Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-120


"Sayang, makasih ya karena kamu udah mengungkapkan kebenarannya. Aku tadinya bingung harus mencari bukti kemana supaya kamu bisa percaya sama aku, kalau aku nggak melakukan apapun sama Vina," ucap Nico.


Alexa melepaskan pelukan Nico dari tubuhnya dan mendorongnya dengan kasar.


"Ada apa? Kenapa kamu nggak mau aku peluk?" Tanya Nico yang terlihat bingung. Bukannya Alexa sudah tahu jelas apa masalahnya, tapi malah bersikap kasar seperti itu terhadapnya.


"Tetap aja aku masih marah sama kamu. Kenapa kamu bisa ada di rumah Vina tadi malam? Kalau kakak nggak ada di rumah Vina, nggak datang ke rumah dia, Kakak nggak mungkin bisa dijebak Kak. Kenapa sih kamu masih percaya aja sama Vina. Bukannya Kakak yang ngomong sama aku nggak usah terlalu baik sama orang, nggak usah terlalu percaya sama Vina, tapi kenapa Kakak yang percaya sama dia," ucap Alexa dengan sorotan tajamnya seperti harimau yang hendak menerkam mangsanya, sehingga membuat Nico bergidik.


"Alexa aku minta maaf ya Sayang, karena waktu itu kondisinya benar-benar urgent, aku cuma mau menolong Vina yang lagi sakit aja. Tapi aku yang terlalu bodoh sampai dijebak sama dia," ucap Nico.


"Ya udah aku akan maafin kamu, tapi cepat urus pernikahan kita yang tinggal tiga hari lagi. Kalau Kakak sampai nggak bisa mempersiapkannya tepat waktu, aku nggak mau nikah sama Kakak dan gak ada penawaran lagi," kata Alexa.


Nico mengangguk cepat dan tersenyum lebar, tentu saja ia sangat senang dan menyetujuinya. Apalagi memang untuk persiapan pernikahan mereka semuanya telah selesai, hanya tinggal dilaksanakan saja. Jadi mau menikah tiga hari atau dua minggu lagi sama sekali bukan masalah untuk Nico.


*****


Setelah selesai dengan segala aktivitas di rumah sakit, Alexa dan Nico segera pulang ke rumah Anggi dan langsung memberitahukan kabar tentang pernikahan mereka yang dimajukan, serta masalah yang saat ini sudah selesai. Meskipun sangat mendadak, tetapi Anggi merasa sangat senang karena mendengar kabar yang bahagia. Perasaannya sangat lega, hidupnya pun terasa bersemangat lagi meskipun tadi sempat ngedrop karena memikirkan masalah anaknya.


"Alexa, Nico, syukurlah karena masalah kalian sudah selesai. Bunda benar-benar lega mendengarnya. Bunda juga sudah tidak sabar untuk melihat pernikahan kalian," kata Anggi.


"Iya Bunda, maaf ya kalau Alexa udah bikin Bunda khawatir, udah bikin masalah," ucap Alexa.


"Ya Bun, Nico juga minta maaf ya karena kebodohan Nico yang udah buat hubungan Nico dan Alexa menjadi berantakan. Untung aja Tuhan itu baik sama Nico segera menunjukkan kebenarannya kepada Alexa langsung," ucap Nico.


"Ya begitulah, kalau kamu memang tidak salah pasti Tuhan akan menunjukkan kebenarannya cepat atau lambat," kata Anggi.


"Iya Bun, yang penting Bunda harus sehat ya. karena tiga hari lagi Nico dan Alexa akan menikah. Pokoknya bunda harus semangat," kata Nico.


"Iya Sayang, Bunda pasti akan sehat dan menyaksikan pernikahan kalian," kata Anggi.


Rika yang saat itu sedang menemani Anggi pun hanya bisa terdiam, ia bingung harus senang atau sedih. Di satu sisi ia senang karena Anggi terlihat begitu sangat bahagia dan semangat lagi tidak seperti tadi, tapi di sisi lain ia juga sedih karena Nico akhirnya akan benar-benar menikah dengan wanita lain. Mungkin memang sudah takdirnya tidak bisa bersama dengan Nico dan ia pun harus merelakan dokter tampan pujaan hatinya itu.


Setelah memberi kabar kepada Anggi, tidak lupa pula Alexa memberitahukan kabar tersebut kepada orang tuanya. Andreas begitu sangat senang mendengar kabar itu, ia selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan Alexa. Baginya, kebahagiaan Alexa adalah kebahagiaannya juga, jadi sama sekali tidak ada larangan darinya.


*****


Karena kelakuan konyolnya terhadap Nico, Vina memutuskan untuk pindah ke luar Negeri. Dia begitu sangat malu dan tidak tahu bagaimana harus bersikap jika bertemu dengan Nico dan Alexa. Padahal keduanya sama sekali sudah tidak mempermasalahkannya lagi asalkan Vina benar-benar sudah tidak mengganggu hubungan mereka berdua. Tapi Vina benar-benar sudah tidak punya muka sehingga ia pun memilih pergi.


"Iya Dek, Kakak benar-benar malu. Kakak udah nggak tau lagi gimana caranya menghadapi Alexa dan Nico, meskipun mereka sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Apalagi mereka akan menikah, jadi Kakak benar-benar mau pergi menjauh dari hidup mereka Dek, biarlah luka ini Kakak bawa pergi sendiri," jawab Vina dengan mantap.


Renata menghembuskan nafas pelan, lalu ia memeluk erat sang Kakak dengan pelukan hangat.


"Ya udah kalau memang itu udah menjadi keputusan Kakak. Tapi Kakak jangan lupa untuk selalu ngabarin aku ya, ingat Kak aku di sini selalu menunggu kepulangan Kakak. Aku nggak punya siapa-siapa selain Kakak," kata Renata.


Vina tak dapat lagi membendung air matanya, sebenarnya ia juga sangat sedih dan sangat tidak rela meninggalkan adiknya, akan tetapi keputusannya itu sudah bulat dan tidak dapat lagi diganggu gugat.


Vina dan Renata segera melerai pelukan mereka, karena saat ini pesawat yang akan Vina tumpangi akan segera berangkat ke Jepang, tempat di mana akan Vina tuju untuk memulai hidup barunya. Kebetulan di sana ia juga mempunyai sahabat yang sudah lama tidak ditemuinya.


Sedangkan Renata saat ini benar-benar sudah berubah menjadi wanita yang baik. Raka juga sudah memberikannya kesempatan untuk menjalin hubungan dengannya, Renata begitu sangat senang dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Mereka berdua sepakat akan menjalani hubungan jarak jauh antara kota Jogja dan Jakarta. Jika ada kesempatan libur, maka Renata akan mengunjungi Raka ke Jogja. Begitupun juga sebaliknya, Raka yang akan mengunjungi Renata ke Jakarta jika ada waktu luang.


*****


Waktu berjalan begitu cepat, tiga hari pun telah berlalu, kini pernikahan Alexa dan Nico akan segera dilaksanakan.


Alexa yang memang pada dasarnya tidak memiliki keluarga di Jakarta, ia pun saat ini berada di rumah Nico bersama dengan Thalita sahabatnya yang sudah menginap satu hari sebelum hari H. Begitupun juga dengan Dion dan Raka.


"Ya ampun, sahabat aku cantik banget sih. Nggak nyangka banget ya kalau sahabat aku udah mau menikah sama sepupu aku," ucap Thalita yang memuji sahabatnya itu.


"Makasih ya Sayang, bentar lagi kamu juga bakalan nyusul kok. Oh ya ingat ya, habis ini aku udah jadi Kakak ipar kamu loh," kata Alexa.


"Iya-iya, Kakak ipar," ucap Thalita tersenyum. Lalu mereka berdua pun berpelukan sebentar.


.


.


.


.


.


Bersambung.....