Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-71


Renata menatap Thalita dengan tatapan sinis, dia merasa tersinggung dengan perkataan lawan bicaranya itu, meskipun apa yang dikatakan Thalita adalah benar adanya, tetap saja dia tidak terima.


"Maksud kamu apa ngomong kayak gitu?" Tanya Renata.


"Apa ya? Maksud aku ya seperti itu lah, memang kenyataannya kan kalau kamu ke sini buat mengejar cinta kamu yang nggak pernah tergapai itu, ups sorry keceplosan," kata Thalita dengan ekspresi yang sangat menyebalkan.


Renata menggeram, akan tetapi dia juga tidak dapat melakukan apapun. Terlebih lagi sekarang dia sedang berada di rumah sakit tempat Raka bekerja, Renata hanya bisa menggerutu sembari mengutuk Thalita di dalam hatinya.


"Dasar, nggak dia nggak sahabatnya sama nyebelinnya, kalau gak lagi di sini pasti udah aku jambak-jambak rambut kamu Thalita," batin Renata.


Saat itu juga tiba-tiba saja dari lawan arah mereka melihat Dion dan Raka yang sedang melangkahkan kaki berjalan ke arah mereka berdua.


Renata langsung saja berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, dia bersikap sok baik terhadap Thalita agar image-nya di depan Raka tidak buruk, meskipun Raka sudah tahu siapa dirinya dan bagaimana sikapnya itu.


"Ada apa ini?" Tanya Dion saat dirinya dan Raka sudah berdiri di hadapan Renata dan Thalita.


"Ini Kak ada Dokter dari Jakarta nih datang mau nyamperin Dokter Raka," jawab Thalita.


"Hai Dokter Dion, Dokter Raka" sapa Renata dan tersenyum tidak tau malu.


"Hai juga, ada keperluan apa kamu datang ke sini?" Tanya Dion, sementara Raka hanya diam saja malas untuk melayani Renata itu.


"Saya mau ketemu sama Dokter Raka Dok," jawab Renata.


"Oh … mau ketemu sama Dokter Raka toh," kata Dion yang menekankan ucapannya itu. Padahal dia sudah tahu jelas bahwa Renata datang ke sini untuk menemui Raka, tidak mungkin juga lah jika Renata mau menemui dirinya. "Dokter Raka, ada yang cariin tuh," kata Dion meledek sembari melirik ke arah Raka.


Raka memutar bola matanya malas, "Dion, kita masih ada tugas lain kan ya hari ini, kita sibuk banget kan hari ini?" Raka mencari alasan untuk menghindar dari Renata.


"Oh nggak-nggak, kita udah selesai kok kerjaannya, nanti sore baru kita ada kerjaan lagi. Oh iya, kebetulan aku sama Talita ada keperluan nih mau keluar sebentar sekalian makan siang, kita tinggal dulu ya, kalian ngobrol aja dulu berdua," kata Dion lalu menarik tangan Thalita menjauhi Raka dan Renata.


"Aku gak di ajak nih," kata Raka.


"Nggak Kak, kan lagi ada tamu tuh. Kasihlan dong tamunya datang jauh-jauh malah dianggurin," kata Talita tersenyum.


"Awas ya kalian Dion, Thalita," batin Raka.


Ia hanya menatap punggung kedua sahabatnya itu pergi menjauh lalu melihat ke arah Renata dengan tatapan yang sangat tidak suka.


"Kak Raka apa kabar?" Tanya Renata.


"Seperti yang kamu liat, saya baik-baik aja kan. Kamu mau apa datang ke sini?" Jawab Raka dan bertanya.


"Kak Raka,bisa nggak sih nggak jutek-jutek gitu sama aku. Aku datang ke sini baik-baik loh, bukannya mau cari masalah, kata Renata.


"Oh gitu. Emang pernah kamu kalau datang ke sini untuk baik-baik? Bukannya tujuan kamu datang ke sini selalu cari masalah," dindir Raka.


"Kok kamu ngomongnya kayak gitu sih, tapi terserah deh apa kata Kakak, yang jelas aku mau ngomong sama kakak bisa?" kata Renata.


"Mau ngomong apa lagi sih? Aku rasa diantara kita itu nggak perlu ada yang diomongin. Kita juga udah bekerja di rumah sakit yang berbeda, beda kota lagi, kenapa sih kamu terus aja gangguin aku," hardik Raka.


"Ya udah, lebih baik kita bicara di ruangan saya aja," kata Raka, lalu Renata dan Raka pun melangkahkan kaki menuju ke ruangan Raka.


*****


"Kak, perasaan kita nggak ada janji deh mau makan di luar? Kenapa kita jadi makan di luar kayak gini," Tanya Thalita saat mereka di dalam perjalanan menuju ke sebuah restauran.


"Ya biarin aja, memang Kakak sengaja ngajakin kamu keluar biar Raka bisa ngomong sama Renata," jawab Dion.


"Tapi kak, Kakak tau sendiri kan kalau Kak Raka itu nggak mau banget ngobrol sama Renata," kata Thalita.


"Ya biarin aja lah, biar itu menjadi urusan mereka," kata Dion.


"Iya juga sih biar cepat selesai. Lagian Kenapa sih Kak, Kak Raka itu enggak mau sama Renata, padahal kan Kalau menurut aku Renata itu juga cantik kok," kata Thalita.


"Kalau cantik wajahnya tapi hatinya enggak cantik buat apa juga, lagian kan kamu tahu sendiri Sayang kalau Raka itu sukanya sama Alexa dan sampai sekarang belum bisa move on," kata Dion.


"Iya sih Kak. banyak banget yang suka sama Alexa, Kak Nico, Kak Raka, Arya tapi yang berhasil dapatin hatinya Alexa tetap Kak Nico dong, Kakak aku, " kata Thalita.


"Iya Iya yang Kakaknya berhasil menggaet hati Alexa. Berarti Dokter Nico itu pacar pertamanya Alexa ya?" Tanya Dion.


"Iya Kak, walaupun Alexa itu pernah kagum sama Kak Raka, Tapi nggak sampai cinta lah, karena menurut dia cinta pertama dia itu ya memang kak Nico, cinta Pertama pacar pertama," kata Thalita.


"Terus kalau Nico sendiri, apa Alexa itu cinta pertamanya Nico juga?"Tanya Dion lagi.


"Dulu Kak Nico itu pernah pacaran sama cewek namanya Vina, Dokter juga. Bahkan sekarang Dokter Vina itu juga bekerja di rumah sakit Kak Nico. Tapi pacaran cinta monyet gitu aja, kan waktu itu mereka pacarannya jaman kuliah gitu. Terus Dokter Vina ninggalin Kak Nico gitu aja tanpa penjelasan apa-apa, jadi ya gitu deh Kak Nico itu kayak udah males lah gitu buat pacaran, sampai akhirnya dia menemukan Alexa yang berhasil buat dia jatuh cinta lagi. Tapi Dokter Vina itu masih ngejar-ngejar Kak Nico sampai sekarang, udah telat kali," kata Thalita.


"Bisa aja ya, cinta ini memang menyulitkan. Untungnya aku punya kamu dan mudah-mudahan enggak ada yang ganggu hubungan kita deh," kata Dion.


"Aamiin, ya Kak aku juga berharapnya kayak gitu. Awas aja kalau sampai ada cewek yang berani gangguin Kakak, pasti bakalan Aku bejek-bejek," kata Thalita.


"Hahaha, kamu nih ada-ada aja sih Sayang, aku ini gak sepopuler Nico. Dan yang terpenting itu hati aku ini cuma buat kamu, aku nggak akan berpaling dari kamu," kata Dion.


"Oh ya? Iya deh aku percaya kok sama Kak Dion," kata Talita.


Tanpa disadari Mereka pun tiba di sebuah restauran, lalu mereka berdua langsung saja turun dari mobil dan masuk ke restauran tersebut.


.


.


.


.


.


Bersambung.....