Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-112


"Syukurlah kalau begitu, ya udah aku mandi dulu ya Sayang. Kamu tungguin bentar," kata Nico.


"Iya Kak, aku mau kemas barang-barang kita dulu," kata Alexa.


"oke," jawab Nico, lalu bergegas mandi.


Cuaca di kota Jogja pagi ini cukup cerah setelah tadi malam diterpa hujan deras. Hanya saja terlihat beberapa pohon tumbang yang saat ini sedang dibersihkan akibat angin ribut tadi malam dan menyebabkan jalanan pagi ini sedikit macet.


"Duh … kayaknya kita bakalan telat deh Kak sampai ke Jakarta-nya," keluh Alexa.


"Ya mau gimana lagi Sayang, keadaannya kayak gini, kita juga nggak bisa buru-buru kan," kata Nico.


"Iya juga sih Kak. Kalau gitu aku kabarin ke Arya dulu ya kalau kita bakalan telat banget ke rumah sakitnya hari ini," kata Alexa.


"Iya Sayang, kamu kabarin aja. Oh ya mendingan di depan sana kita istirahat aja dulu ya, sarapan. Soalnya di depan sana lagi juga ada pembersihan jalan menurut info yang aku dapat, jadi mendingan kita sarapan dulu sebentar. Apalagi tadi malam kamu nggak makan, ingat kan tadi malam kamu merintih sakit perut. Aku nggak mau kalau perut kamu nanti bakalan sakit lagi gara-gara nggak sarapan," kata Nico.


"Tapi kan sekarang aku udah baikan Kak," kata Alexa.


"Terus kalau nanti tiba-tiba sakit lagi gimana? Mau aku bawa ke rumah sakit terus kamu dirawat?" Tanya Nico.


"Jadi dokter yang dirawat dong. Atau dokter ketemu dokter," kata Alexa.


"Ya begitu lah, pacar kamu juga dokter kan? setiap hari juga ketemu dokter. Cuma bedanya, aku merawat kamu khusus secara pribadi," ucap Nico tersenyum.


"He … he … he … bisa aja Kak Nico," cengir Alexa.


Alexa dan Nico berhenti di sebuah rumah makan untuk sarapan bersama, dilihat juga di tempat tersebut terdapat banyak orang yang akan beraktivitas dan memilih untuk sarapan terlebih dahulu. Terlebih lagi dikarenakan jalanan macet yang saat itu sedang dibersihkan juga menyebabkan beberapa pengemudi memilih mampir ke rumah makan tersebut, tentu saja hal ini membawa keuntungan besar bagi pemilik rumah makan.


"Kak Aku udah kenyang," kata Alexa, sedangkan masih ada separuh nasi goreng lagi di piringnya.


"Kenyang? Itu belum abis, gimana bisa kamu bilang kenyang?" Tanya Nico.


"Tapi aku beneran udah kenyang banget Kak, ini porsinya aja yang banyak," kata Alexa beralasan.


"Makan sedikit lagi ya," bujuk Nico.


"Nggak mau Kak, ntar kalau dipaksa aku muntah gimana?" kata Alexa.


"Oke, tapi kita beli cemilan ya untuk kamu ngemil di mobil," kata Nico.


"Kakak sengaja ya mau bikin aku gendut," cibir Alexa sembari melirik Nico.


"Apaan sih kamu, ngemil doang nggak bakalan bikin gendut kali," kata Nico.


"Siapa bilang? Justru ngemil itu yang bikin cepat gendut," protes Alexa.


"Terserah kamu aja deh, pokoknya sehabis sarapan kita langsung beli cemilan, baru kita lanjutin perjalanan ke Jakarta," kata Nico.


"Ya deh terserah Kakak aja," jawab Alexa yang akhirnya menyetujuinya.


*****


Kini Nico dan Alexa kembali melanjutkan perjalanan mereka. Alexa yang merasa tubuhnya lelah itu pun tertidur di dalam mobil. Nico tersenyum memandangi wajah cantik kekasihnya yang selalu membuatnya merasa damai.


"Kebiasaan deh, pasti tidur di jalan. Kamu pasti capek banget kan Sayang sampai tidur pulas kayak gitu, apalagi tadi malam kamu kurang tidur gara-gara menahan sakit. Maafin aku ya Sayang, karena aku udah lalai menjaga kamu sampai kamu kesakitan kayak gitu," gumam Nico.


Ia juga sengaja mengemudikan mobilnya dengan sangat pelan agar tidak mengganggu istirahat Alexa.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 siang, Alexa dan Nico yang baru tiba di Jakarta langsung saja menuju ke rumah sakit. Saat itu Alexa pun terbangun karena menyadari Nico yang memarkir mobilnya.


"Udah dong, nyenyak banget tidurnya sampai nggak sadar," jawab Nico.


"Ya ampun … aku udah berapa lama sih Kak tidurnya? Aku benar-benar gak sadar," Tanya Alexa.


"Kira-kira sekitar 2 jam lebih gitu lah. Karena sedari kita masih di Jogja," jawab Nico.


"Hah? Selama itu Kak? Tanya Alexa yang begitu terkejut. Tetapi memang kenyataannya Alexa tidur sangat nyenyak sampai-sampai tidak menyadari jika saat ini mereka sudah tiba di Jakarta.


"Ya udah sekarang kita turun temuin Arya dulu," ajak Nico.


Alexa dan Nico pun segera masuk ke dalam rumah sakit dan mencari keberadaan Arya yang ternyata saat itu sedang memeriksa pasien di ruangan Anyelir. Setelah mengganti pakaian dinas mereka, Nico dan Alexa pun segera saja menyusul Arya ke ruangan tersebut.


"Hai Arya," sapa Alexa.


"Arya, gimana pekerjaan kamu?" Tanya Nico.


"Hai juga Lex. Semuanya aman terkendali kok Dok, ini pasien yang saya bilang baru masuk itu, sekarang keadaannya juga sudah sedikit membaik," jawab Arya. "Tapi Dok ada yang mau saya sampaikan juga.


"Ya udah kalau udah selesai memeriksanya, sekarang kita ke ruangan saya aja," ajak Nico


"Baik Dok," jawab Arya.


*****


"Akhirnya kalian pulang juga, Bunda udah nungguin kalian pulang dari tadi, eh dapat kabar ternyata kalian Langsung ke rumah sakit," kata Anggi.


"Iya Bun maaf, soalnya di rumah sakit kan juga lagi ada kerjaan, jadi kita mampir dulu ke rumah sakit buat kerja," kata Nico.


"Iya Bun bener kata Kak Nico. Soalnya Arya bilang ada pasien yang baru masuk, jadi kita nggak enak kalau hari ini nggak masuk kerja lagi," kata Alexa.


"Nah, itu dia penyebabnya kita jadi pulang telat deh hari ini," terang Nico.


"Ya udah, Bunda ngerti kok. Kalian udah pada makan belum?" Tanya Anggi.


"Belum Bun," jawab Nico.


"Ya udah kalau gitu kalian bersih-bersih dulu gih! Terus makan malam ya," kata Anggi.


"Iya Bun, nanti kalau semuanya udah selesai, kita berdua temuin Bunda lagi di sini," kata Nico.


"Iya, Bunda tunggu ya," jawab Anggi.


Sambil menunggu Nico dan Alexa membersihkan diri dan juga makan malam, Anggi pun ditemani oleh Rika seperti biasa. Lalu tidak lama kemudian Nico dan Alexa telah kembali ke kamar Anggi, sedangkan Rika langsung saja keluar meninggalkan nyonya dan anak serta calon istri anaknya itu.


"Bun, jadi Om Andreas setuju untuk pernikahan kita, apalagi Om Andreas tau bahwa ini demi Bunda juga. Om Andreas ikhlas Bun, karena beliau juga mau melihat kebahagiaan Alexa dan merasa lega jika nanti Alexa sudah ada menjaganya," ucap Nico yang membuat Anggi begitu merasa sangat bahagia mendengarnya. Terlihat dari senyum manis yang mengambang dari bibir Anggi saat ini.


.


.


.


.


.


Bersambung.....