berantem. Lagian nggak papa juga kali mirip Om-nya," kata bagas.
"Hm … terserah Mas aja deh," ucap Alexa.
Andreas dan Nico hanya tersenyum saja melihat perdebatan kecil di antara Kakak dan adik yang sudah lama terpisah itu.
"Dek, bayinya buat Mas aja boleh nggak? Biar mas ada temennya?" Tanya Bagas.
"Nggak boleh lah, enak aja. Mas buat dong sendiri," kata Alexa.
"Gimana cara buatnya coba, nikah aja belum," ucap Bagas.
"Iyalah, boro-boro nikah, punya pacar aja nggak. Makanya buruan gih Mas cari pacar, jangan Kerja mulu sampai nggak punya pasangan gitu," ledek Alexa.
Lagi-lagi Nico dan Andreas dibuat tertawa dengan pertengkaran mereka itu. Memang Alexa dan Bagas akhir-akhir ini selalu berdebat setelah mengetahui bahwa mereka adalah saudara kandung.
Alexa begitu sangat bahagia, karena meskipun ibu dan ibu mertuanya sudah tiada, tetapi kini ia telah mendapatkan kebahagiaan lain yang datang bertubi-tubi dalam hidupnya. Ia sangat senang bisa mewujudkan cita-citanya yang juga merupakan impian ibunya itu untuk menjadi seorang dokter. Namun perjuangannya untuk menjadi dokter juga sangat tidak mudah, sudah banyak proses yang ia lalui, akan tetapi ia menikmati semua itu dan tentu saja karena cinta juga lah yang membuat Alexa bisa mewujudkan itu semua. Kini Alexa mendapatkan kebahagiaan yang berlipat ganda, ia bisa menjadi dokter dan juga mendapatkan cinta sejatinya yaitu Nico.
Di sini Alexa telah memberikan pelajaran kepada kita, bahwa untuk menjadi sukses itu tidak mesti orang kaya. Karena siapapun bisa mewujudkan impian masing-masing asalkan tetap semangat dan berusaha serta pantang menyerah. Selagi kita mau berusaha, kita pasti akan sukses. Seperti kata pepatah, apa yang kita tuai sekarang itulah yang akan kita panen di kemudian hari.
................... TAMAT ...................
Sampai di sini dulu ya guys kisah Alexa dan Nico. Makasih banyak buat yang udah baca sampai saat ini.
Jangan lupa buat mampir di karya baru aku yang berjudul RAHIM PENEBUS HUTANG. Merupakan kisah tentang Nathan yang dijodohkan oleh orang tuanya karena dia sedikit frustasi ditinggal nikah oleh Alexa.
Bagi yang penasaran, kepoin terus yuk karya novel aku.
Terima kasih ya buat dukungan kalian selama ini. Makasih yang udah baca novel aku, aku cuma bisa doain semoga kalian semua sukses, Aamiin … see you 👋🤗🥰
Otor mau rekomendasiin novel karya baru teman Otor nih, di jamin menarik dan bakalan suka bacanya.
Judul karya : Istri Kecil Gabriel
Author : Virzha