Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-75


Semakin lama ciuman itu semakin dalam tanpa mereka sadari, hingga lidah masing-masing dari mereka telah kebas, barulah mereka melepaskan ciuman itu. Nico mengusap bibir sang kekasih yang telah basah karena perbuatannya itu.


"Kak Nico aku pulang dulu ya, Kakak juga masih banyak kerjaan kan," kata Alexa.


"Iya, kamu hati-hati ya Sayang," ucap Nico sembari mencium kening Alexa.


"Iya Kak, Kakak juga ya lemburnya hati-hati, yang semangat," kata Alexa.


"Tentu dong aku semangat, kan udah dikasih penyemangatnya sama kamu," kata Nico.


"Ih Kakak, orang serius juga," kata Alexa.


"Iya aku juga serius, ya udah sana pulang. Ini kunci mobilnya," kata Nico sembari memberikan kunci mobilnya.


"Ya Kak, entar kalau mau pulang kabarin aku ya," kata Alexa.


Alexa memang selalu membawa mobil Nico pulang apabila Nico lembur dan dia pulang terlebih dahulu.


"Iya, ya udah yang penting kamu pulang istirahat. Kalau lapar pulang kerja langsung aja cari makan atau masak aja apa yanh bisa kamu masak," kata Nico.


"Oke Kak, Kakak tenang aja," kata Alexa, lalu Alexa pun keluar dari ruangan Nico.


Saat itu Alexa bertemu Arya yang akan menemui Nico di ruangannya.


"Hai Lex," sapa Arya.


"Hai, mau ke ruangan Kak Nico ya?" Tanya Alexa.


"Iya, Dokter Nico ada kan?" jawab Arya dan bertanya pula.


"Iya ada kok, aku barusan ketemu sama Kak Nico, pamit mau pulang," kata Alexa.


"Oh … enak banget ya yang mau pulang," kata Arya.


"Gantian kali Ar, hari ini kebetulan jadwal aku yang nggak lembur," kata Alexa.


"Iya, ya udah sana gih pulang, hati-hati ya Lex. Aku masih ada kerjaan sama Dokter Nico," kata Arya.


"Semangat lemburnya ya," ucap Alexa, lalu melangkahkan kakinya menuju ke parkiran mobil. Setelah itu ia pun langsung saja melajukan mobil meninggalkan rumah sakit.


*****


Sebelum pulang ke apartemen, Alexa mampir terlebih dahulu ke sebuah supermarket, ia berencana akan memasak untuk Nico malam ini. ya Meskipun Alexa belum pandai memasak, tetapi ia sudah berniat akan mencoba memasak untuk Nico. Karena selama ini juga ia sudah belajar memasak dengan melihat Nico memasak dan juga belajar dari YouTube.


Setibanya di supermarket, Alexa langsung saja masuk dan memilih-milih bahan makanan yang akan dimasaknya. Saat ia akan mengambil daging, tanpa sengaja ia memegang tangan seorang pria yang akan mengambil daging tersebut juga. Alexa dan pria tersebut pun saling berpandangan.


"Alexa?" ucap pria itu.


Spontan aja Alexa menyingkirkan tangannya dari tangan pria tersebut, ia juga merasa sangat heran karena pria itu mengenalinya.


"Siapa ya? Kok kamu kenal sama saya?" Tanya Alexa.


"Alexa, kamu benar-benar udah lupa ya sama aku?" Tanya pria tersebut.


"Maaf … banget aku bener-bener lupa. Memang kamu siapa?" ucap Alexa dan bertanya.


"Aku Nathan Lex," jawab pria itu.


"Wajar aja sih Lex kalau kamu gak ingat sama aku, aku bukan orang yang penting," batin Nathan.


"Kenapa diam?" Tanya Alexa.


"Oh iya maaf, aku Nathan yang jaman SMA dulu pernah kamu belain saat aku di-bully, terus kamu juga kasih aku minuman. Aku masih ingat sampai sekarang Lex, aku gak akan pernah lupa," kata Nathan.


Alexa menatap dari ujung rambut hingga ujung kaki pria yang ada di depannya saat ini. Ia teringat memang pernah menolong seorang anak laki-laki waktu SMA dulu, akan tetapi laki-laki tersebut memakai kacamata dan berkulit gelap, sedangkan pria bernama Nathan yang ada di depannya sekarang ini berkulit putih mulus dan tidak lagi memakai kacamata.


"Kamu beneran anak laki-laki waktu itu?" Tanya Alexa.


"Iya beneran lah Lex. Oh ya aku kan sekarang udah nggak pakai kacamata lagi, pasti kamu pangling ya? Atau kamu memang nggak ingat sama sekali sama aku," kata Nathan.


"Bukan gitu, kamu bener aku memang lupa, nggak ingat sama kamu karena waktu itu kamu pakai kacamata dan sekarang nggak pakai lagi. Lagian kita juga bukan teman sekelas, ya jadi aku nggak terlalu kenal sama kamu. Kejadiannya juga udah lama, jadi harap maklum aja. Maaf ya," ucap Alexa.


Ya memang sewaktu SMA dulu mereka berbeda kelas, Alexa waktu itu mengambil jurusan IPA, sedangkan Nathan mengambil jurusan IPS. Alexa memang tidak terlalu memperhatikan banyak orang, tetapi tidak dengan Nathan, semenjak hari itu Nathan selalu memperhatikan Alexa dan menjadi pengagum rahasia wanita yang telah menolongnya itu. Ia tidak menyangka jika saat ini akan bertemu lagi dengan Alexa, bagi Nathan ini adalah kesempatannya untuk Mengejar cinta pertamanya waktu SMA dulu.


"Gak papa Lex. Oh ya kamu ada waktu nggak? Kalau boleh aku mau ngobrol-ngobrol sama kamu sebentar sambil kita ngopi-ngopi lah, ya namanya juga ketemu teman lama kan," ajak Nathan.


"Boleh, tapi jangan lama-lama ya," kata Alexa, ia juga tidak enak jika harus menolak ajakan teman lamanya itu.


"Oh … kamu ada janji ya?" Tanya Nathan.


"Iya, tapi ntar malam sih janjinya," jawab Alexa.


"Oh gitu, ya udah sebentar aja kok yuk," ajak Nathan.


"Iya udah, tapi bayar belanjaan dulu dong," kata Alexa.


"Iya ya," kata Natha tersenyum.


Setelah membayar belanjaan mereka, Alexa dan Nathan pun segera pergi ke sebuah cafe yang tidak jauh dari supermarket dengan membawa kendaraan mereka masing-masing.


"Lex Kamu sekarang kerja di mana? Maksud aku kegiatan kamu sekarang apa? Apa kamu udah jadi Dokter atau masih magang?" Tanya Nathan saat mereka sudah berada di cafe.


"Kok kamu tahu sih kalau aku jadi Dokter?" Tanya Alexa.


"Ya tau lah Lex, aku sempat dengar waktu itu kamu masuk Universitas Kedokteran, tapi setelah itu aku udah nggak tau lagi kabar tentang kamu, karena aku pindah keluar Negeri," kata Nathan.


"Oh ya? Jadi kamu baru balik dari luar Negeri ya?" Tanya Alexa.


"Iya waktu itu aku keluar Negeri karena ikut Papa yang ditawarin buat mengurus perusahaan Bos-nya di sana, sekalian aku juga dikuliahin jurusan bisnis. Namanya hidup itu kan seperti roda yang terus berputar, akhirnya Papa bisa membangun perusahaannya sendiri di Jakarta dan menyerahkannya untuk aku kelola, makanya aku balik ke Indonesia. Sementara perusahaan Bos Papa yang di sana sekarang udah jadi milik Papa aku, Bos Papa itu udah meninggal, dia menyerahkan perusahaannya kepada Papa. Ya gimanapun juga Papa itu adalah orang kepercayaannya sejak dulu," jelas Nathan.


"Oh … gitu, emang jalan hidup gak ada yang tau. Kalau aku sekarang memang lagi magang, aku magang di Rumah Sakit Hospital Hutama," kata Alexa.


"Wah … ternyata kamu benar-benar jadi seorang Dokter ya Lex, aku doain semoga lancar dan kamu bakalan menjadi Dokter hebat," ucap Nathan.


"Amin … makasih ya, aku doain juga kamu sukses mengurus perusahaan kamu," ucap Alexa pula.


"Amin … makasih juga ya Lex," ucap Nathan.


"Iya sama-sama," jawab Alexa.


Nathan dan Alexa pun tersenyum. Nathan sangat senang dan benar-benar tidak menyangka akan ada hari ini, dimana ia bisa duduk dan mengobrol secara berdekatan dengan wanita pujaannya.


...****************...