
"Papa sekarang sudah bebas Sayang, makanya Papa bisa ada di sini," ungkap Andreas.
"Papa serius?" Tanya Alexa begitu terkejut, karena yang Alexa pikir saat ini Papanya hanya meminta izin.
"Iya Sayang, Papa serius. Papa udah bebas," Andreas menjawab sembari menatap anaknya.
"Pa, Alexa seneng banget," kata Alexa, lalu memeluk Andreas erat disertai air matanya yang terus mengalir deras bak air sungai.
Anggi sangat senang melihatnya kebahagiaan Alexa bersama Andreas, ia juga lega karena saat ini Alexa sudah menjadi menantunya.
"Delisa, saat ini Alexa begitu bahagia karena pernikahannya dengan Nico berjalan dengan lancar dan juga karena kehadiran papanya di acara pernikahan ini. Aku minta maaf ya sama kamu karena aku nggak bisa menepati janji aku untuk menjaga Alexa selamanya, karena aku rasa umur aku udah nggak lama lagi Del. Tapi aku senang karena bisa menepati janji aku sama kamu untuk membuat Alexa bahagia dengan menikahkannya dengan anakku Nico, Nico lah yang akan menggantikanku menjaga Alexa Del," gumam Anggi dalam hati, tanpa sadar air matanya terjatuh dari pelupuk mata.
"Papa tadinya sempat terkejut karena pernikahan kalian yang katanya dua minggu lagi mendadak menjadi tiga hari, untungnya Bagas dan Pak Yanto begitu sangat cepat mengurus permasalahan Papa hingga hari itu juga Papa bebas dan kemarin sore Papa dan Bagas bisa langsung berangkat ke Jakarta," kata Andreas.
"Itu gara-gara Alexa Pa yang minta untuk acara pernikahannya dimajukan. Kalau sampai Nico nggak bisa mempersiapkan semuanya, maka Alexa akan membatalkan pernikahan kami," kata Nico membela diri.
"Tapi kamu senang kan karena kita bisa menikah dengan cepat," cibir Alexa.
"Ya tentu aja aku senang," jawab Nico yang membuat semua orang yang ada di situ pun tersenyum bahagia.
"Tapi Pa, Papa kan udah dari semalam ada di Jakarta, kenapa baru sekarang temui Alexa," kata Alexa, ia masih saja tak terima karena papanya itu mendadak datang.
"Kamu aja bisa merencanakan pernikahan secara mendadak, jadi kenapa Papa nggak bisa," jawab Andreas.
Alexa tidak menjawab apapun, ia hanya mengerucutkan bibirnya dan memasang wajah ngambek. Akan tetapi, apapun itu yang penting Alexa begitu sangat senang karena bisa melihat papanya bebas dari sel tahanan.
"Sudah jangan ngambek, Papa masih punya kejutan satu lagi buat kamu," kata Andreas.
"Kejutan apa Pa?" Tanya Alexa.
"Tapi janji ya nggak ngambek lagi," Andreas memujuk Alexa seperti anak kecil.
"Tergantung kejutannya apa dulu," jawab Alexa.
"Papa akan membuka cabang perusahaan di Jakarta, Perusahaan Papa yang di Jogja akan dikelola oleh Bagas seperti yang sudah dia lakukan semenjak Papa masih berada di sel tahanan," ucap Andreas.
Alexa begitu senang mendengarnya, karena itu artinya ia akan dekat selalu dengan Papanya. Ia merasa sangat beruntung, ternyata dibalik kesedihan yang selama ini ia lewati telah berujung dengan kebahagiaan.
"Alexa seneng banget Pa. Terus Papa mau tinggal dimana? Atau Papa mau tinggal di apartemen tempat Alexa tinggal kemarin?" Tanya Alexa.
"Kamu tenang saja ya Sayang, kalau masalah tempat tinggal itu gampang," jawab Andreas yang tak ingin anaknya itu terlalu mengkhawatirkannya.
"Mas Andreas, gimana kalau Mas tinggal di sini saja. Maaf Mas, Nico dan Alexa kan juga memutuskan untuk tinggal di sini, jadi menurut aku gak ada salahnya kalau Mas juga tinggal di sini," tawar Anggi.
"Iya Pa, benar kata Bunda, mendingan Papa tinggal di sini aja. Jadi Alexa bisa sekalian jaga Bunda dan Papa," kata Alexa.
"Iya Pa, sebaiknya Papa tinggal di sini aja. Supaya kita bisa selalu sama-sama di rumah," sambung Nico pula.
*****
Tanpa mereka sadari, waktu telah menunjukkan pukul 11.30 malam. Mereka pun memutuskan untuk beristirahat, untungnya rumah Nico yang besar terdiri dari dua tingkat itu memiliki lima kamar, dua kamar di lantai atas dan dua kamar di lantai bawah. Kamar utama ditempati oleh Anggi, Thalita memilih untuk tidur bersama dengan Budenya itu. Dua kamar tamu di bawah ditempati oleh Dion yang tidur bersama Raka dan Bagas yang tidur sendirian. Sedangkan Andreas tidur di kamar atas yang yang jaraknya agak jauh dengan kamar Nico dan Alexa. Untuk Rika dan para ART lainnya, mereka tidur di kamar belakang yang memang sudah disiapkan untuk ART itu. Kini mereka pun telah masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
Nico dan Alexa yang baru saja selesai membersihkan diri, segera merebahkan tubuh di atas kasur. Rasanya begitu sangat lelah setelah menjadi Raja dan Ratu satu hari.
"Sayang, aku seneng banget deh karena akhirnya kita udah menikah. Dan yang bikin aku tambah seneng lagi, ada Papa. Papa sekarang juga udah tinggal sama kita," ucap Alexa yang saat itu sedang berbaring sambil memeluk Nico dan membenamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya itu.
"Iya Sayang, aku juga seneng banget rasanya. permintaan Bunda udah terpenuhi untuk melihat kita menikah. Sekarang kita udah resmi menjadi sepasang suami istri, nggak akan ada lagi yang bisa mengganggu hubungan kita," ucap Nico semakin memeluk erat tubuh sang istri.
"Iya Kak, mudah-mudahan hubungan kita langgeng ya sampai maut memisahkan, aamiin," ucap Alexa.
"Amiin, iya Sayang aku juga berdoanya seperti itu," ucap Nico.
Alexa dan Nico tersenyum bahagia, rasanya masih seperti mimpi saja saat ini mereka hidup bersama dalam ikatan yang sah.
"Sayang," panggil Nico dengan lembut serta menundukkan wajahnya.
"Iya Sayang, ada apa?" Tanya Alexa yang ikut mendongakkan wajah melihat ke arah suaminya itu.
"Sekarang kan kita udah menikah, udah resmi dan sah menjadi pasangan suami istri," ucap Nico.
"Iya, terus?" Tanya Alexa.
"Ya terus … masa kita cuma pelukan kayak gini doang sih, ini sih sama aja kayak kita sebelum menikah," kata Nico.
Alexa tersenyum, ia sudah tahu apa yang dimaksud oleh suaminya. Alexa yang peka itu pun langsung menaikkan tubuhnya agar sejajar dengan sang suami. Nico sangat senang, sebagai seseorang yang baru saja menyandang status sebagai istri, Alexa langsung mengerti dengan apa yang suaminya inginkan. Wajah keduanya pun saling berdekatan, lalu menyatukan bibir mereka, saling melum**, menggigit kecil lidah, sembari sesekali bertukaran saliva. Tangan Nico yang begitu aktif masuk ke dalam piyama sang istri, menelusuri dua bukit dan memainkan jarinya di pucuk sehingga menimbulkan suara desa*** dari mulut Alexa, yang membuat ciu*an mereka semakin dalam dan memanas.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Hai guys …
Jangan lupa dukungannya ya, like, coment Bintang 5, sub, vote, gift..
Thank u 😘🥰