Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-55


"Kakak serius? Aku beneran nggak nyangka deh kalau ternyata respon Bunda positif," tanya Alexa seakan tidak percaya.


"Iya beneran, nggak percayaan banget sih. Kan aku udah bilang sama kamu, kalau Bunda itu nggak pernah masalah kok soal kayak gitu Sayang," jawab Nico.


"Hm … syukurlah Kak, aku jadi lega dengarnya," ucap Alexa dengan senyuman yang mengambang.


"Iya Sayang. Oh ya, Bunda mau ketemu tuh sama kamu, katanya kangen. Kapan kamu ada waktu buat ketemu sama Bunda?" Tanya Nico.


"Oh ya? Kalau aku sih ada waktu Kak, kapan aja aku ada waktu. Tapi itu semua tergantung Kakak, Kakak lembur atau enggak, terus lemburin aku atau enggak," jawab Alexa yang begitu antusias.


"Semangat banget yang mau ketemu Bunda," ucap Nico tersenyum.


"Iya dong Kak, Kakak tau kan kalau aku udah nggak punya Ibu lagi, jadi setelah kenal sama Bunda itu bisa mengobati rasa rindu aku Kak," ungkap Alexa dan terharu.


"Syukur deh kalau memang kayak gitu, kamu boleh kok anggap Bunda aku seperti Bunda kamu sendiri," kata Nico.


Alexa menatap Nico dan membelalakkan matanya seakan tidak percaya, "Kakak serius aku boleh anggap Bunda kayak Bunda aku sendiri?" Tanyanya.


"Iya serius, emang kenapa?" Tanya Nico balik.


"Emang Kakak nggak takut apa kalau Bunda Kakak nanti aku ambil?" Tanya Alexa.


"Kamu tuh cuma bisa anggap Bunda aku sebagai Ibu kamu aja, tapi kamu nggak mungkin bisa ngerebut posisi aku di hati Bunda," kata Nico yang begitu yakin.


"Ih lihat aja nanti, pasti Bunda bakalan lebih sayang sama aku dari pada Kakak," kata Alexa.


"Coba aja kalau bisa," tantang Nico.


"Oke, kalau kakak nantangin aku," kata Alexa.


"Iya, Iya deh, aku percaya kok kalau kamu bisa ambil hati Bunda, buktinya baru pertama kali ketemu aja Bunda udah suka banget sama kamu," kata Nico mengakui.


"Nah itu dia makanya, Kakak jangan coba-coba buat nantangin aku," kata Alexa yang begitu percaya diri.


"Iya-iya, oh iya jadi kapan dong giliran aku buat ketemu sama Papa kamu?" Tanya Nico.


"Hah kakak serius mau ketemu sama Papa aku? tanya Alexa.


"Iya, emang kenapa? Boleh kan aku ketemu sama Papa kamu …?" Tanya Nico.


Alexa terdiam, "Apa Iya aku harus bawa Kak Nico ketemu Papa aku ke sel tahanan?" Batin Alexa.


"Sayang, kenapa kamu malah diam? Aku serius loh mau ketemu sama Papa kamu," kata Nico yang sangat yakin.


"Tapi Papa aku kan ada di sel tahanan Jogja Kak? Gimana caranya kita buat ketemu?" Tanya Alexa.


"Loh emangnya kenapa? Itu semua bisa diatur, nanti kita berdua cuti dan pergi ke sana, oke" Kata Nico.


"Ya udah Kak, Kakak atur aja deh," jawab Alexa pasrah.


Sambil mengemudi, sesekali Nico melirik wajah kekasihnya itu, tampak jelas dari wajahnya masih ada kekhawatiran dalam dirinya, meskipun masalah bunda sudah ia ceritakan.


"Kasian banget Alexa, terlalu banyak menghadapi masalah dalam hidupnya. Sayang, aku janji sama kamu, aku akan selalu berusaha untuk membuat kamu bahagia. Kamu nggak perlu merasa khawatir, aku akan selalu ada buat kamu," gumam Nico dalam hati sambil tersenyum menatap Alexa.


*****


Hingga tanpa disadari, mereka telah tiba di apartemen. Langsung saja Alexa dan Nico masuk ke apartemen mereka. Seperti biasa Nico akan masak makan malam untuk mereka berdua, sedangkan Alexa selesai membersihkan diri ia langsung saja menuju ke apartemen Nico untuk menemaninya masak.


"Sayang," ucap Alexa. Tiba-tiba Ia memeluk Nico dan merangkul pinggangnya dari belakang, serta menempelkan dagunya pada punggung Niko yang kekar.


"Kamu kenapa Sayang? Ada apa?" Tanya Nico, lalu membalikkan tubuhnya hingga menghadap ke Alexa.


"Enggak ada apa-apa kok Sayang, aku cuma lagi pengen peluk Kakak aja, rasanya nyaman banget kalau peluk Kakak," jawab Alexa.


Lalu Nico pun meraih tubuh mungil Alexa itu ke dalam pelukan hangatnya.


"Kalau kayak gini lebih nyaman nggak?" Tanya Nico.


"Nyaman Kak, nyaman banget," jawab Alexa dan membalas pelukan Nico dengan erat.


"Ya udah, kakak mau siapin masak dulu ya biar kita cepat juga makan malamnya," kata Nico sembari melerai pelukan mereka.


"Aku mau belajar masak juga dong Kak, boleh kan?" Tanya Alexa.


"Boleh dong Sayang, ya udah sini kamu lihatin Kakak masak sekalian belajar," kata Nico. "Tapi ngomong-ngomong, kenapa tiba-tiba kamu mau belajar masak?" Tanyanya keheranan.


"Iya Kak ini aku liatin. Aku kan wanita, jadi aku harus bisa belajar masak dong," jawab Alexa dengan entengnya.


"Bukan karena mau menunjukkan kepada calon mertua kan?" Tanya Nico menggoda.


"Hm … bisa juga sih," jawab Alexa spontan. "Emang nggak boleh ya Kak?" Tanyanya.


"Boleh dong, siapa bilang nggak boleh. Ya udah, sini yuk biar kakak ajarin kamu masak yang dasar-dasarnya dulu," kata Nico.


"Iya Kak," jawab Alexa. Lalu Alexa pun mulai memegang bahan-bahan makanan yang akan diolah sambil Nico mengajarinya masak.


*****


Pagi menyingsing, langit sangat cerah memancarkan sinarnya yang masuk melalui celah-celah jendela kamar apartemen Vina, Vina terbangun dan meregangkan kedua tangannya merasa tubuhnya yang begitu segar. Pagi yang biasanya disibukkan dengan pekerjaan, kali ini lebih bisa santai menghadapi harinya. Meskipun diskors, tapi ia merasa senang karena bisa beristirahat sekaligus liburan.


Tiba-tiba ia teringat bahwa pagi ini ia akan mengikuti Bagas untuk mengetahui kegiatan Bagas sehari-hari, karena Bagas tidak pernah mengatakan dimana dia bekerja, terlebih lagi Vina penasaran dengan siapa orang yang selalu Bagas kunjungi di sel tahanan.


Setelah bersiap-siap, Vina pun keluar dari apartemennya dan menunggu Bagas di depan luar apartemen, tanpa diketahui oleh Bagas. Beberapa saat kemudian, mobil Bagas pun lewat. Vina segera saja menaiki taksi yang ia hentikan dan mengikuti kemana arah perginya Bagas.


Tampak Bagas berhenti di sebuah sel tahanan, langsung saja Vina pun ikut turun dan mengikuti Bagas masuk ke dalam. Bagas langsung memasuki ruang besuk dan menemui seseorang.


"Pak Andreas," ucap Bagas lalu berjabat tangan dengan Bos-nya itu.


"Iya Bagas, apa kamu mendapatkan hasilnya langsung?" Tanya Andreas.


"Iya, saya baru saja mendapatkan kabar dari Pak Yanto," jawab bagas, lalu menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.


"Terima kasih Bagas, karena kamu sudah membantu saya selama saya di tahanan. Bagaimana kabar anak saya, Alexa?" Tanya pak Andreas.


"Apa? Jadi ini Papanya Alexa," gumam Vina yang sangat syok mendengarnya, ia menguping dari balik pintu ruang besuk.


.


.


.


.


.


Bersambung.....