Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-54


"Memangnya kamu lagi mikirin apaan sih? Kasih tau dong, masa sama sahabat sendiri aja nggak mau cerita," kata Arya.


"Aku lagi kepikiran aja sama Mas Bagas dan dokter Vina," kata Alexa


"Mas Bagas dan dokter Vina? Emangnya kenapa dengan mereka?" Tanya Arya


"Mas Bagas bilang, sekarang ini Dokter Vina lagi ada di Jogja. Aku cuma kepikiran deh, kira-kira Mas Bagas dengan dokter Vina bisa bersatu nggak ya," jawab Alexa.


"Ya ampun Lex, jadi kamu bengong, ngelamun dari tadi itu lagi mikirin hubungan orang lain? ALexa, mereka itu udah dewasa, mereka bisa Kok ngurusin masalah hubungan mereka sendiri, kamu nggak perlu khawatir lah. Lagian dari awal kan aku udah bilang sama kamu, mendingan kamu cegah Mas Bagas buat deketin Dokter Vina, tapi nyatanya kamu bilang apa? Kamu pengen lihat Mas Bagas bahagia, karena baru pertama kalinya kamu ngeliat Mas Bagas tersenyum kenal dengan wanita lain selain kamu. Ya udah, sekarang semuanya udah terlanjur kan kita tinggal berdoa yang baik-baik aja deh buat mereka," ucap Arya.


Alexa kembali terdiam dan termenung. Arya menatap wajah Alexa yang saat ini sedang tidak melihatnya, terlihat jelas di wajah Alexa bahwa ia sangat khawatir terhadap Kakak angkatnya itu. Namun apa yang bisa ia lakukan, sebenarnya dalam hatinya juga khawatir jika Dokter Vina akan menyakiti Bagas, tetapi itu juga bukan urusan Arya untuk ikut campur.


"Lex gini deh, kalau kamu memang khawatir Dokter Vina bakalan nyakitin Mas Bagas, mendingan sebelum terlambat kamu cegah aja deh, jangan sampai Mas Bagas duluan yang mengungkapkan cintanya buat Dokter Vina," ujar Arya.


"Kalau untuk mencegah, itu nggak akan bisa Ar. tapi aku kepikiran sesuatu deh, maksudnya aku kepikiran buat ngomong gitu sama Dokter Vina untuk nggak nyakitin Mas Bagas," kata Alexa.


"Kamu yakin Dokter Vina bakalan dengerin omongan kamu?" Tanya Arya yang begitu ragu, ia yakin kalau Vina tidak mungkin mau mendengarkan apapun yang Alexa ucapkan.


"Ya Aku nggak tau sih, tapi apa salahnya kan kalau dicoba dulu. Aku beneran nggak mau kalau Mas Bagas itu terluka, aku udah anggap Mas Bagas kayak kakak kandung aku sendiri. Kamu tahu kan Gimana rasa sakitnya kalau melihat orang yang kita sayang, udah kita anggap keluarga itu terluka," kata Alexa.


"Iya Lex aku tau kok rasanya, aku juga bisa ngerasain kalau kamu ngerasa bahagia atau kamu lagi khawatir kayak gini, meskipun kita bukan keluarga tetapi kamu orang yang aku sayang," batin Arya.


"Ar Arya! Ye … malah dia yang bengong sekarang," panggil Alexa


"Eh Iya Lex, maaf ya. Aku nggak ngelamun kok, siapa bilang aku ngelamun? Bantah Arya. Padahal ia memang tadi sedang melamun, tapi Lamunan itu buyar ketika mendengar Alexa memanggilnya.


"Pakai nggak ngaku lagi, terus kalau nggak melamun itu apa namanya Ar? Ya udahlah ya kamu nggak usah mikirin masalah aku. aku pasti bisa kok ngadepinnya sendiri," kata Alexa.


*****


Alexa dan Nico baru saja selesai bekerja, kini mereka sedang berada di parkiran rumah sakit untuk mengambil mobil dan akan pulang ke apartemen.


"Silahkan masuk Tuan Putri," ucap Nico saat ia membukakan pintu mobil untuk Alexa.


"Makasih sayang, Kak kan aku udah bilang nggak perlu lah buka-bukain pintu segala, aku bisa kok buka pintu sendiri, udah kayak apaan aja," Ucap Alexa. Tapi dalam hatinya ia merasa sangat senang diperlakukan seperti itu oleh Nico.


"Ya kan nggak terus-terusan juga, aku ngelakuin hal ini kalau aku lagi ada waktu, lagi sempat aja, ya nggak masalah dong Sayang, lagian aku ngelakuin ini hanya untuk orang-orang yang aku sayang kok seperti kamu, Bunda," ucap Nico.


Kini mereka sudah sama-sama masuk ke dalam mobil, Nico segera saja melajukan mobilnya menuju ke apartemen mereka.


Saat dalam perjalanan, Nico memperhatikan Alexa yang sedari tadi diam seperti ada yang mengganjal dipikirannya.


"Sayang, kamu kenapa? Kok kayak ada yang mengganjal gitu di pikiran kamu, kalau ada apa-apa cerita dong, siapa tahu kan aku bisa bantuin kamu," tanya Nico.


"Iya nih Sayang, ngomong-ngomong soal Bunda, Kakak udah ngomong belum sama Bunda tentang kondisi keluarga aku?" Tanya Alexa.


"Oh iya, aku lupa mau bilang soal itu sama kamu, tapi aku udah ngomong kok ke Bunda," jawab Nico


"Oh ya? Terus bunda ngomong apa Kak?" Tanya Alexa yang begitu antusias, ia sangat berharap jika respon dari ibu kekasihnya itu positif. Alexa sangat takut jika sang ibunda dari Dokter Nico itu melarang hubungan mereka setelah tahu bagaimana kondisi keluarganya


"Apa ya? Kasih tahu nggak ya?" Ucap Nico seolah sedang berpikir, ia sengaja mengulur-ngulur waktu agar Alexa semakin penasaran.


"Iya, iya, nih aku ceritain," kata Niko. ia sangat tidak tega melihat sang pujaan hatinya itu penasaran dengan apa yang akan ia sampaikan. Setidaknya jika ia sudah menyampaikan masalah ini, pasti Alexa akan merasa lebih tenang.


Flashback on...


"Sayang, kamu tumben pulang sendirian? Alexa-nya mana?" Tanya Anggi ibunya Nico itu.


"Alexa hari ini lembur Bun, aku sengaja pulang duluan karena aku mau mampir ke sini sendirian," jawab Nico.


"Oh gitu, Memang ada apa? Kamu juga tumben mau pulang ke rumah nggak ngomong-ngomong dulu ke Bunda," Tanya Anggi.


"Mau lihat kondisi Bunda aja sih, Bunda baik-baik aja kan?" jawab Nico dan bertanya.


"Alhamdulillah Bunda baik, ya udah sini duduk! Kita makan dulu yuk, kebetulan Bunda baru aja siap masak, kamu pasti lapar kan?" Ajak Anggi.


Lalu Nico pun segera duduk di meja makan, ia menikmati makan sore yang sangat lezat masakan ibunya itu.


"Bun ada yang mau Nico sampaikan ke Bunda," kata Nico di sela-sela makan mereka.


"Mau ngomong soal apa? Ngomong aja Nic," Kata Anggi.


"Ini Bun, aku mau sampein ke bunda soal keluarganya Alexa," kata Nico.


Anggi tertegun, lalu Nico pun melanjutkan ucapan yang belum selesai itu.


"Gini Bun, ada sesuatu yang Alexa takutkan. Dia takut kalau Bunda nggak bakalan merestui hubungan kami, setelah Bunda tahu soal ini," sambung Nico.


Anggi mengerutkan dahinya, ia penasaran dan tidak mengerti apa yang dimaksud oleh anaknya itu.


"Maksud kamu apa? Memang Alexa kenapa? Kenapa dengan keluarganya?" Ucap Anggi dengan penuh pertanyaan.


Akhirnya Nico pun menceritakan latar belakang keluarga Alexa saat ini kepada ibunya itu.


"Ya ampun Sayang, sama sekali nggak masalah kok buat Bunda, lagian kamu juga bilang kan kalau Ayahnya Alexa itu dijebak? Jadi itu bukan kesalahan ayahnya. Lagian kalau menurut Bunda, asalkan Alexa itu baik sama kamu, sama Bunda, itu sama sekali Bukan masalah. Ucap Anggi dengan respon yang sangat positif.


Flashback off.


.


.


.


.


.


Bersambung.....