Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-33


"Perasaan kamu aja mungkin Lex, tapi sekarang udah gak papa kan?" Tanya Arya.


"Hm ... mungkin juga, iya aku gak papa kok Ar," jawab Alexa.


"Tuh Lex," kata Arya memuncungkan mulutnya ke arah pintu yang membelakangi Alexa.


"Kenapa ...?" Tanya Alexa sembari menaikkan kedua alis matanya.


"Tuh ... liat aja sendiri," jawab Arya.


Alexa segera menoleh ke arah pintu, dan ternyata ada Nico yang berdiri di depan pintu dengan senyum mengambang di bibirnya.


"Kak Nico," gumam Alexa dan bergegas menghampiri Nico.


"Hai Sayang, ke kantin yuk," ajak Nico.


"Hm ... sekarang udah terang-terangan ya Dok panggil sayangnya," teriak Arya hingga di dengar oleh beberapa Dokter magang lain yan ada di ruangan tersebut.


"Jomblo diam aja ya," ledek Nico.


"Kak, udah. Yuk ke kantin," ajak Alexa.


"Yuk Sayang," jawab Nico.


"Gak mau sekalian ke kantin Ar ...?" Tawar Nico.


"Enggak, enggak mau jadi obat nyamuk," tolak Arya.


Nico dan Alexa tersenyum, lalu segera melangkahkan kaki menuju ke kantin.


*****


"Gimana Kak? Perasaan Kakak lebih tenang gak setelah aku ajak ke Jogja?" Tanya Renata.


Saat ini Renata dan Vina sedang berada di Jogja, Renata yang menyarankan Vina untuk mengambil cuti dan mengajaknya pergi ke Jogja agar pikiran Kakaknya itu tenang karena telah mengetahui hubungan Nico dan Alexa. Tentunya karena Renata juga ingin bertemu dengan Raka.


"Sedikit lebih tenang, dari pada terus berada di rumah sakit, bikin sakit hati ngeliat Nico dan Alexa yang sok mesra-mesraan. Ya sambil memikirkan cara lah gimana caranya untuk memisahkan mereka," jawab Vina.


"Bagus deh Kak, itu baru Kakak aku," ucap Renata dan Vina menanggapinya dengan senyuman.


"Dek kamu bilang tadi ada urusan kan? Mendingan kamu pergi aja," kata Vina.


"Beneran gak apa-apa kalau aku tinggalin Kakak sendirian di apartemen?" Tanya Renata.


"Iya Dek beneran," jawab Vina.


"Kakak gak mau ikut aja, sekalian nanti kita makan malam," ajak Renata.


"Gak usah Dek, soal makan malam gampang lah bisa Kakak cari sendiri kalau lapar, yang penting sekarang ini Kakak mau istirahat dulu, capek banget," tolak Vina.


"Ya udah deh, kalau ada apa-apa atau mau titip sesuatu kabarin aja ya Kak. Aku pergi dulu," Kata Renata.


"Iya nanti Kakak kabarin, hati-hati ya kamu dek," pesan Vina.


"Iya Kak," jawab Vina lalu pergi.


Vina berada di apartemen yang disewa oleh Renata setiap tahunnya sejak zaman ia co-*** di Jogja dulu. Meskipun sudah kembali ke Jakarta, Renata tetap menyewa apartemen itu agar memudahkannya saat berkunjung ke Jogja untuk menemui pujaan hatinya. Tapi semenjak kembali ke Jakarta, ini adalah pertama kalinya Renata pergi ke Jogja lagi.


"Duh ... laper banget, terakhir makan kan tadi siang pas baru sampai ke Jogja. Tenaga terkuras abis gara-gara bersihin apartemen ini. Lagian Renata sih pakai nagajakin bersihin apartemen segala, bukannya manggil jasa Home Service aja. Mana gak ada cemilan apa-apa, terpaksa keluar nih. Ke swalayan di bawah aja deh, beli cemilan aja," gerutu Vina.


Ting ... tung ... suara bel apartemen.


"Siapa sih, tau aja kalau lagi ada orang di apartemen ini," gumam Vina lalu bergegas membuka pintu.


Ternyata yang datang adalah Kurir yang mengantarkan makanan, tanpa melihat siapa nama pengirim dan penerimanya, segera saja Vina menerima makanan tersebut yang dikiranya Renata lah yang mengirim makanan itu.


"Terima kasih ya Mas," ucap Vina setelah menerima bungkusan makanan tersebut.


"Sama-sama Mbak," jawab Kurir dan segera pergi.


Dengan perasaan yang sangat senang, Vina pun segera membuka bungkusan makanan yang ternyata isinya adalah nasi dan ayam bakar madu kesukaannya.


Karena sudah sangat lapar, langsung saja Vina menyantap makanan itu dengan sangat lahap.


*****


Raka sedang duduk bersandar di sofa dalam kamarnya sembari memainkan ponsel. Ia melihat foto Alexa yang terpajang dan selalu menjadi wallpaper pada ponselnya itu.


"Lex, maaf karena aku selalu mencintai kamu dalam diam. Aku udah cukup senang karena bisa mengenal dan mencintai kamu, sekarang ini adalah saatnya untuk aku melupakanmu, merelakan kamu bahagia dengan orang lain, meskipun sulit Lex. Dan walaupun sebenarnya aku gak yakin bisa melupakan kamu," gumam Raka dalam lamunannya. Namun tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya sehingga mengganggu dan membuyarkan lamunannya itu.


"Siapa?" Tanya Raka.


Tok ... tok ... tok ....


Akan tetapi bukan jawaban yang Raka dengar, melainkan suara ketukan pintu itu kembali hingga Raka beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu.


Betapa terkejutnya Raka saat melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.


"Kamu?! Kenapa kamu bisa ada di sini?" Tanya Raka.


"Hai Kak Raka," sapa Renata.


Raka menarik tangan Renata dan membawanya ke pintu utama.


"Sekarang kamu pergi! Saya gak ada urusan sama kamu, lagipula saya lagi sibuk," kata Raka.


"Kak, aku jauh-jauh datang dari Jakarta ke Jogja cuma mau ketemu sama Kakak, terus sekarang Kakak malah dengan tega ngusir aku gitu aja," kata Renata.


"Bukan aku yang suruh kamu datang ke sini buat temuin aku," hardik Raka.


"Kak," panggil Renata sembari memegang tangan Raka.


"Lepasin!" Teriak Raka.


"Enggak," tolak Renata.


"Lepas! atau aku akan bersikap kasar," ucap Raka.


"Oke aku lepasin, tapi please aku mau ngomong sama Kakak, bentar aja," pinta Renata dengan wajah memelas.


"Ya udah," jawab Raka yang akhirnya menyetujui. Lalu mereka duduk di sofa ruang tamu.


Renata sangat senang karena akhirnya ia bisa duduk dan ngobrol berdua dengan Raka.


"Kak, kenapa sih kayaknya Kakak benci banget sama aku? Aku telpon gak pernah di angkat, WA juga gak di balas, padahal sebelumnya hubungan kita baik-baik aja, aku ada salah apa sama Kakak?" Tanya Renata.


"Hubungan kita selama ini baik-baik aja hanya sebatas partner kerja, dan saat itu saya kira kamu orang baik," kata Raka.


"Maksud Kakak, jadi aku nih sebenarnya bukan orang baik gitu?" Tanya Renata.


"Saya gak benci sama kamu, saya cuma gak suka sama cara kamu," kata Raka tanpa menjawab Renata dari tadi.


"Sikap yang mana Kak ...?" Tanya Renata lagi.


"Kamu pikir aku gak tau apa yang udah kamu katakan sama Alexa waktu itu. Pantas aja ya tiba-tiba Alexa menjauhi saya," kata Raka.


"Sial ternyata cewek itu ngadu ke Raka. Alexa! Kamu liat aja ya nanti," gumam Renata dalam hati dengan waja amarahnya.


.


.


.


.


.


Bersambung.....