
Nico yang tadinya sedang terpaku pada pekerjaannya, kini beralih menatap Vina dengan tatapan tajam. Tatapan Nico itu membuat Vina bergidik tetapi juga merasakan puas.
"Aku yakin Nico pasti kaget banget deh dengan pertanyaan aku, aku yakin juga setelah ini Nico pasti bakalan ninggalin Alexa. Ya Nggak mungkin lah dia mau berpacaran sama anak seorang narapidana," gumam Vina dalam hati.
"Maksud pertanyaan kamu itu apa?" Tanya Nico dengan nada menekan.
"Ya saya mau tanya aja, apa Dokter Nico udah tau masalah ini atau belum? Soalnya Dokter Nico kan pacarnya ya, nggak mungkin kan Dokter Nico nggak tau. Atau memang pacar Dokter itu merahasiakan soal ini dari Dokter Nico," kata Vina yang semakin memanasi Nico, padahal dia tidak tahu jika Nico sebenarnya sudah tahu semuanya, justru Nico terkejut kenapa Vina bisa tahu soal ini.
"Saya tanya sekali lagi sama kamu, dari mana kamu tahu soal ini?" Tanya Nico, kini tatapannya terhadap Vina semakin dalam, terpancar juga dari wajahnya bahwa ia sangat syok mendengar kabar itu.
"Kamu nggak perlu tau aku dapat kabar dari mana, yang jelas ini adalah real, fakta," jawab Vina.
"Kamu dengar ya Dokter Vina, kalau sampai berita ini tersebar di rumah sakit gara-gara kamu, saya tidak akan segan-segan untuk memecat kamu dari rumah sakit ini," ancam Nico. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya!" Usirnya.
"Tapi Dok-" ucapan Vina terhenti.
"Keluar sekarang!" Usir Nico dengan suara meninggi.
Vina yang sakit hati itu pun segera keluar meninggalkan ruangan Nico.
"Apa-apaan sih Nico, dikasih tau yang bener juga malah marah-marah, udah buta kali ya dengan cinta. Tapi aku puas udah kasih tau tentang masalah ini sama Nico, aku yakin saat ini pasti dia sedang bertanya-tanya dan sedang memikirkan tentang hubungan mereka berdua. Kamu lihat aja Alexa, sebentar lagi Nico pasti akan ninggalin kamu," gumam Vina sambil mengepalkan erat kedua tangannya.
*****
"Lex tadi kan kamu udah sempat ngobrol tuh sama Dokter Vina, kamu udah tanyain belum soal Mas Bagas ...? Maksudnya kamu udah ngomong belum masalah kegelisahan hati kamu kemarin?" Tanya Arya.
"Ya ampun … aku lupa Ar," kata Alexa sembari menepuk jidatnya.
"Tuh kan, mentang-mentang lagi ngomongin soal wanita, jadi lupa deh yang lain," kata Arya.
"Bukan gitu, tadi tuh aku sekedar nanya kabar dia aja, katanya dia senang diskors bisa menikmati liburan, terus dia bilang juga kalau sedang bahagia karena mendapatkan informasi," terang Alexa.
"Informasi apaan? Penasaran aku, informasi apa sih yang bikin Mak Lampir itu bahagia?" Tanya Arya.
"Ya mana aku tau lah, kalau kamu mau tau tanyain aja sendiri," kata Alexa.
"Emang kamu nggak nanya? Nggak penasaran gitu?" Tanya Arya.
"Enggak sama sekali, ngapain juga aku mau tau urusan dia, itu bukan urusan aku Ar," kata Alexa.
"Kalau aku jadi kamu sih ya, pasti udah aku tanyain tuh," kata Arya. "Tuh," kata Arya sembari memuncungkan mulutnya ke sesuatu arah.
"Kenapa ...?" Tanya Alexa.
"Mak Lampir tuh, wajahnya lagi kesel banget kayaknya," jawab Arya.
"Masa sih?" Tanya Alexa, lalu ia pun memutar kepalanya agar dapat melihat ekspresi Vina.
Benar saja, Alexa melihat wajah Vina yang tampaknya sedang kesal dan melangkahkan kaki mendekati Maya.
"Ada apa lagi sih itu cewek? Bakalan ada perang lagi nih kayaknya," kata Arya. Sedangkan Alexa hanya bersikap tenang.
Saat Vina sudah duduk di kursi seberang Maya, ia melirik dan menatap Alexa dengan tatapan tajam, setelah itu memalingkan wajahnya kembali.
"Aneh banget, kemarin aja ngomong baik-baik sama aku, minta maaf terus minta tolong aku buat bujuk kak Nico supaya dia nggak jadi dilaporin ke Polisi ataupun dipecat. Eh tau-taunya setelah diskors jadi jutek gitu lagi sama aku, nggak tau deh apa kesalahan aku," gerutu Alexa.
"Enggak boleh kayak gitu Ar. Lagian kenapa juga kamu yang begitu kesal? Padahal kan aku yang dijahatin sama Dokter Vina," tanya Alexa.
"Ya aku nggak suka aja sama sifat cewek kayak Dokter Vina itu, apalagi dia tuh nyakitin kamu sahabat aku Lex," jawab Arya. "Terlebih lagi kamu adalah orang yang aku sayang," batinnya.
"Udah ah, males ngebahas dia. Mendingan kita pura-pura nggak ngeliat dia aja. Sekarang kita balik ke ruangan yuk, siap-siap buat operasi sekalian aku mau liat Kak Nico dulu udah balik atau belum," ajak Alexa.
"Ya udah yuk, daripada di sini ngeliatin pemandangan yang nggak enak, males banget aku," kata Arya.
*****
"Kak Nico udah makan?" Tanya Alexa saat sedang berada di ruangan Nico.
"Belum, ntar aja siap operasi," jawab Nico.
"Emangnya Kakak nggak laper?" Tanya Alexa lagi.
"Belum terlalu kok, lagian nanggung setengah jam lagi kan kita bakalan melakukan operasi, kamu udah siap belum? Jadwal operasi hari ini kamu lho yang menanganinya langsung," jawab Nico lalu bertanya.
"Aku udah siap Kak, apalagi kan ada Kakak sama Arya yang bakalan bantuin aku," jawab Alexa.
"Ya syukurlah," ucap Nico. "Oh iya, kamu ada ketemu sama Vina?" tanyanya.
"Ada, tadi pagi aku ketemu sama Dokter Vina dan siang tadi di kantin aku juga ketemu sama dia. Emang ada apa Kak?" Jawab Alexa dan bertanya pula.
"Nggak ada apa-apa kok," jawab Nico. Akan tetapi ucapan Nico tidak sesuai dengan raut wajahnya yang terlihat sedang khawatir, sehingga membuat Alexa merasa curiga.
"Kak ada apa? Nggak ada yang lagi Kakak sembunyiin kan dari aku?" Tanya Alexa.
"Eng-enggak kok Sayang, nggak ada apa-apa," jawab Nico gugup.
"Kak, nggak usah bohong deh sama aku. Aku tau kalau ada yang kakak sembunyiin dari aku, ngomong aja dong Kak, masa main rahasia-rahasiaan gitu sih," pujuk Alexa sembari mendekati wajahnya ke wajah Nico yang membuat Nico bergidik, bukan bergidik karena takut akan tetapi membuatnya ingin menerkam Alexa saat ini. Terlebih lagi saat Nico terpandang oleh benda kenyal berwarna pink muda yang berada di bawah hidung Alexa itu.
"Sayang, kamu lagi menggoda Kakak ya? Jangan salahin aku ya kalau aku bisa melakukan yang nggak-nggak sama kamu di sini," kata Nico sembari menatap bibir Alexa dengan mesum. Ia sengaja menggoda Alexa agar pembicaraan mereka yang tadi pun teralihkan.
Alexa langsung saja menjauhkan wajahnya dari Nico dan menjadi salah tingkah.
"Apaan sih, siapa juga yang lagi menggoda Kakak. Udah ah aku mau siap-siap dulu," kata Alexa lalu bergegas meninggalkan ruangan Nico.
"Sampai ketemu di ruang operasi ya Sayang!" Teriak Nico sembari tersenyum puas karena telah berhasil membuat Alexa menjadi salah tingkah.
.
.
.
.
.
Bersambung.....