Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-50


Alexa pun segera pergi ke ruangannya Vina. Setelah tiba di ruangan tersebut, Alexa langsung saja masuk dan kini telah berada di hadapan Vina.


"Lex makasih ya kamu udah mau datang menemui saya," ucap Vina.


"Iya sama-sama, jadi Dokter Vina mau ngomong apa ya sama saya?" Tanya Alexa.


"Ehm gini Lex, soal bu Tuti waktu itu datang dengan ibu-ibu lain dan menyerang kamu, apa kamu tau kalau itu adalah ulah saya?" Tanya Vina.


"Maksudnya …?" Tanya Aelxa tidak mengerti karena memang dia sama sekali belum tahu.


"Iya Lex, jadi saya yang menghasut bu Tuti agar dia melabrak kamu lagi Lex. Tapi kalau masalah membawa ibu-ibu lain itu sama sekali di luar dugaan saya. Saya mau minta maaf soal itu, tolong maafin saya Dokter Alexa. Saya gak mau dilaporkan ke pihak yang berwajib apa lagi keluar dari rumah sakit ini Lex," ucap Vina, wajahnya terlihat begitu cemas.


Sedangkan Alexa dibuat bingung dengan ucapan Vina. Jujur dia begitu syok mendengar itu semua adalah ulah Vina, tapi yang lebih mengejutkan adalah, Vina datang mengakuinya sendiri dan meminta maaf karena ada penyebabnya.


"Maksud Dokter Vina apa ya? Siapa yang mau melaporkan Dokter Vina dan kenapa Dokter Vina harus keluar dari rumah sakit?" tanya Alexa.


"Siapa lagi kalau bukan Dokter Nico," jawab Vina.


"Hah? Dokter serius? Tanya Alexa lagi.


"Iya Lex, dia bilang kalau saya gak mau dibawa ke kantor polisi, maka saya harus keluar dari rumah sakit Lex. Nico juga minta saya untuk minta maaf langsung sama kamu. Tolong Alexa maafin saya dan saya minta tolong pujuk Nico agar tidak jadi melaporkan atau memecat saya," pinta Vina dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Ya udah Dokter Vina tenang aja Ya, saya udah maafin Dokter kok dan saya akan ngomong masalah ini sama Dokter Nico," kata Alexa.


"Makasih banyak Lex. kamu itu benar-benar baik banget Lex, malah aku kan yang udah nyakitin kamu terus," kata Vina.


"Ya udah Dok gak usah di bahas lagi ya, yang penting jangan diulang lagi," kata Alexa.


"Iya Lex," jawab Vina. "Dasar wanita bodoh, baru kena air mata dikit aja langsung luluh, pakai bilang yang penting jangan diulang lagi, emang kamu siapa? Selagi kamu masih bersama dengan Nico, selama itu juga hidup kamu tidak akan tenang Alexa," ucap Vina yang bermonolog dengan hatinya.


"Ayo kita pergi," ajak Nico.


Dua puluh menit sebelumnya...


Arya berlarian menuju ke ruangan Nico hingga nafasnya terasa ngos-ngosan. Kebetulan saat itu Nico baru saja keluar dari ruangannya dan hendak mengunci pintu.


"Dokter Nico," panggil Arya.


Nico menatap ke arah Arya sembari menaikkan kedua alisnya seolah bertanya ada apa?


"Dok gawat, Alexa Dok," ucap Arya.


"Ada apa dengan Alexa?" Tanya Nico, jantungnya seakan berpacu lebih cepat saat mendengar nama orang yang dia cintai.


"Alexa ke ruangan Dokter Vina Dok, tadi Dokter Vina yang samperin Alexa dan mengajak bicara ke ruangannya," kata Arya.


Ternyata tujuan Nico adalah untuk berjaga-jaga di depan pintu ruangan Vina, takut Vina akan menyakiti Alexa. Alhasil mereka berdua hanya menguping saja karena Vina tidak bermain kasar terhadap Alexa melainkan hanya mengeluarkan jurus sandiwaranya yang sangat tidak dipercaya sama sekali oleh Nico.


*****


Kini Alexa sudah berada di ruangan Nico, Arya juga di sana karena sedang membahas salah satu pasien yang sedang ditanganinya.


Wajah Alexa yang tampak murka itu membuat Arya bergidik dan hanya menunduk karena tidak berani menatap Alexa. Sedangkan Nico hanya bersikap santai saja dan malah tersenyum kecil karena merasa gemas melihat wajah kekasihnya saat ini.


"Kak Nico, apa Kak Nico gak bisa liat aku sekarang dan kasih tau aku apa yang udh Kakak lakukan sama Dokter Vina?" kata Alexa.


"Nanti saya periksa lagi ya Dok, saya permisi dulu," kata Arya. "Alexa, aku duluan ya," pamitnya tanpa digubris oleh Alexa.


Arya seakan mengerti situasi saat ini, ia yang sudah tau Puncak permasalahannya itu segera pergi meninggalkan Alexa dan Nico.


"Kak Nico jawab!" Teriak Alexa saat Arya tidak lagi terlihat.


"Kenapa sih Sayang kok marah-marah gitu?" Tanya Nico dengan mode santai yang membuat Alexa semakin geram.


"Kak Nico, aku lagi gak main-main ya. Aku minta Kakak jangan laporin Dokter Vina ke Polisi apalagi sampai pecat Dokter Vina kayak gitu Kak," kata Alexa dengan emosi.


"Memangnya kenapa? Sebagai Dokter kepala dan pemilik rumah sakit, aku berhak melakukan ini semua, gak semena-mena kok tapi semua berdasarkan undang-undang yang berlaku. Bukan hanya Vina, siapapun Dokter yang sudah melakukan tindakan tidak terpuji pasti akan menerima hukumannya. Vina itu sudah berkali-kali berbuat jahat, bahkan kamu terluka. Dia juga yang memberikan kamu surat ancaman saat di rumah sakit maupun di apartemen, apa menurut kamu Dokter seperti itu pantas untuk aku pertahankan? Bagaimana kalau dia berbuat yang lebih nekat lagi? Dan satu hal lagi, video waktu kamu diserang Vina sampai kamu terjatuh juga sudah tersebar, pemilik rumah sakit diminta untuk tegas, tapi saat itu aku masih kasih dia kesempatan dan minta video itu jangan disebar lagi. Tapi ternyata Vina sama sekali gak jera, walaupun bukan kamu korbannya, aku akan tetap bersikap yang sama seperti ini Lex," ucap Nico panjang lebar.


Alexa terdiam, ia mencerna satu persatu ucapan yang keluar dari mulut Dokter tampannya itu. Ia tidak menyangka jika Nico telah mengetahui semuanya tetapi tetap berbaik hati memberikan Vina kesempatan tanpa diketahui oleh siapapun. Itu artinya Nico sangat baik bukan? Apa yang Nico lakukan saat ini adalah demi keadilan, terlebih lagi Alexa adalah kekasih yang sangat dicintainya, Nico ingin memberikan Vina efek jera agar tidak lagi melukai Alexa atau siapapun.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku ngerti sama posisinya Kak Nico, tapi aku juga kasian sama Dokter Vina," gumam Alexa dalam hati. Memang dasarnya Alexa itu baik hati dan tidak sombong, meskipun berulang kali disakiti, tetap saja dia merasa iba jika orang yang menyakitinya itu sedang kesusahan.


"Kak, Kak Nico apa aku boleh kasih saran?" Tanya Alexa, nada bicaranya yang tadi sangat meninggi kini berbah menjadi lemah lembut.


"Hem," jawab Nico singkat dengan mata yang tetap fokus dengan pekerjaannya.


"Aku minta maaf karena tadi udah marah-marah sama Kakak. Boleh gak kalau Dokter Vina di skors aja?" ucap Alexa.


.


.


.


.


.


Bersambung.....