
"Hari ini ada jadwal operasi lagi gak ya?" Tanya Alexa kepada Arya.
"Gak ada Lex, masak kamu lupa sih, kan besok baru ada lagi jadwal operasinya. Ketagihan operasi ya Lex?" jawab Arya dan menggoda Alexa.
"Siapa juga yang ketagihan, justru lega banget kalau hari ini gak ada jadwal operasi, capek banget pengen pulang cepat dan istirahat.
"Oh ... kirain, makanya Lex kalau udah pulang kerja itu langsung pulang, ini malah pacaran mulu," sindir Arya.
"Apaan sih, jomblo syirik aja. Lagian siapa juga yang pacaran mulu. Tadi malam kami sekalian makan aja, terus pulang deh," ucap Alexa.
"Iya Lex, aku kan cuma bercanda, walaupun kalian pacaran juga gak ada masalahnya kan, apa lagi kalian tinggalnya sebelahan gitu, enak banget ya Lex, aku kan jadi mau juga," kata Arya.
"Ya cari pacar lah," celetuk Alexa.
"Boro-boro mau cari pacar Lex, ada waktu buat istirahat di rumah aja udah seneng banget. Mana ada waktu buat yang begituan, kamu tau sendiri lah Lex," ucap Arya.
"Iya aku tau, itu artinya kamu harus cari yang dekat biar bisa selalu sama kamu terus," ujar Alexa.
"Maksud kamu?" Tanya Arya.
"Ya pacaran sama Dokter juga atau Suster, CS juga boleh," jawab Alexa.
"Kamu dong, kan aku dekat sama kamu," kata Arya.
"Ya gak aku juga kali Ar, kan banyak Dokter sama Suster di rumah sakit ini. Contohnya Dokter Vina," kata Alexa.
"Ih males banget sama Dokter galak kayak gitu," tolak Arya.
"Gak lah Ar, galaknya kan cuma sama aku aja, sama kamu gak kan? Lagian kalau menurut aku sebenarnya Dokter Vina itu baik kok, cuma karena gak bisa menerima kenyataan aja makanya jadi galak gitu sama aku," ucap Alexa.
"Hm … untung aja aku bisa menerima kenyataan," ucap Arya.
"Maksudnya …?" Tanya Alexa tidak mengerti.
"Gak ada maksud apa-apa kok Lex, he ... he ... he ...," jawab Arya menampilkan cengir kudanya.
"Hm … ya udah kalau gak mau ngomong. Oh ya Ar, mendingan kamu sama Suster Maya aja, kemaren aku liat loh kalian pegang-pegangan tangan," kata Alexa.
Arya mengerutkan keningnya karena tidak mengerti akan perkataan Alexa itu, lalu tiba-tiba menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena teringat waktu itu saat ia dirinya dan Maya tidak sengaja tabrakan.
"Itu gak sengaja kali Lex, jadi gak bisa dong gara-gara itu aku jadi suka dan deketin Suster Maya," kata Arya.
"Loh memang apa salahnya, Suster Maya kan cantik," kata Alexa.
"Cantik di luar aja gak cukup Lex, aku maunya yang cantik luar dan dalam kayak kamu," ucap Arya.
"heh gombal," hardik Alexa dan hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Arya.
"Aku gak gombal Lex, semua yang aku ucapkan itu benar apa adanya," gumam Arya dalam hati.
*****
Alexa dan Arya sedang berada di kantin, hari ini Nico tidak terlihat karena sibuk dengan file-file yang telah masuk ke alamat surel-nya, maklum saja sebagai Dokter kepala tentunya banyak sekali tugas yang harus dikerjakannya di sela-sela jadwal periksa, mengobati dan operasi pasien. Untuk itu tidak bisa dihindari juga jika Nico sering pulang terlambat bahkan menginap di rumah sakit. Bahkan saat pulang ke apartemen pun terkadang Nico masih melanjutkan kesibukannya di depan laptop.
Alexa tersenyum saat mendapat satu notifikasi di ponselnya.
"Mau kemana Lex? Dikit banget makannya, gak di abisin dulu," Tanya Arya yang melihat makanan Alexa di piring masih banyak.
"Hm ... enggak." jawab Alexa. "Ya udah, aku pergi dulu ya, bye ..." ucapnya lalu pergi meninggalkan kantin.
Arya menatap punggung Alexa yang semakin menjauh darinya dan semakin tidak terlihat.
Setelah itu, tiba-tiba saja Vina dan Maya datang menghampiri Arya.
"Dokter Arya, apa boleh kami duduk di sini?" Tanya Maya.
"Oh, boleh. Lagian saya cuma duduk sendiri, ada tiga kursi yang kosong," jawab Arya.
Lalu Vina pun segera duduk di kursi seberang Arya. Sedangkan Maya duduk di samping Arya, dengan santai Arga menikmati makanannya tanpa memikirkan ada orang di depan atau di sampingnya.
"Dokter Arya, Dokter Alexa yang selalu sama-sama dengan Dokter mana?" Tanya Maya, padahal jelas-jelas dia tahu dan melihat Alexa tadi pergi, tetapi masih berpura-pura tanya entah apa tujuannya.
"Kamu tuh pakai nanya segala, udah jelaslah dia pergi nyamperin Nico. Dokter Arya aja yang bodoh karena mau dimanfaatkan oleh perempuan itu," Celetuk Vina yang membuat Arya begitu emosi mendengarnya.
"Maaf ya Dokter Vina yang terhormat, yang Dokter maksud perempuan itu adalah sahabat saya. Yang Dokter maksud dengan dimanfaatkan itu apa ya? Saya gak pernah tuh merasa dimanfaatkan. Terserah Alexa aja saat dia mau kemana atau mau ngapain sama Dokter Nico, itu bukan hak saya buat melarangnya," kata Arya.
"Jangan pura-pura bodoh lah Arya, kamu pikir saya gak tau kalau kamu itu suka sama Alexa, makanya kamu terima aja saat dia lagi mau sama kamu ya sama kamu, entar kalau jenuh balik lagi pada kekasihnya. Gak usah sok-sokan sahabatan kalau cuma nyakitin hati kamu doang," ucap Vina.
Arya beranjak dari tempat duduknya, rasanya begitu emosi mendengar orang yang dicintainya di jelek-jelekan orang lain di depan matanya sendiri. Kalau saja Vina itu seorang pria, sudah pasti Arya akan menghajarnya, Akan tetapi ia hanya bersikap tenang karena selain Vina itu seorang wanita, dia juga Dokter senior yang membuatnya lebih menghormati Dokter itu.
"Makin gak jelas ya Dokter ngomongnya," kata Arya lalu pergi meninggalkan Vina dan Maya.
*****
"Suapan terakhir, am ...," ucap Alexa sambil menyuapi makanan ke mulut Nico dengan sendok.
Ternyata Alexa tadi menyudahi makannya di kantin karena ia memesan makanan di restauran favorit Nico agar Nico tidak lupa makan meskipun sibuk bekerja, tapi nyatanya Nico sama sekali tidak sempat untuk makan hingga Alexa berinisiatif menyuapi kekasihnya itu. Jadi meskipun sibuk berkerja tapi perut Nico juga kenyang.
"Makasih ya Sayang, kamu kenapa makannya dikit, aku yang paling banyak kamu suapin," kata Nico.
"Ya gak papa lah Kak, kamu kan banyak pekerjaan jadi harus makan banyak, tenaga dan otak kamu pasti banyak terkuras habis. Kalau aku gak banyak kerjaan, aku tadi juga udah makan dikit Kak di kantin," kata Alexa.
"Bisa aja kamu, tapi makasih banyak ya Sayang," ucap Nico lagi.
"Iya Sayang sama-sama," jawab Alexa. "Kakak lanjutin aja kerjanya, aku temenin," kata Alexa yang duduk di sofa panjang dalam ruangan Nico tersebut.
.
.
.
.
.
Bersambung.....