
Operasi sedang berlangsung, tampak Alexa sedang menangani operasi dengan begitu serius. Meskipun ini bukan pertama baginya, tetap saja awalnya ia merasa gugup seperti pertama kali melakukan operasi. Akan tetapi ia juga berusaha untuk tetap tenang dan santai agar operasi berjalan dengan lancar.
Setelah menghabiskan waktu kurang lebih lima jam, operasi pun berhasil dilaksanakan. Alexa merasa sangat bahagia, lelah yang dirasakannya terbayar saat operasi yang ditanganinya berhasil. Kini yang ia harapkan, semoga setelah melakukan operasi, pasien tersebut bisa pulih dan menjalankan aktivitas normal seperti biasa.
"Sayang gimana perasaan kamu?" Tanya Nico.
"Lega banget Kak, huft …," jawab Alexa dan menghembuskan nafas lega.
"Syukurlah," jawab Nico.
"Iya Kak, Kakak mau makan nggak?" Tanya Alexa. "Kalau mau, yuk aku temenin ke kantin."
"Gak usah deh Sayang, kita makan tempat biasa aja sekalian pulang," jawab Nico. "Mau nggak?" Tanyanya.
"Emangnya Kakak udah gak ada kerjaan?" Tanya Alexa.
"Udah gak ada, lagian ini kan udah mau malam Sayang, udah waktunya kita pulang," jawab Nico.
"Oh … gitu, kalau gitu aku mau Kak," kata Alexa.
"Ya udah yuk kita siap-siap pulang," ajak Nico.
"Oke Kak," jawab Alexa.
*****
Tiga hari kemudian...
Alexa tampak tidak bersemangat, pasalnya entah kenapa Nico tampak cuek hari ini kepadanya, bahkan saat pergi ke rumah sakit tadi pun Nico buru-buru pergi dengan alasan ada urusan penting jadi tidak bisa pergi bersama dengan Alexa, sehingga Alexa pergi sendirian.
Saat di rumah sakit pun Nico tetap tidak terlalu merespon Alexa saat Alexa menghampirinya.
"Kak, Kakak udah sarapan?" Tanya Alexa.
"Belum, aku Masih banyak kerjaan," jawab Nico yang terlihat cuek.
"Kak, Kakak kenapa sih, aku ada salah apa sama Kakak?" Tanya Alexa sembari menatap Nico, berbeda dengan Nico yang tidak mau melihat Alexa dan berpura-pura sibuk dan fokus pada pekerjaannya.
"Memangnya kamu ngerasa buat salah?" Tanya Nico balik.
"Ya enggak, makanya aku tanya Kakak kenapa?" Jawab Alexa dan bertanya lagi
"Aku nggak kenapa-napa, memangnya aku kenapa?" Tanya Nico.
"Kenapa jadinya aku tanya terus Kakak balik nanya sih, Kakak tuh cuek loh sama aku dari tadi pagi. Aku nggak tahu apa salah aku," kata Alexa.
"Alexa, kamu nggak ada salah apa-apa dan aku nggak cuek sama kamu. Kalau soal tadi pagi aku ninggalin kamu pergi duluan, aku kan udah bilang kalau aku lagi banyak kerjaan. Lagian bukannya kamu udah biasa ya pergi sendiri? Sekarang kamu liat kan kalau aku lagi sibuk, jadi bisa nggak kalau kamu enggak usah ganggu aku dulu," kata Nico dengan sedikit membentak.
Deg, hati Alexa terasa sakit, rasanya sangat perih karena Nico yang biasanya selalu bersikap lembut, kali ini sedikit membentaknya.
"Ya udah, aku minta maaf kalau aku ganggu Kakak," ucap Alexa, lalu ia pun keluar dari ruangan itu.
"Maafin aku ya Sayang, aku terpaksa," gumam Nico tersenyum.
Alexa melangkahkan kakinya menuju ruangannya, hatinya sakit dan juga kesal yang membuatnya menjadi uring-uringan.
"Nyebelin banget sih Kak Nico, kalau ada masalah tuh ya cerita dong. Kasih tau ke aku apa masalahnya, ini nggak malah marah-marah nggak karuan," gerutu Alexa.
"Kenapa kamu Lex?" Tanya Anita yang mendengar gerutuan Alexa itu.
"Nggak papa, lagi kesel aja," jawab Alexa. "Oh ya Nit, kamu lihat Arya nggak?" Tanyanya.
"Dari tadi pagi sih aku belum ada liat," jawab Anita, "Mungkin ke kantin sarapan."
"Oh … mungkin juga sih, ya udah kalau gitu biar aku cari aja. Makasih ya Nit," ucap Alexa.
"Iya Lex sama-sama," jawab Anita, lalu Alexa pun pergi mencari dimana keberadaan Arya.
Alexa mencari Arya ke sana kemari tetapi ia tidak menemukan dimana Arya berada. Mencari ke kantin, ke balkon, bahkan ia bertanya kepada Dokter dan Suster tetapi tidak ada yang melihat Arya.
"Arya kemana sih, nggak Arya, Kak Nico sama aja nyebelin banget. Terus aku mau cerita sama siapa dong kalau lagi kayak gini?" kata Alexa. "Ah bodoh amat deh, mendingan aku cari kesibukan aja sendiri." Lalu ia pun pergi ke ruangan pasien untuk memeriksa keadaan pasien-pasiennya.
*****
"Pagi juga Dokter Alexa, sendirian aja Dok? Suster mana?" Tanya Bian.
"Gimana kabarnya hari ini?" Tanya Alexa. "Suster lagi pada ada kerjaan masing-masing, Dokter Arya juga nggak tau dimana, jadinya sendirian deh," jawabnya.
"Kabar saya ya seperti inilah Dok," jawab Bian. "Loh bukannya Dokter Arya hari ini cuti ya?"
Alexa tercengang mendengar perkataan pasiennya itu, "Cuti?" tanyanya.
"Iya Dok, emang Dokter nggak tau? Semalam Dokter Arya bilang sama saya kalau hari ini dia nggak masuk, cuti, jadi hari ini dia nggak bisa periksa saya," jawab Bian.
"Oh gitu, ya saya nggak tau," ucap Alexa sambil fokus memeriksa Bian.
"Jangan lupa obatnya diminum rutin ya Mas, saya permisi dulu," ucap Alexa.
"Iya Dok, terima kasih ya," Ucap Bian.
"Iya Mas sama-sama," jawab Alexa, lalu pergi meninggalkan ruang rawat inap pasien dan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Dokter kepala.
Tok ... tok ... tok ... "Kak Nico aku masuk ya," kata Alexa sembari mengetuk pintu.
"Ya masuk aja," jawab Nico.
Lalu Alexa pun masuk ke dalam.
"Kak Nico, hari ini Arya cuti?" Tanya Alexa.
"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Nico.
"Kok Kakak nggak kasih tau aku sih," protes Alexa.
"Ya mana aku tau, aku kira Arya udah ngomong ke kamu," kata Nico dengan santainya.
"Oh gitu," ucap Alexa.
"Oh iya, kamu hari ini lembur ya sampai jam 07.00 malam," kata Nico.
"Iya, bareng Kak Nico kan?" Tanya Alexa.
"Nggak, kamu sendiri aja. Kamu cuma menyelesaikan tugas Arya aja karena dia lagi cuti. Kalau aku ada urusan, jadi harus pulang cepat," jawab Nico.
"Oh gitu, ya deh. Ya udah yuk makan ke kantin," ajak Alexa.
"Kamu duluan aja, aku masih harus nyiapin kerjaan ini," tolak Nico.
"Ya udah deh kalau gitu, aku ke kantin dulu ya Kak," kata Alexa dengan menahan kesalnya.
*****
Tepat jam 07.00 malam, Alexa pun pulang ke apartemennya dengan menggunakan ojek online. Hari ini ia merasa sangat lelah dan kesal, terlebih lagi hari ini semuanya sedang tidak bersahabat dengannya. Nico, Arya, Thalita, Bagas, semuanya tampak cuek padanya.
"Aneh banget sih, padahal hari ini kan hari ulang tahun aku, tapi nggak ada yang ingat satupun ataupun atau ngucapin. Malahan semuanya cuekin aku," batin Alexa.
Alexa tiba di apartemennya, langsung saja ia menekan password dan membuka pintu. Saat ia menyalakan lampu, tiba-tiba saja …
"Surprise …,"
Pemandangan di depan matanya itu sangat mengejutkan dirinya sekaligus merasakan sangat bahagia.
.
.
.
.
.
Bersambung.....