
Vina menghampiri Alexa yang sedang berada di toilet dan langsung menarik rambutnya dengan kasar.
"Sini kamu, sini ...!" Teriak Vina.
"Akh ... Lepasin!" Teriak Alexa, ia merasa sangat kesakitan karena rambutnya itu terus ditarik oleh Vina.
"Gak akan saya lepasin," kata Vina.
Karena sudah tidak tahan lagi menahan sakit, dengan sangat terpaksa Alexa menginjak kaki Vina hingga Vina melepaskan rambut Alexa.
"Akh," rintih Vina. Berani banget ya kamu sama saya," katanya.
"Kenapa juga saya harus takut sama kamu, kamu siapa? Saya tidak tau apa salah saya tapi tiba-tiba aja kamu nyerang saya kayak tadi, terus apa menurut kamu saya harus diam aja?" Tanya Alexa dengan wajah seriusnya.
"kamu gak tau salah kamu, sini biar saya kasih tau. Saya sudah pernah bilang kan sama kamu, kalau saya ini calon istrinya Nico tapi kamu masih aja ya berani nempel terus sama Nico. Bahkan saat ini kalian juga pergi dan pulang kerja bareng terus," kata Vina.
"Oh ya, calon istri bagaimana sih maksudnya? Dokter Nico aja gak mengakui akan hal itu, gak usah malu-maluin diri sendiri lah Dok. Asal Dokter tau ya, saya dan Dokter Nico udah jadian, bahkan saya udah kenalin sama Bundanya. Jadi, stop buat ngaku-ngaku," kata Alexa.
Vina mengeratkan giginya karena sangat emosi terhadap Alexa, tatapannya begitu tajam dan ingin segera menerkam Alexa.
"Kurang ajar, kamu liat aja nanti," umpat Vina lalu pergi meninggalkan Alexa.
Saat keluar dari toilet, Vina bertemu dengan Nico yang sepertinya sedang mencari seseorang.
"Dokter Nico," panggil Vina.
"Iya ada apa ...?" Tanya Nico yang menghentikan langkahnya.
"Apa boleh saya tanya sesuatu sama kamu?" Tanya Vina.
"Silahkan! Tapi saya tidak punya banyak waktu. Jadi kalau tidak penting sebaiknya jangan kamu tanyakan," kata Nico.
"Apa benar kamu dan Alexa udah jadian? Bahkan kamu juga udah kenalin dia sama ibu kamu? Tanya Vina.
"Hm ... dasar menggemaskan, giliran aku mau kasih tau ke Vina katanya jangan dulu, tapi ternyata dia yang udah gak tahan untuk kasih tau ke orang lain," gumam Nico dalam hati, di sudut bibirnya terlihat senyum tipis.
"Dok, saya yakin itu gak akan mungkin kan. Mana mungkin kamu membuka hati buat wanita lain, saya yakin kamu masih cinta sama saya. Pasti wanita gatal itu kan yang udah menggoda kamu dan ngaku-ngaku sebagai pacar kamu, pasti-" ucapan Vina terhenti karena Nico menghentikannya.
"Stop! Jaga mulut kamu. Siapa yang kamu maksud wanita gatal? Jangan pernah berani kamu menghina kekasih saya apalagi blak-blakan kayak gini," bentak Nico hingga suaranya itu terdengar oleh Alexa yang baru saja keluar dari toilet juga beberapa suster yang lewat.
"Dokter Nico sama Dokter Vina kenapa tuh berantem?" Tanya Suster 1.
"Palingan juga Dokter Vina yang buat masalah, kan kita tau sendiri Dokter Nico gak akan pernah marah kalau gak ada masalah yang keterlaluan," kata suster 2.
"Iya, apalagi selama ini Dokter Vina itu selalu aja berusaha dekatin Dokter Nico yang jelas-jelas udah gak mau sama dia, pasti deh Dokter Nico itu neg lama-lama," sambung suster 3.
"Heh, gosip aja kerjaan kalian. Gak ada kerjaan ya, bubar sana!" Ucap Maya, kepala Suster di Hospital Hutama.
Para Suster bubar, tapi Maya sendirilah yang kini melihat pertengkaran itu dan malah merekamnya.
"Apa ...? Jadi kamu sama Alexa memang udah jadian?" Tanya Vina tidak percaya.
"Ini ada apa? Kenapa ribut-ribut di sini?" Tanya Alexa yang menghampiri mereka.
"Sayang, kebetulan kamu ke sini," kata Nico sembari menggenggam tangan Alexa.
"Kak, malu di liat banyak orang," ucap Alexa.
"Bukannya kamu duluan yang memulainya," bisik Nico dan mengulas senyum tipisnya.
Alexa mengerutkan keningnya tidak mengerti akan maksud kekasihnya itu.
"Dokter Vina, benar apa yang kamu katakan tadi, saya dan Alexa memang udah jadian, bahkan kita akan menikah secepatnya," kata Nico sembari mengangkat genggaman tangannya dengan Alexa.
Alexa tertegun dan menatap Nico, memang benar mereka sudah jadian, bahkan Alexa juga sudah mengatakannya pada Vina, tapi kenapa Nico malah menambahkan bahwa mereka akan menikah? Semua itu membuat Alexa tidak mengerti dengan jalan pikiran Dokter bucinnya itu.
Vina terdiam tidak mampu lagi untuk berkata-kata, hatinya hancur berkeping-keping dan membuatnya semakin membenci Alexa. Dengan rasa kecewa yang mendalam ia pun pergi dari hadapan Nico dan Alexa.
Akan tetapi bukannya senang, tetapi Alexa malah melepas kasar tangannya dari genggaman Nico dan segera pergi meninggalkannya.
"Sayang, tungguin dong," panggil Nico sembari mengejar Alexa.
*****
"Dokter Raka aku minta maaf, tapi sebaiknya Dokter jangan berharap lagi sama Alexa," kata Thalita saat mereka sedang berada di kantin.
"Maksud kamu apa Ta?" Tanya Raka.
Thalita menatap Dion seakan mengatakan bahwa ia tidak tega untuk memberitahu soal kebenarannya kepada Raka, akan tetapi Dion menganggukkan kepalanya menyuruh Thalita untuk segera berbicara.
"Ta, ada apa? Tolong kasih tau ke aku," pinta Dion.
"Dok, Alexa udah punya pacar, sepupu aku. Namanya Nico, dia itu Dokter senior Alexa di Hospital Hutama.
"Nico? Kenapa nama itu terdengar gak asing?" Gumam Raka dalam hati.
"Dokter Raka ... Dokter gak papa kan?" Tanya Thalita.
"Bohong kalau aku bilang gak apa-apa, tentu aku kecewa banget Ta, tapi semua ini juga aku yang salah karena terlalu lama bertindak," jawab Raka.
"Yang sabar ya Ka, aku yakin kok kalau kamu akan segera mendapatkan kekasih yang lebih baik dari Alexa," ucap Dion.
"Gak akan yang lebih baik dari Alexa Yon," bantah Raka.
"Ck, ya, ya, palingan setara lah. Kalau lagi kecewa gak bisa di pujuk," gerutu Dion.
"Kak udah lah, kasian tau Dokter Raka," kata Thalita.
"Aku gak papa kok Ta, kalian gak usah khawatir. Aku duluan ya mau ke ruangan, kalian lanjutin aja," ucap Raka.
"Kamu beneran gak papa Ka?" Tanya Dion.
"Iya beneran, tenang aja lah. Aku baik-baik aja kok," jawab Raka.
"Oh ya udah," gumam Nico.
*****
Uhuk ... uhuk ... uhuk ... uhuk ... Alexa yang sedang fokus dengan berkasnya itu tiba-tiba terbatuk.
"Ehm-ehm, Lex ini minum dulu," kata Arya sembari memberikan minuman kepada Alexa dan menepuk pelan pundaknya.
Alexa segera minum hingga batuknya mereda.
"Makasih ya Ar," ucap Alexa.
"Iya sama-sama, kenapa bisa batuk-batuk gitu Lex?" Jawab Arya dan bertanya.
"Gak tau tiba-tiba aja, kayaknya ada yang ngomongin aku deh," jawab Alexa.
.
.
.
.
.
Bersambung.....