Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-8


"Saya baik-baik aja kok Dok," jawab Alexa.


"Oh... Ingat ya hari Kamis jangan sampai gak masuk, kita udah keteteran nih kekurangan Dokter," kata Nico.


"Bukan hati Dokter kan yang keteteran karena gak ada saya...?" Tanya Alexa menggoda.


"Apaan sih kamu," bantah Nico, akan tetapi ia juga tersenyum tanpa diketahui oleh Alexa.


"Ya udah Dok, kalau gitu saya mau tidur dulu ya. Karena besok masih ada sesuatu yang harus saya urus," kata Alexa.


"Oh ya udah," kata Nico.


"Selamat malam Dokter Nico," ucap Alexa.


"Malam...." Balas Nico dengan suara lembut, tidak seperti biasanya yang selalu marah-marah dan sok cool.


Lalu panggilan telpon terputus.


Nico tersenyum dan merasakan sangat bahagia setelah menerima kabar dari Alexa yang sedari tadi ia khawatirkan. Untuk pertama kalinya Nico dan Alexa berbicara santai, biasanya mereka saling menghubungi hanya untuk membahas soal pekerjaan.


Begitu juga dengan Alexa, ia merasa sangat senang karena Nico telah mengkhawatirkannya.


Meskipun Nico selalu galak, tetapi Alexa tahu sebenarnya Nico adalah orang yang baik seperti yang di katakan oleh Dokter dan Suster yang ada di rumah sakit.


Flashback on...


"Kamu harap maklum aja kalau Dokter Nico itu bersikap dingin, sama semua orang juga gitu kok, tapi sebenarnya Dokter Nico itu sangat baik dan peduli, apa lagi terhadap pasien," kata Anita salah satu Dokter di Hospital Hutama.


"Oh ya, tapi yang aku lihat dia selalu cari gara-gara sama aku aja Dok," kata alexa.


"Kemungkinan itu karena dari awal kamu udah buat masalah duluan yang buat dia kesal," ujar Anita.


Alexa mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti, ia tidak membantah karena pertemuannya dengan Nico pertama kali memang tidak baik.


"Terus kenapa ya Dokter Nico itu selalu kelihatan gak suka dan menghindar dari Dokter Vina...?" Tanya Alexa penasaran.


"Kalau itu..... Tapi kamu janji ya jangan bilang ke siapa-siapa kalau aku cerita," kata Anita.


"Iya janji," ucap Alexa.


"Katanya sih Dokter Vina itu mantan pacarnya Dokter Nico waktu SMA, tapi tiba-tiba Dokter Vina menghilang dan pindah keluar Negeri tanpa memberi kabar selama bertahun-tahun hingga mereka bertemu lagi di rumah sakit ini. Dan kabarnya selama itu Dokter Nico gak pernah buka hatinya lagi buat cewek. Makanya Dokter Vina sekarang ngejar Dokter Nico lagi, karena ia yakin kalau di dalam hatinya Dokter Nico masih ada cinta untuknya, tapi nyatanya udah satu tahun gak ada hasil tuh," jelas Anita.


"Oh gitu...." Ucap Alexa.


Flashback off.


"Duh Alexa, ngapain juga sih malah mikirin Dokter songong itu," gumam Alexa lalu memejamkan matanya.


*****


Keesokan hari, Alexa pergi untuk menemui pengacara keluarganya yang saat ini sedang mengurus kasus ayahnya.


"Om, kalau seluruh harta yang Alexa punya sekarang Alexa serahkan buat jaminan papa, kira-kira hukumannya bisa berkurang jadi berapa tahun...?" Tanya Alexa.


"Akan berkurang dua tahun, jadi dari lima tahun menjadi tiga tahun," jawab pak Yanto.


"Tolong urus semuanya Om," pinta Alexa.


"Tapi Lex apa kamu yakin, uang ini sangat banyak dan ini adalah tabungan kamu dari jerih payah kamu selama ini kan. Bagaimana hidup kamu nanti? Bagaimana kamu pergi kerja? Papa kamu juga gak akan setuju kalau mengetahui hal ini, tujuan papa kamu gak kasih tau ke kamu karena gak mau menyusahkan kamu," kata pak Yanto yang sudah sangat dekat dengan keluarga Atmaja itu.


"Om, aku sama sekali gak ngerasa di repotin. Aku ini anak papa, cuma papa satu-satunya keluarga yang masih aku punya sekarang. Soal harta bisa di cari Om, aku bisa kok kemana-mana naik taksi atau naik angkot. Aku juga akan pindah ke kontrakan supaya biaya hidup aku berkurang Om. Selama aku kerja, aku masih bisa buat kumpulin uang lagi, Om jangan khawatir ya," kata Alexa yakin.


"Tapi Lex, kalau papa kamu tau dia gak akan setuju," kata pak Yanto.


"Alexa mohon Om, jangan kasih tau papa dan tolong urus ini semua," pinta Alexa.


"Baiklah, Om akan bantu kamu sebisa dan semampu Om," kata pak Yanto menyetujui.


"Iya Lex, sama-sama," jawab pak Yanto.


*****


"Lex, maafin aku ya," ucap Thalita saat mereka bertemu di sebuah cafe favorit mereka berdua. Setelah beberapa kali mencoba mengajak Alexa bertemu, akhirnya Alexa pun mau menemani Thalita.


"Ta, sebenarnya aku sedikit kecewa sama kamu, karena masalah sebesar ini kamu gak bilang sama aku, tapi aku juga gak bisa kalau lama-lama diemin kamu, aku kangen...." Kata Alexa yang tadinya serius kini berubah menjadi mewek dan bersedih.


"Alexa aku juga kangen, aku janji gak akan ngulangin hal ini lagi, maafin aku ya," rengek Thalita lalu mereka berdua berpelukan erat.


"Iya gak papa kok, aku ngerti situasinya. Kamu pasti khawatir juga kan sama aku kalau aku tau, sama kayak papa," kata Alexa.


"Heeh," angguk Thalita.


"Udah dong jangan sedih-sedih lagi, sekarang kita pesan makanan dulu yuk, aku laper," kata Alexa lalu melepaskan pelukan.


Alexa dan Thalita memesan makanan favorit mereka berdua yaitu hotpot. Dengan cepat hotpot tersebut telah di sajikan dan segera saja mereka memasaknya.


"Heum...... Baunya ngangenin banget tau gak, udah enam bulan aku gak makan hotpot," kata Alexa.


"Hah.... Masak sih? Kayak di sana gak ada restauran hotpot aja," kata Thalita.


"Bukan gak ada Ta, tapi waktunya yang gak ada, temen juga gak ada sih," jawab Alexa.


"Loh kenapa gak minta temenin Dokter Arya?" Tanya Thalita.


"Gak ah, dia juga pernah ngajak makan di luar sih, tapi aku males, pulang kerja enaknya langsung rebahan aja di kasur," jawab Alexa.


"Ya ampun Lex, pantesan aja kamu jomblo terus," ledek Thalita.


"Biarin aja," jawab Alexa dengan santainya.


"Kalau Dokter Nico gimana...?" Tanya Thalita lagi.


"Gimana apanya...?" Tanya Alexa tidak mengerti.


"Hubungan kalian gimana..?" Tanya Thalita.


"Apaan sih jadi bahas itu, udah ah yuk makan, udah mateng nih," kata Alexa.


*****


Saat sedang berada di toilet, tidak sengaja Nico mendengar Arya yang sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.


"Loh kok naik bus...? Memangnya mobil kamu kemana...?" Tanya Arya.


"Oh...kalau gitu aku jemput kamu ya nanti sore di terminal, jam 4 kan udah pulang kerja, sekalian entar aku temenin kamu cari kontrakan," kata Arya.


"Oke Lex, bye..." ucap Arya.


Meskipun tidak mendengar lawan bicara dari Arya, tapi Nico yakin orang itu adalah Alexa.


"Ada apa dengan Alexa...? Kenapa dia mau cari kontrakan..?" Nico bertanya-tanya dalam hatinya.


.


.


.


.


.


Bersambung....