Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-6


Enam bulan kemudian...


Andreas tampak kebingungan karena ada dua orang polisi yang datang ke kediamannya pada malam hari.


"Selamat malam Bapak Andreas," ucap seorang Polisi.


"Selamat malam Pak, ada apa ya...?" Tanya Andreas.


"Maaf jika kami mengganggu, kami kesini berdasarkan surat perintah untuk menangkap Bapak atas tindakan korupsi dan penipuan," jelas pak Polisi sembari menunjukkan selembar kertas yang merupakan surat perintah penangkapan.


"Apa korupsi...?? mana mungkin saya korupsi di perusahaan saya sendiri, ini pasti ada yang salah," bantah Andreas.


"Silahkan Bapak jelaskan di kantor polisi, sekarang tolong ikut kami untuk mempermudah pekerjaan kami Pak," kata pak polisi langsung memborgol Andreas.


Dengan pasrah dan tidak tahu apa kesalahannya, Andreas terpaksa masuk ke dalam mobil polisi.


Setelah melewati beberapa proses dan bukti kuat yang mengarahkan bahwa Andreas bersalah, ia di tuduh telah menipu klien hingga rugi triliyun rupiah, akhirnya Andreas di jatuhkan hukuman 5 tahun penjara.


Seluruh aset kekayaannya di sita termasuk rumah, mobil, dan perusahaannya yang bangkrut. Untungnya mobil yang Alexa gunakan adalah hasil jerih payahnya sendiri, sehingga tidak ikut tersita. Akan tetapi kartu kredit limit tanpa batas yang di berikan kepada Alexa juga ikut di blokir meskipun tidak pernah digunakan karena ia mempunyai tabungan sendiri sejak ia mulai menjadi Dokter muda hingga sekarang menjadi Dokter magang yang gajinya terbilang lumayan besar.


Sampai Pengacara Andreas bisa membuktikan jika kliennya tidak bersalah, maka Andreas akan bebas. Andreas tidak menyangka musuhnya telah bermain sangat sangat cantik. Mamun siapa orang itu? Ia tidak pernah merasa ada musuh selama ini.


"Maafkan saya Pak, saat ini saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Bapak," ucap Bagas asisten Andreas yang masih muda berusia 28 tahun.


"Sudahlah Bagas, saya cuma mau minta tolong sama kamu, jangan sampai Alexa tau soal ini," kata Andreas.


"Tapi saya tidak bisa menjamin Pak, gimana kalau Alexa menghubungi Bapak?" Tanya Bagas.


"Kamu pandai-pandai aja lah Bagas gimana jawabnya," kata Andreas.


"Jam besuk sudah habis," kata salah sipir.


"Iya Pak," jawab Andreas.


"Pak...." ucap Bagas.


"Sudahlah Bagas," ucap Andreas lalu mengikuti sipir yang membawanya kembali masuk ke dalam jeruji besi.


Bagas pulang dengan rasa kecewa pada dirinya sendiri, Andreas adalah orang yang menolongnya dari keterpurukan, akan tetapi saat ini tidak bisa melakukan apa pun untuk menolong Bos-nya itu.


*****


Alexa sangat bingung karena tidak dapat menghubungi ayahnya. Entah kenapa ia merasakan sesuatu terjadi yang pada Ayahnya, perasaannya sangat tidak enak dan tidak tenang dan memutuskan untuk meminta izin tiga hari untuk pulang ke Jogja.


"Apa? izin...? Kamu itu Dokter magang yang baru bekerja 6 bulan, belum ada cuti, kamu harus tanggung jawab sebagai Dokter, bagaimana kalau tiba-tiba ada pasien dan kita kekurangan Dokter? " kata Nico.


"Dok, selama saya bekerja, saya sama sekali gak pernah absen, bahkan libur juga jarang kan, lagi libur tiba-tiba di panggil saya juga mau, di suruh lembur saya gak pernah nolak, telat baru dua kali karena yang kedua saya gak enak badan. Apa itu gak cukup membuktikan kalau saya ini Dokter yang bertanggung jawab? Saya minta izin buat lihat papa saya yang udah dua hari gak ada kabarnya, apa itu salah? Sebelum ada Dokter magang, Dokter Nico bisa kok menangani pasien sendirian atau bersama Dokter Frans, sekarang ini ada Dokter Arya juga kan walau saya gak ada," kata Alexa penuh kekesalan.


Arya yang juga berada di ruangan Dokter Nico, hanya bisa terdiam. Sementara Nico tampak berpikir sesuatu, mungkin sikapnya kali ini sudah keterlaluan, memang selama ini Nico selalu mencari gara-gara dan membuat Alexa kesal, akan tetapi bukan berarti Nico orang jahat yang tidak punya hati.


"Baiklah, tapi hari ini kamu harus lembur dulu bersama saya karena besok kamu libur," kata Nico.


"Baik Dok, saya mau. Terima kasih banyak," ucap Alexa tersenyum, kekesalannya yang tadi hilang seketika karena mendapat izin dari Nico.


Begitupun dengan Arya, dia ikut senang melihat senyuman mengambang di wajah Alexa.


"Ya udah sekarang kalian berdua boleh istirahat," kata Nico.


"Dokter Nico gak sekalian ikut kita makan?" Tanya Arya.


"Oh... Ya udah kalau gitu kita duluan ya Dok," pamit Alexa, lalu keluar dari ruangan Dokter Nico bersama Arya dan menuju ke kantin.


Di kantin...


"Lex, besok kamu berangkat sendirian ke Jogja...?" Tanya Arya.


"Iya Ar, mau bareng siapa lagi," jawab Alexa.


"Andai kita bisa libur bareng, aku pasti akan temenin kamu ke Jogja," kata Arya.


"Gak papa Ar, jujur ini pertama kalinya sih aku berpergian jauh bawa mobil sendiri, waktu ke Jogja juga di anterin sama papa, papa yang nyetir dan mobil papa di bawa sama asistennya," kata Alexa.


"Nah apa lagi baru pertama kali, aku jadi khawatir sama kamu Lex," kata Arya.


"Gak papa Ar, aku udah biasa kok kemana-mana sendiri," kata Alexa.


"Iya deh. Oh iya aku boleh nanya gak? Kata kamu kan udah biasa kemana-mana sendiri, memang nya gak ada teman dekat gitu, atau pacar misalnya?" Tanya Arya sedikit ragu, ia takut Alexa akan tersinggung dan marah.


"Ada, teman dekat aku Thalita namanya, kita punya profesi yang sama. Sewaktu kuliah sih kami berdua memang selalu kemana-mana bareng, bahkan kita co-*** juga di RS yang sama, tapi semenjak Thalita pacaran sama Dokter senior di RS tempat kita co-***, ya gitu deh jadi jarang bareng lagi," jawab Alexa.


"Kalau pacar...?" Tanya Arya lagi.


"Gak ada, dan aku gak mau bahas soal itu," jawab Alexa. "Udah selesai kan makannya? Yuk kembali ke ruangan," ajak Alexa.


"Yuk," jawab Arya, dalam hatinya merasa lega karena ternyata Alexa tidak mempunyai kekasih.


*****


Setibanya di Jogja, Alexa merasa bingung melihat di depan pagar rumahnya ada spanduk bertuliskan 'Di Lelang'. Saat ke perusahaan, Alexa juga mendapati hal yang sama.


Berulang kali Alexa mencoba menghubungi Ayahnya tetapi tidak ada jawaban, perasaannya semakin tidak tenang sehingga ia memutuskan untuk pergi Rumah Sakit Bunda Kasih untuk menemui Thalita.


Setibanya di rumah sakit...


"Ya ampun Lex, aku kangen banget sama kamu, kenapa gak bilang sih mau balik ke Jogja," kata Thalita lalu memeluk Alexa.


"Sengaja mau kasih kejutan, lagian takut ganggu yang lagi kerja sambil pacaran," Goda Alexa.


"Apaan sih Lex," ucap Thalita tersenyum malu.


"Ta, aku mau nanya deh, kamu tau gak papa aku lagi ada dimana, kenapa rumah aku di lelang...?" Tanya Alexa.


Thalita terkejut mendengar pertanyaan Alexa, ia yang tadi tersenyum malu, kini berubah menjadi tampak khawatir dan kebingungan.


.


.


.


.


.


Bersambung.....