Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-14


Sesuai janjinya, pagi-pagi sekali Bagas sudah bersiap-siap akan pergi ke Jakarta, ia berniat untuk menginap beberapa hari di sana untuk melihat kondisi Alexa. Setelah semuanya selesai berikut dengan barang bawaannya, Bagas pun segera melajukan mobilnya berangkat ke Jakarta.


*****


"Alexa, kamu semalam kenapa pulang duluan...?" Tanya Nico saat mereka bertemu di depan apartemen. Nico yang sudah siap dari pagi itu memang sengaja menunggu Alexa keluar dulu dari apartemennya baru ia akan ikut keluar juga.


"Memang kenapa...? Udah waktunya pulang kan, ya aku pulang lah," jawab Alexa.


"Tapi kamu itu kan perginya sama aku, jadi pulangnya harus sama aku juga!" Kata Nico.


Alexa mengerutkan keningnya, aturan dari mana itu, pikirnya.


"Kak Nico yang terhormat, kalau Kak Nico memang mau ajak aku pulang bareng ya ngomong aja lah, kenapa juga pakai bilang pergi sama aku jadi harus pulang sama aku, gak ada aturannya Kak," kata Alexa.


"Ya, ya itu aturan dari aku lah," ujar Nico.


"Terserah kamu aja deh Kak, aku duluan ya Kak. Entar kalau telat, bisa dimarahin sama senior aku yang galak," kata Alexa lalu berjalan meninggalkan Nico.


"Tunggu!" Panggil Nico hingga Alexa menghentikan langkahnya.


"Kamu salah jalan," kata Nico sembari menggandeng tangan Alexa dan membawanya ke lift menuju Parkiran.


"Kak aku gak ke parkiran, kamu lupa ya Kak kalau aku gak punya mobil di sini," kata Alexa.


Nico hanya diam saja sambil terus menggenggam tangan Alexa. Baru setelah sampai di parkiran, Nico melepaskan genggaman tangannya.


"Masuk!" Perintah Nico.


"Kita pergi bareng lagi Kak...?" Tanya Alexa.


"Kenapa gak? Kalau kamu gak mau telat, mulai hari ini kamu pulang dan pergi ke rumah sakit bareng aku, kecuali aku lembur dan kamu tidak. Tapi aku pastikan setiap kamu lembur, aku juga akan lembur," kata Nico.


"Tapi Kak, nanti sore aku ada janji sama Arya, jadi gak bisa pulang sama kamu," kata Alexa.


"Mau kemana...?" Tanya Nico.


"Mau cari kontrakan Kak," jawab Alexa.


"Oh..." Gumam Nico lalu menjalankan mobilnya.


"Cuma oh doang, bukannya nanya gitu kek, kontrakan buat siapa, kenapa mau pindah. Duh... alexa kok malah ngarep Nico perhatiin sih, memang kamu siapa," gumam Alexa dalam hati.


"Oh ya, hari ini kamu harus lembur karena kita harus menangani pasien di ruang 12," kata Nico.


"Kok mendadak sih Kak, lagian bukannya itu jadwalnya besok ya...?" Tanya Alexa.


"Gak usah banyak protes," ucap Nico yang membuat Alexa terdiam.


*****


Drt.. Drt.. Drt.. Drt.. Drt.. Ponsel Alexa bergetar karena ada yang menelpon, segera saja ia merogoh ponsel dalam kantong bajunya dan menjawab telepon tersebut.


"Alexa, kamu lagi apa? Sibuk gak?" Tanya Bagas lewat telepon.


"Aku baru aja abis periksa pasien, terus ke toilet. Ini mau ke ruangan aku Mas, ada apa...?" Jawab Alexa dan bertanya.


"Oh... Gak papa kok, kamu baik-baik aja kan...?" Tanya Bagas lagi.


"Aku baik Mas, ada apa sih Mas...?" Tanya Alexa.


"Bukan apa-apa, aku mau memastikan aja kalau kehidupan kamu tetap baik setelah apa yang kamu lakukan waktu itu untuk menolong papa kamu," kata Bagas.


"Oh... Soal itu, Mas tenang aja ya, i'm fine. Gak ada yang perlu Mas Bagas khawatirin. Bilang sama papa kalau aku hidup dengan sangat baik di sini," kata Alexa.


"Iya Lex, syukurlah. Mas lega dengarnya," ucap Bagas. "Oh ya, biasa kamu pulang jam berapa...?" Tanyanya.


"Biasa sih jam 4 Mas, tapi mendadak lembur jadi pulang jam 7," jawab Alexa.


"Oh gitu, ya udah deh. Kamu jangan lupa makan ya, Mas masih ada kerjaan, bye...." Ucap Bagas.


"Iya Mas, kamu juga ya, bye...." Balas Alexa.


"Lex, kata Dokter Nico kamu lembur ya hari ini...?" Tanya Arya yang menghampirinya.


"Iya mendadak, gak jadi lagi deh hari ini cari kontrakan," jawab Alexa.


"Aneh, padahal biasanya jadwal Dokter Nico sama sekali tidak bisa di ubah, tapi kenapa sekarang Dokter Nico sendiri yang mengubahnya..?" Tanya Arya yang sama bingungnya dengan Alexa.


"Nah itu dia Ar, aku aja bingung," kata Alexa.


"Ya udahlah mau gimana lagi. Masalah kontrakan gampang lah," kata Arya.


"Iya Ar, makasih ya sebelumnya udah mau bantuin aku," ucap Alexa.


"Iya Lex sama-sama, selagi aku bisa bantu, aku pasti akan bantu kamu Lex," kata Arya dan di jawab senyuman oleh Alexa.


Saat itu Nico melihat mereka berdua dari kejauhan dengan perasaan yang sedikit berbeda dan sangat mengganggu pikirannya.


Dari sisi lain, Vina melihat Nico yang melihat Alexa dan Arya dengan tatapan tidak suka, Vina bisa melihat ada kecemburuan di mata Nico melihat kedua juniornya itu bersama.


"Alexa, Alexa.... Sekarang kamu bisa tersenyum, tertawa bahagia seperti itu, tapi aku pastikan sebentar lagi kamu akan menangis karena kehilangan mereka berdua," gumam Vina.


*****


"Lex, kalau udah selesai ganti baju, kamu tunggu aku di luar aja ya, gak lama kok," kata Nico.


"Iya Dok, kalau Dokter masih sibuk gak apa kok aku pulang sendiri aja," kata Alexa.


"Tunggu saya di depan!" Kata Nico dengan tegas.


"Iya Dok," jawab Alexa, baginya berdebat dengan Nico hanya akan membuang waktunya yang sangat berharga.


Lalu alexa pun pergi ke loker untuk mengganti pakaiannya. Ternyata di sana ada Vina yang telah menunggu Alexa.


"Alexa," panggil Vina.


"Iya Dokter Vina, ada apa..?" Tanya Alexa.


"Ada hubungan apa kamu sama Dokter Nico...?" Tanya Vina.


"Hubungan saya sama Dokter Nico hanya sebatas partner kerja aja sih Dok," jawab Alexa apa adanya.


"Tapi yang saya liat kamu dan Nico akrab banget, bahkan sampai pergi kerja juga bareng," kata Vina.


"Gini ya Dok, terserah aja gimana Dokter Vina menanggapinya, yang jelas saya memang gak ada hubungan apa-apa sama Dokter Nico selain partner kerja," Kata Alexa. " Saya permisi dulu Dok," pamitnya lalu meninggalkan Vina.


Saat sedang berdiri di depan perusahaan untuk menunggu Nico, tiba-tiba saja muncul sosok pria yang telah dikenal lama oleh Alexa.


"Surprise...." Teriak Bagas sembari membentangkan tangannya.


"Mas Bagas, ini beneran kamu Mas..?" Tanya Alexa sembari mendekati Bagas.


"Ya beneran lah Lex, ini tangan Mas mau di anggurin gitu aja ya, padahal udah pegal nih," kata Bagas.


Alexa tersenyum, ia yang mengerti maksud Bagas segera saja memeluknya. Bagas sangat senang lalu memeluk Alexa dengan erat.


Bersamaan dengan itu, Nico yang baru saja keluar dari kantor, Arya yang baru saja tiba untuk menjemput Alexa, kecewa melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka.


.


.


.


.


.


Bersambung...