
Saat Arya dan Alexa sedang asyik mengobrol berdua, tanpa mereka sadari ternyata Nico saat itu sudah ada di belakang mereka dan sedikit banyaknya mendengar apa yang sedang mereka bicarakan. Nico menyadari jika kesalahan yang pernah dilakukan ibunya di masa lalu itu sangat fatal sehingga mempengaruhi kinerja Alexa saat ini, Alexa begitu terlihat sangat tidak bersemangat. Mungkin memang lebih baik jika saat ini Nico menuruti permintaan Alexa untuk tidak membahas hal-hal pribadi selain soal pekerjaan. Ia akan memberi waktu untuk Alexa sampai Alexa benar-benar bisa menerima kenyataan ini sembari Nico tetap memikirkan cara agar Alexa bisa memaafkan ibunya.
"Ehem," Nico berdehem.
Alexa dan Arya serentak menghadap ke belakang dan melihat Nico yang ada di belakang mereka saat ini.
"Dokter Nico," ucap Arya.
Sedangkan Alexa hanya diam saja, ia sama sekali tidak bergeming melihat Nico ada di depan matanya.
"Alexa, Arya, sekarang kita pergi ke ruang Anggrek, ada pasien baru yang harus segera kita tangani dan harus segera dioperasi," kata Nico.
"Baik Dok," jawab Alexa.
"Baik Dok," jawab Arya pula.
Arya merasa bingung melihat pasangan kekasih di hadapannya saat ini terlihat begitu canggung. Alexa yang biasanya selalu ceria dan sangat senang jika melihat Nico, sekarang dia hanya biasa saja dan menganggap Nico hanyalah orang lain.
"Ya sudah sekarang kita ke sana," ajak Nico.
Arya dan Alexa pun segera beranjak dari tempat duduknya dan mengikuti Nico ke ruangan Anggrek. Saat sedang berjalan pun Alexa lebih memilih untuk berdiri di samping Arya, sedangkan Arya saat ini ada di tengah-tengah antara mereka.
Kini mereka telah tiba di ruangan Anggrek tersebut, Alexa dan Arya tampak dengan sangat serius memeriksa kondisi pasien dan memberi laporan langsung kepada Nico. Saat Nico menjelaskan pun mereka berdua mendengarkan dengan seksama seperti layaknya senior dan juniornya.
Alexa yang biasanya selalu tersenyum memandang Nico dan membuat Arya iri, namun kali ini terlihat berbeda, pandangan Alexa terhadap Nico begitu datar sehingga membuat Arya kebingungan.
*****
Sore pun menjelang, Alexa begitu sangat lelah dengan semua aktivitasnya di rumah sakit hari ini. Kebetulan hari ini ia tidak lembur, jadi bisa pulang dengan cepat. Berbeda dengan Arya dan Nico yang saat ini masih berada di rumah sakit karena ada beberapa pekerjaan yang harus mereka tangani.
Saat Alexa baru saja melangkahkan kakinya hendak keluar dari rumah sakit, ia melihat ibunda dari sang kekasih sudah berada di depan rumah sakit menunggunya pulang. Ya Anggi memang sengaja menunggu Alexa setelah mendapat kabar dari Nico jika hari ini Alexa tidak lembur dan pulang kerja lebih awal. Alexa ingin memutar balik badannya untuk menghindari Anggi, akan tetapi Anggi yang saat itu telah melihat Alexa dengan cepat mengejarnya masuk ke dalam serta menarik tangannya.
"Alexa, Bunda perlu bicara sama kamu," kata Anggi.
Alexa terdiam, ia menunduk tidak ingin menatap Anggi.
"Alexa, tolong liat Bunda," pinta Anggi.
Perlahan Alexa menegakkan kepalanya, hingga kini ia menatap kedua bola mata Anggi yang terlihat sendu, terlihat jelas jika Anggi sangat berharap Alexa mau berbicara dengannya saat ini.
Karena Alexa merasa iba terhadap Anggi, akhirnya dia pun mau mengikuti Bu Anggi yang mengajaknya untuk duduk di kursi taman rumah sakit dan membicarakan masalah yang telah terjadi di antara mereka. Nico yang saat ini sedang berada di lantai atas, dapat melihat dengan jelas bahwa di bawah sana ada orang tua dan juga kekasihnya sedang bersama.
"Alexa, kamu masih marah sama Bunda?" Tanya Anggi.
"Memang kenapa Bun? Apa Alexa gak pantas marah sama Bunda?" Tanya Alexa balik.
"Pantas, pantas banget. Bunda tau dan Bunda sadar kok kalau Bunda udah buat salah sama Mama kamu dan sekarang ini juga menjadi masalah kamu," kata Anggi.
"Kalau memang kayak gitu, seharusnya Bunda enggak perlu nanya lagi sama Alexa. Maaf Bunda, saat ini aku cuma butuh waktu untuk menyendiri, tolong jangan bahas soal ini lagi. Aku mau fokus sama kerjaan aku. Aku juga udah minta sama Kak Nico untuk nggak ganggu aku dulu, untuk enggak bahas apapun dulu sama aku kecuali soal pekerjaan," ucap Alexa.
"Bunda minta tolong sama kamu, kamu boleh marah sama Bunda, kamu boleh nggak mau ketemu sama Bunda lagi atau enggak anggap Bunda, tapi tolong jangan lakukan ini juga kepada Nico, dia nggak tau apa-apa. Bunda yang salah, Bunda mohon sama kamu Alexa," pinta Anggi memohon dengan air matanya yang mengalir deras.
"Bagaimana mungkin aku bisa menjalin hubungan dengan anak Bunda, sementara setiap melihat wajah Kak Nico aku selalu kebayang sama kesalahan Bunda yang telah menyakiti Mama," batin Alexa
"Maaf Bunda, Alexa harus pulang karena masih ada urusan yang harus Alexa lakukan," ucap Alexa yang tak ingin membahas apapun lagi.
Alexa beranjak dari tempat duduknya, saat Alexa hendak pergi, dengan cepat Anggi menarik tangan lalu menarik tubuh Alexa kedalam pelukannya.
"Alexa, Bunda mohon pikirkan ini lagi. Bunda benar-benar menyesalinya, Bunda janji akan menebus semua kesalahan Bunda. Walaupun kamu tidak mau menganggap Bunda tidak apa-apa, Bunda rela demi kebahagiaan kalian. Tapi tolong ya jangan lakukan ini sama Nico Sayang," pinta Anggi.
Alexa sama sekali tidak tahu harus menjawab apa, dia sebenarnya juga sangat sedih melihat Anggi yang saat ini terus menjatuhkan air matanya hingga tanpa sadar Alexa pun ikut menangis.
"Maaf Bunda," ucap Alexa dan perlahan melepaskan pelukan Anggi.
Lalu Alexa pergi meninggalkan Anggi, Anggi hanya dapat menatap punggung Alexa yang perlahan menjauh sembari menangis tersedu-sedu.
*****
"Seriusan Kak Raka lagi ada di Jakarta?" Tanya Renata saat Vina memberitahunya.
"Iyalah seriusan, jelas-jelas tadi itu Kakak ngeliat Raka nganterin Alexa pagi-pagi pergi ke rumah sakit," jawab Vina.
"Oh ya? Emang Kakak ngapain ke rumah sakit itu lagi?" Tanya Renata lagi.
"Kakak ambil surat pengalaman kerja, karena kan Kakak harus ngelamar kerja di rumah sakit lain, nggak mungkin dong setelah Kakak dipecat dari situ terus Kakak diam aja jadi pengangguran di rumah," kata Vina.
"Iya juga ya. Kak, mendingan Kakak ngelamar di rumah sakit tempat aku magang aja deh,' usul Renata.
"Boleh juga, nanti Kakak buat lamarannya. Dek kalau menurut Kakak, kayaknya Alexa sama Nico lagi ada masalah deh," kata Vina.
"Kenapa gitu Kak?" Tanya Renata.
"Ya buktinya tadi pagi aku liat Raka ngantar Alexa terus Nico ada di belakangnya, udah pasti dong mereka lagi ada masalah. Kalau gak, kenapa coba Alexa lebih memilih diantar Raka dari pada Nico," ujar Vina yang membuat Renata tampak berpikir.
.
.
.
.
.
Bersambung...