Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-10


"Lex, kamu kenapa..? Bukannya keluar malah bengong," gerutu Nico.


"Iya Dok," jawab Alex lalu keluar dari mobil.


Dengan ragu ia pun mengikuti langkah Nico masuk ke dalam restauran tersebut, Alexa yang biasanya sangat royal apa lagi soal perut kini harus menahan seleranya demi kelanjutan hidupnya. Ia tahu berapa harga makanan di restauran ini, mungkin setelah membayar makanan di sini, ia akan berpuasa selama satu Minggu.


Alexa dan Nico duduk secara berhadapan. Langsung saja makanan dan minuman di sajikan di depan mereka.


"Hotpot... Kok bisa?" batin Alexa.


"Dok kita kan belum pesan...?" Tanya Alexa.


"Saya yang pesan dalam perjalanan tadi, jadi kita gak perlu nunggu lama lagi, tinggal makan aja," jawab Nico. "Oh iya bisa gak kalau di luar gak usah panggil saya Dokter, panggil nama aja," kata Nico ketus.


"Panggil nama ke senior kayaknya gak sopan deh, boleh panggil Kak aja gak...?" Tanya Alexa.


"Iya, terserah kamu aja," jawab Nico.


"Oh.. Gitu ya Dok, eh Kak," ucap Alexa. Nico menyembunyikan senyumannya melihat kebingungan yang di rasakan oleh Alexa.


"Iya, ya udah buruan makan," kata Nico, nada bicaranya memang selalu ketus, tetapi Alexa bisa merasakan jika hatinya baik.


"Kak, aku boleh tanya lagi gak...?" Tanya Alexa.


"Hm," jawab Nico singkat.


"Yang Kak Nico pesan ini makanan favorit Kakak atau gimana...?" Tanya Alexa.


"Gak juga," jawab Nico. "Kenapa? Kalau gak suka, kamu bisa pesan yang lain," kata Nico.


"Suka kok Kak," jawab Alexa lalu mulai memasukkan bahan-bahan hotpot ke dalam kuahnya.


"Kok bisa ya kebetulan banget yang Nico pesan ini makanan favorit aku, ini juga lemon tea minuman yang selalu aku pesan di saat lagi makan hotpot," gumam Alexa dalam hati.


"Gak usah pakai cabe banyak-banyak," larang Nico saat melihat Alexa menaruh potongan cabe pada mangkuknya.


"Loh emang kenapa Kak...? Saya suka makan hotpot yang pedes," Kata Alexa.


"Kamu itu Dokter, tapi kenapa kamu sama sekali gak memperhatikan kesehatan kamu sih. Kamu punya asam lambung, apa lagi saat ini kamu makannya dalam keadaan perut kosong, kalau tiba-tiba perut kamu sakit dan asam lambung kamu kumat gimana? Atau kamu sengaja ya mau ngerepotin saya," kata Nico.


"Cih lagi-lagi karena alasan itu," gumam Alexa dalam hati.


"Nico.... kenapa sih kamu itu nyebelin banget, aku benci sama kamu....." Teriak Alexa lalu menonjok mata Nico.


Akan tetapi lagi-lagi itu hanyalah ada dalam khayalan Alexa. Pada kenyataannya ia hanya bisa mengikuti apa yang Nico katakan dengan mengurangi cabe pada mangkuk hotpotnya.


Selesai makan, Alexa dan Nico melanjutkan perjalanannya pulang ke apartemen.


"Kak, makasih banyak ya udah traktir tadi," ucap Alexa saat dalam perjalanan pulang.


"Iya sama-sama, tapi itu kebetulan aja kok karena saya memesan makanan duluan makanya langsung di bayar," jawab Nico.


"Oh.. Gitu. Tapi apa pun alasannya, tetap makasih banyak Kak, aku kenyang banget," kata Alexa.


Hoam...Alexa mengantuk karena lelahnya perjalanan dari Jogja ke Jakarta menggunakan bus, tanpa di sadari matanya terpejam begitu saja hingga mereka tiba di apartemen.


Setibanya di apartemen, Nico tersenyum melihat Alexa yang sedang tertidur pulas, ia sadar betapa cantiknya wanita yang ada di depan matanya. Nico terus menatapnya hingga tidak menyadari Alexa yang telah terbangun.


"Kak," panggil Alexa.


"Ehm.. Ehm.." Nico yang tertangkap basah itu segera mengalihkan pandangannya.


Sedangkan Alexa tersenyum melihat Nico yang salah tingkah.


"Kita udah sampai, enak banget ya tidurnya," kata Nico.


"Maaf Kak, saya capek banget," kata Alexa.


Lalu Alexa dan Nico pun melangkahkan kaki menuju apartemen mereka.


Malam hari tepat pukul 2 dini hari, Nico merasakan perutnya sakit dan ingin muntah. Langsung saja ia ke toilet untuk memuntahkan isi dalam perutnya. Entah berapa kali Nico muntah hingga tubuhnya pun terasa lemas tidak berdaya.


*****


"Dokter Alexa, Dokter Arya hari ini saya yang akan mendampingi kalian," kata Bryan, Dokter Spesialis jantung yang biasa akan menggantikan sift Dokter Nico jika tidak berada di rumah sakit.


"Loh memang Dokter Nico kemana Dok...?" Tanya Alexa.


"Dia ada keperluan hari ini, jadi ambil cuti," jawab Bryan.


"Oh.. Iya Dok, semalam Dokter Nico juga suruh saya lembur katanya ada keperluan, ternyata hari ini juga," kata Arya.


"Iya, ya sudah ayo kita mulai bekerja," kata Bryan.


"Nico da keperluan apa ya? Yang aku tau keperluannya semalam ya jemput temennya yang gak jadi datang itu. Gak mungkin lah kalau hari ini alasannya itu lagi, bukan gaya Nico banget yang mau menyia-nyiakan pekerjaannya demi hal yang gak penting, Nico itu Dokter yang sangat bertanggung jawab. Tapi bisa aja kan temen yang di maksud Nico itu penting. Duh...... Alexa, napa malah jadi mikirin Nico sih, bodoh amat lah," batin Alexa.


"Lex, kamu kenapa ....?" Tanya Arya yang membuyarkan lamunan Alexa.


"Gak papa kok Ar," jawab Alexa.


"Ya udah yuk ikut Dokter Bryan," ajak Arya.


"Yuk, jawab Alexa.


*****


Alexa tiba di apartemennya, ia mendengar suara kaca yang terjatuh dan pecah dari apartemen sebelah yaitu apartemen Nico. Alexa yang penasaran itu pun segera mengetuk pintunya.


Tok.. Tok.. Tok.. "Kak Nico..." Panggil Alexa sambil terus mengetuk pintu, perasaannya begitu tidak tenang, ia yakin Nico ada di dalam dan terjadi sesuatu pada Nico.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang...?" gumam Alexa bingung.


"Kak please buka pintunya, saya tau Kakak ada di dalam kan," teriak Alexa.


Lalu tidak lama kemudian pintu itupun terbuka, Alexa melihat wajah Nico yang sangat pucat.


"Kak Nico, kenapa wajah Kakak pucat banget?" Tanya Alexa.


"Kamu mau ngapain ke sini...?" Tanya Nico.


"Saya tadi dengar ada suara pecahan kaca, Kakak gak kenapa-napa kan...?" Tanya Alexa.


"Saya gak papa," jawab Nico, akan tetapi mulut dan tubuhnya itu tidak bisa di ajak berkompromi.


Saat itu juga, Nico yang sudah tidak tahan lagi menyembunyikan rasa sakitnya hingga ia hendak tumbang, untungnya Alexa menyadarinya, dengan cepat ia masuk ke dalam dan menahan tubuh Nico agar tidak ambruk.


Alexa merasa sangat keberatan, untungnya Nico masih dalam keadaan sadar sehingga Alexa hanya membantu memapahnya saja menuju ke sofa.


"Ya ampun Kak, badan Kakak panas banget," kata Alexa saat tidak sengaja menyentuh tangan Nico, Alexa juga memberanikan diri menyentuh kening Nico, ia tidak peduli jika Nico akan marah karena menganggapnya lancang.


.


.


.


.


.


Bersambung.....