Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-64


Nico langsung saja meraih tubuh Alexa kedalam pelukannya untuk menenangkan kekasihnya itu.


"Mas, ayo sekarang juga kita pulang ke Jogja Mas, aku mau lihat Papa," kata Alexa.


"Ayo Lex," jawab Bagas.


"Aku ikut," ucap Nico yang membuat Bagas dan Alexa bersamaan menatapnya seolah memberikan pertanyaan.


"Ya, aku serius. Aku mau ikut kalian," kata Nico. Alexa dan Bagas pun menyetujuinya.


"Nggak usah buang-buang waktu lagi, sekarang kita pergi," ajak Bagas.


Nico dan Alexa pun mengangguk, tanpa masuk dulu ke dalam apartemen, mereka bertiga langsung saja melangkahkan kaki menuju ke parkiran mobil. Alexa satu mobil dengan Nico tentunya, sedangkan Bagas hanya sendirian.


Saat mereka baru saja keluar dari apartemen, mereka bertemu dengan Arya yang akan masuk ke apartemen. Mobil ketiganya pun berhenti. Arya turun dari mobil, sedangkan Bagas dan Nico hanya membuka kaca mobil mereka.


"Kalian mau ke mana?" Tanya Arya.


"Mau ke Jogja. Kamu mau ngapain ke sini?" Tanya Nico.


"Oh ini Dok, tadi saya lupa bawa berkas ini ke Dokter. Bukannya Dokter bilang perlu untuk memeriksanya malam ini?" jawab Arya sembari memberikan berkas tersebut.


"Kan kamu bisa mengirimnya ke email saya Arya," kata Nico.


"Aduh … kayaknya sekarang bukan saatnya untuk berdebat. Sekarang juga kita harus ke Jogja," kata Alexa.


"Kalau boleh tau, kalian mau ngapain ke Jogja?" Tanya Arya.


"Papa aku masuk rumah sakit Ar, jadi sekarang juga aku harus pulang," jawab Alexa.


"Aku boleh ikut?" Tanya Arya.


Mereka bertiga saling berpandangan lalu Alexa pun mengangguk menyetujui.


"Ya sudah kamu ikut mobil saya aja," ajak Bagas.


Lalu Arya pun memarkirkan mobilnya dan ikut bersama Bagas, setelah itu mereka pun bersama-sama pergi ke Jogja


*****


Beberapa jam kemudian, mereka telah tiba di Jogja. Bagas dan Nico langsung saja melajukan mobilnya ke rumah sakit dimana tempat ayahnya Alexa dirawat.


Saat tiba di rumah sakit, mereka berbondong-bondong melangkahkan kaki masuk ke dalam dan mencari tau dimana ruangan orang tua Alexa itu berada. setelah mengetahui dimana ruangan tersebut Alexa pun langsung saja berlari duluan untuk menemui ayahnya dan diikuti oleh tiga pria di belakangnya itu.


Alexa tertegun, karena saat ini di depan ruang rawat inap Andreas, telah berdiri seorang polisi yang menjaga, karena Andreas masih merupakan tahanan.


"Maaf, Anda Siapa? Tanya pak Polisi yang menjaga ruangan Andreas tersebut.


"Saya Alexa Pak, saya anaknya Pak Andreas. Apa boleh saya mau ketemu sama Papa saya?" jawab Alexa dan memohon izin.


"Baik, silahkan!" Kata pak Polisi dan mempersilakan Alexa masuk.


"Terimakasih Pak," ucap Alexa dan segera masuk.


"Lalu kalian siapa?" tanya pak Polisi lagi kepada tiga pria yang mengikuti Alexa itu.


"Kami teman-teman terdekat Alexa, kami juga kenal dengan Pak Andreas," Jawab Bagas.


"Oh … kalau Mas ini (menunjuk Arya) saya tahu, tapi kalau mereka berdua saya tidak pernah melihatnya," kata pak polisi lalu menunjuk Nico dan Arya.


"Mereka berdua ini teman-temannya Alexa anak pak Andreas dari Jakarta Pak, mereka juga mengenal Pak Andreas dan kami datang ke sini untuk menjenguk beliau," jelas Bagas.


"Ya sudah silahkan kalian masuk! Jangan sampai membuat keributan," kata pak Polisi.


"Baik Pak," jawab Bagas lalu mereka bertiga pun masuk menyusul Alexa.


"Sayang, kamu kenapa bisa ada di sini?" Tanya Andreas, ia terkejut sekaligus juga bahagia melihat sosok yang dirindukannya kini ada didepan matanya.


"Jelaslah aku ada di sini, Papa aku masuk rumah sakit," jawab Alexa.


"Sayang, kamu jangan khawatir. Papa gak kenapa-napa kok, tadi Papa hanya sedikit pusing terus Papa pingsan," kata Andreas.


"Mana mungkin Papa gak kenapa-napa tapi bisa sampai masuk ke rumah sakit," kata Alexa.


"Kamu gak perlu khawatir Sayang, Dokter pun juga bilang kalau Papa nggak kenapa-napa kok," kata Andreas.


"Aku gak percaya, bahkan hasil pemeriksaan pun belum keluar kan? Papa lupa ya kalau anaknya ini Dokter," kata Alexa lalu melepaskan pelukannya.


"Oh iya, Papa lupa," jawab Andreas. Ia begitu bahagia dapat melihat dan bertemu dengan anaknya saat ini.


Lalu tiga pria tampan datang menghampiri Andreas dan Alexa.


"Pak Andreas, bagaimana keadaan Bapak?" Tanya Bagas.


"Bagas, saya sudah lumayan membaik," jawab Andreas. "Kamu ya yang membawa Alexa ke sini?" Tanyanya.


"Iya Pak betul, seperti yang Bapak tau semalam saya dan teman-teman Alexa baru saja merayakan ulang tahun Alexa di Jakarta. Setelah mendapat kabar dari Polisi bahwa Bapak masuk rumah sakit, saya langsung kasih kabar ke Alexa dan kita langsung ke sini Pak," jawab Bagas.


"Terus mereka berdua siapa?" Tanya Andreas, menunjuk ke arah Nico dan Arya.


"Halo om, saya Arya. Dokter magang di rumah sakit tempat Alexa magang juga, lebih tepatnya saya adalah sahabat Alexa Om," ucap Arya memperkenalkan diri, lalu menyalami Andreas dan mencium tangannya.


"Oh Arya, ya ya Alexa juga udah pernah cerita soal kamu," kata Andreas yang membuat Arya tersenyum mendengarnya. "Kalau kamu?" tanyanya yang kini beralih pada pria di samping Arya.


"Kenalin, saya Nico om. Saya pacarnya Alexa," jawab Nico yang langsung saja jujur, ia juga menyalami dan mencium tangan ayah dari kekasihnya itu.


Sontak saja Alexa terkejut mendengar akan hal itu, berbeda dengan Andreas yang tersenyum senang karena pacar anaknya itu mau langsung mengakuinya tanpa berbasa-basi.


"Iya Dokter Nico, saya juga sudah tau soal kamu dari Bagas," kata Andreas. "Terima kasih ya kalian sudah jauh-jauh datang untuk menjenguk saya," ucapnya.


"Iya Om sama-sama," jawab Nico.


"Sama-sama Om," jawab Arya pula.


"Pa, pokoknya Alexa mau jagain Papa," kata Alexa.


"Jangan Sayang, di sini udah ada Bagas. Kamu harus tetap balik ke Jakarta. Kamu lupa ya sama impian kamu untuk menjadi Dokter hebat," kata Andreas.


"Iya Lex benar kata pak Andreas, Mas pasti akan jagain Papa kamu dengan baik," kata Bagas.


"Tapi aku nggak mau malam ini pulang ke Jakarta, aku mau temenin Papa malam ini aja," kata Alexa.


"Kamu boleh kok jaga Papa kamu, aku izinin kamu cuti dua hari, biar malam ini aku dan Arya yang akan pulang ke Jakarta duluan. Dua hari lagi, aku jemput kamu di terminal," kata Bagas.


Alexa pun tersenyum menatap kekasihnya itu, Nico memang paling mengerti apa yang diinginkan olehnya.


"Makasih ya Kak," ucap Alexa lalu memeluk erat sang kekasih tanpa melihat sekelilingnya. Tentu saja Nico dibuat terkejut karena Alexa berani memeluknya di depan orang tuanya.


.


.


.


.


.


Bersambung.....