Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-83


Alexa dan Nico menatap dengan seksama untuk memastikan jika yang mereka lihat itu tidaklah salah.


"Kak itu beneran Bunda kan?" Tanya Alexa.


"Iya kamu benar, itu memang Bunda. Tapi kenapa Bunda bisa ada di sini? itu beneran makam Ibu kamu kan?" Tanya Nico.


"Iya Kak itu memang makam Ibu aku. Aku yang harusnya tanya kenapa Bunda bisa ada di makam Ibu aku? Bukannya waktu itu Bunda bilang nggak kenal sama Ibu aku," kata Alexa.


"Entahlah, Bunda bahkan nggak pernah cerita apapun sama aku soal Ibu kamu. Mendingan sekarang kita samperin aja, biar kita tau kebenarannya langsung dari Bunda," ajak Nico.


"Ya udah Kak, ayo. Aku juga penasaran," kata Alexa.


Alexa dan Nico pun melangkahkan kaki mendekati Anggi yang saat ini sedang berada di makam Delisa. Mereka berdua keheranan melihat Anggi yang masih saja menangis bersimpuh sembari memegangi nisan Delisa.


"Bunda!" Panggil Alexa dan Nico. secara bersamaan.


Deg, jantung Anggi terasa berhenti seketika. Ia sangat terkejut mendengar suara yang tak asing di telinganya, rasanya ingin menoleh tapi ia takut dan tak tahu harus menjelaskan apa kepada kedua orang tersebut. Akan tetapi ia juga sudah tertangkap basah dan tak bisa lagi untuk mengelak saat ini. Sebisa mungkin Anggi mengusap air mata yang telah membasahi seluruh pipinya, matanya juga tampak sembab. Ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya kembali, mencoba menetralisir perasaannya untuk bisa bersikap tenang menghadapi anak dan kekasihnya itu.


"Bunda!" Panggil Alexa sekali lagi karena saat itu Anggi belum juga menoleh.


Anggi membalikkan badannya menoleh ke arah Alexa dan Nico.


"Ternyata beneran Bunda," gumam Alexa saat melihat Anggi menghadap ke arahnya.


"Bunda kenapa bisa ada di sini?" Tanya Nico.


"Alexa, Nico, kenapa kalian bisa ada di sini? Tanya Anggi balik dan tidak menjawab pertanyaan mereka.


"Kami memang sengaja ke sini karena mau ziarah ke makam ibunya Alexa. Dan satu hal lagi, aku sama Alexa bisa ada di Jogja karena panik mendengar ibu yang sudah tiga hari ini berada di Jogja dan belum pulang ke rumah. Aku dapat kabarnya dari Rika Bun. Bukannya Bunda bilang hanya pergi satu hari? Tapi kenapa sampai hari ini Bunda belum pulang? Bunda itu udah bikin Nico dan semuanya khawatir," kata Nico.


"Iya, Bunda memang pergi ke Jogja karena ada urusan," kata Anggi.


"Terus kenapa HP Bunda nggak aktif? Kenapa Bunda nggak kabarin ke Nico?" Tanya Nico.


"Maafin Bunda ya, karena menurut Bunda kan cuma satu hari aja, Bunda juga nggak mau kalau kamu menjadi khawatir karena tau Bunda pergi sendirian. HP Bunda waktu itu jatuh dan rusak, Bunda belum sempat buat memperbaikinya atau beli yang baru," kata Anggi beralasan.


"Oh ya? Emang nggak ada alternatif lain buat Bunda kabarin ke Nico, terus kenapa Bunda nggak ajak Rika? Rika itu Nico pekerjakan untuk menjaga Bunda, untuk menemani Bunda kemanapun Bunda pergi," kata Nico.


"Bunda lagi pengen pergi sendiri Nico, karena urusan ini sangat penting buat Bunda," jelas Anggi.


"Maaf Kak Nico, Bunda, sekarang yang ingin Alexa tau kenapa Bunda bisa ada di makam Mama aku, bukannya Bunda waktu itu bilang kalau Bunda nggak kenal sama Mama aku? Jelasin ke aku Bunda," pinta Alexa.


"Ya Allah, baru saja semalam aku bahas masalah ini dengan Pak Andreas. Kenapa secepat ini Alexa dan Nico tau? Apa aku sama sekali nggak diizinkan menyembunyikan tentang ini dari Alexa dan Nico? Semuanya sudah terjadi, aku juga tidak bisa mengelak dan harus menjelaskan ini semua kepada Alexa dan Nico," batin Anggi yang saat itu terlihat sangat takut dan gugup.


"Bunda, ada apa?" Tanya Nico.


"Iya Bunda, nanti kita cari tempat lain aja," kata Nico.


"Tapi aku mau samperin Mama dulu," kata Alexa. Lalu ia pun mendekati makam ibunya itu.


Setelah itu mereka bertiga segera pergi meninggalkan pemakaman dan menuju ke sebuah restauran, sesuai yang dijanjikan oleh Anggi bahwa ia akan menceritakan sesuatu yang telah dirahasiakannya kepada Nico dan dan Alexa.


*****


"Maafin Bunda ya kalau Bunda udah bikin kalian berdua khawatir sampai kalian cariin Bunda ke Jogja," ucap Anggi.


"Gak papa Bunda, memang udah kewajiban aku sebagai anak Bunda. Aku khawatir sama Bunda, Bunda pergi sendirian ke Jogja, bawa kendaraan sendiri lagi. Bunda nggak biasanya kayak gini kalau bukan karena ada masalah yang penting. Dan saat tiba di sini Nico sama Alexa lihat dengan mata kepala kami sendiri kalau Bunda pergi ke pemakaman ibunya Alexa, ada apa Bunda? Apa ini semua berkaitan Bun?" Tanya Nico.


"Iya Bunda, Alexa juga yakin pasti Bunda menyimpan sesuatu rahasia kan? Bunda bilang mau cerita sama kami berdua, sekarang cerita Bun," pinta Alexa.


"Iya, jadi sebenarnya Bunda dan Mama Alexa itu adalah sahabat waktu zaman sekolah dulu," kata Anggi.


"Oh ya? Bagus dong, dulu Bunda dan Mama sahabatan, terus sekarang aku dan Kak Nico menjalin hubungan. Bukankah itu kabar yang bahagia, tapi kenapa Bunda ke Jogja nggak bilang-bilang sama kita dan kenapa Bunda nggak ngakuin waktu itu kalau Bunda kenal sama Ibu aku?" Tanya Alexa.


"Karena masalahnya nggak sesederhana itu Sayang," kata Anggi, lagi-lagi wajahnya kini menampakan rasa kekhawatirannya dan takut untuk menjelaskan kepada Alexa.


"Ada apa Bunda? Tolong jelasin sama Alexa," tanya Alexa.


"Bunda adalah wanita yang sangat jahat, Bunda pernah menghancurkan hidup Mama kamu. Tapi Bunda menyesalinya Alexa," kata Anggi.


Alexa dan Nico sangat terkejut mendengarnya, Meskipun sesungguhnya Alexa tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Anggi, akan tetapi mendengar kata-kata telah menghancurkan hidup mamanya entah kenapa hati Alexa terasa sakit. Memang Delisa pernah menceritakan kepada Alexa bahwa ia pernah mempunyai sahabat yang pernah mengkhianatinya. Apa yang dimaksud sahabat oleh mamanya itu adalah Anggi, ibunda dari Nico? Entahlah, yang jelas saat ini Alexa ingin mengetahui semuanya langsung dari mulut Anggi.


"Bunda, maksud Bunda apa? Bisa tolong Bunda jelaskan yang lebih detail lagi kepada Nico dan Alexa?" Pinta Nico.


"Dulu Bunda pernah memfitnah ibunya Alexa," Anggi pun menceritakan apa yang telah terjadi di masa lalu sama seperti waktu itu ia ceritakan kepada Andreas saat di sel tahanan.


Alexa sangat terkejut mendengarnya, ternyata benar wanita yang pernah menyakiti ibunya di zaman sekolah sampai-sampai ibunya merasakan trauma dan takut akan hal cinta itu adalah ibu dari kekasihnya sendiri.


.


.


.


.


.


Bersambung.....