Doctor And Love

Doctor And Love
Bab-107


"Tapi gimana sama Papa aku Ta? Kamu kan tau sendiri kalau Papa aku saat ini ada di dalam penjara. Apa menurut kamu aku menikah aja tanpa didampingi Papa? Itu nggak mungkin kan Ta, Papa itu satu-satunya orang tua aku. Pasti Papa juga akan kecewa kalau tau aku menikah sekarang, pasti Papa juga ingin mendampingi anak perempuannya menikah," kata Alexa.


Thalita pun terdiam, jelas saja ia membenarkan ucapan sahabatnya itu. Bahkan jika saat ini ia berada di posisi Alexa, sudah pasti ia juga akan memilih menikah dengan didampingi orang tuanya.


"Aku minta maaf ya Lex. Habisnya aku juga bingung harus ngasih saran apa buat kamu. Di satu sisi Bude lagi sakit dan pengen banget ngeliat kamu nikah sama Kak Nico. Tapi di sisi lain, ada Ayah kamu yang saat ini masih berada di sel tahanan. Aku tahu ini pilihan yang sangat sulit buat kamu, tapi apapun yang menjadi keputusan kamu, aku pasti akan selalu dukung kok," ucap Thalita tersenyum.


Alexa juga tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu.


"Oh iya, kamu gak jadi pulang ke rumahnya Bude ya?" Tanya Thalita.


Alexa menggelengkan kepalanya, "Tadi Kak Nico aja yang pulang kerja langsung ke sana," Jawabnya.


"Terus kamu kenapa nggak jadi ikut Kak Nico pulang?" Tanya Thalita.


"Nggak ah, aku belum siap buat ketemu Bunda. Kalau ditanyain masalah nikah aku harus bilang apa? Aku yakin setelah Kak Nico sampaikan soal ini sama aku, pasti ntar giliran Bunda deh yang nanyain," kata Alexa.


"Iya juga sih. Lagian kasian juga Bude kalau misalnya nanya langsung ke kamu terus kamu langsung jawab enggak mau. Pasti Bude bakalan kecewa banget," kata Thalita.


"Ya itu juga yang aku pikirin Ta. Aku harus gimana dong sekarang?" Tanya Alexa.


"Seperti yang aku bilang tadi, ikuti aja apa kata hati kamu," jawab Thalita.


"Iya Ta. Oh ya kalau ada waktu liat-liat Papa aku ya di sel tahanan," kata Alexa.


"Iya Lex tenang aja, nanti kalau aku udah nggak banyak kerjaan terus pulang cepat, aku bakalan besuk Om Andreas kok," kata Thalita.


"Iya Ta, makasih ya. Jangan lupa sampaikan salam aku buat Papa," kata Alexa.


"Oke deh," jawab Thalita.


"Makasih ya Ta, kamu selalu ada buat aku, makasih juga karena kamu udah selalu jengukin Papa," ucap Alexa.


"Sama-sama Lex. Kamu gak perlu makasih terus gitu lah sama aku, kayak sama siapa aja deh," ucap Thalita.


"Harus tetap makasih dong. Pokoknya aku makasih banget sama kamu mau kamu itu sahabat aku, keluarga aku, teman aku, pokoknya siapapun itu," ucap Alexa.


"Iya-iya, ya udah ah aku mau tidur, ngantuk," kata Thalita.


"Mau tidur atau mau chat-an sama Kak Dion?" Tanya Alexa yang sengaja menggoda Thalita. Padahal dia dapat melihat jika beberapa kali Thalita menguap karena mengantuk.


"Tidur Lex, Kak Dion lagi keluar. Katanya sih Kak Raka mau curhat, jadi mereka ketemuan gitu di cafe," jawab Thalita.


"Curhat? kok bisa samaan ya dengan aku. Kak Raka curhat sama cowoknya, aku sama ceweknya," kata Alexa.


"Iya lah kan kebetulan memang aku sama Kak Dion sahabat kalian. Tapi iya ya bisa samaan gitu time kalian curhat, sayang aja kalian nggak jodoh," kata Thalita asal ceplos saja.


"Thalita apaan sih, kalau aku jodohnya sama Kak Raka, aku nggak jodoh dong sama Kak Nico," kata Alexa.


"Yang mana aja deh jodoh buat kamu, yang penting yang terbaik. Aku akan selalu ngedukung pokoknya. Oh ya Lex, kalau kamu nikah sama Kak Nico, nanti kamu bakalan jadi kakak ipar aku dong," kata Thalita.


"Iya dong, kamu harus nurut sama kakak ipar kamu, harus hormat," kata Alexa.


"Idih ogah banget. Nggak bisa gitu dong, tetep aja kita itu sahabatan udah lama, pokoknya aku tetap anggap kamu itu sahabat yang udah aku anggap kayak saudara kandung aku sendiri," kata Thalita.


"Iya deh Lita ku sayang. Ya udah yuk kita tidur," kata Alexa.


"Bye Ta," balas Alexa dan melambaikan tangannya juga.


Lalu keduanya pun serentak memutuskan panggilan video.


*****


"Nico, bukannya kata kamu Alexa mau ikut pulang ya hari ini?" Tanya Anggi, kelihatan sekali jika Anggi sedang merindukan sosok Alexa.


"Oh itu Bun, tadi Alexa mendadak ada janji sama temennya malam ini. Katanya sih besok malam aja baru Alexa ke sini," kata Nico beralasan.


Ia tidak mau sampai ibunya tahu jika Alexa malam ini tidak ikut pulang karena tidak sanggup untuk berhadapan dengan ibunya yang meminta mereka untuk segera menikah.


"Yakin nggak ada yang kamu tutupin kan dari Bunda?" Tanya Anggi.


"Nggak Bun, Nico nggak nutupin apa-apa kok dari Bunda. Memang kenyataannya kayak gitu Bun," jawab Nico.


"Ya udah kalau gitu. Kamu udah makan?" Tanya Anggi.


"Udah Bun, baru aja," jawab Nico.


"Syukurlah, kamu sekarang istirahat aja ya, udah malam," ucap Anggi.


"Bunda duluan aja ya, aku masih ada kerjaan sedikit. Mau menyiapkan laporan akhir bulan," kata Nico.


"Oh … ya udah Bunda tidur duluan ya, tapi ingat kalau kerjaannya udah selesai, kamu harus langsung istirahat," kata Anggi.


"Iya, Bunda tenang aja. Selamat malam Bunda," ucap Nico lalu mengecup kening wanita yang sangat dicintainya itu.


"Selamat malam juga Sayang," ucap Anggi tersenyum. Lalu ia pun memejamkan matanya hingga terlelap.


Sedangkan Nico saat itu langsung saja membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaan yang tadi belum selesai dikerjakannya di rumah sakit. Akan tetapi tiba-tiba saja ia teringat akan Alexa, ia takut jika ucapannya tadi siang membuat Alexa akan menjauh darinya lagi. Tapi ya sudahlah apapun itu yang menjadi keputusan Alexa, Nico sama sekali tidak bisa memaksanya. Nico cuma berharap hubungan mereka akan baik-baik saja dan kondisi ibunya tetap membaik hingga dapat melihatnya dan Alexa nanti menikah.


*****


Pagi-pagi sekali Pak Yanto dan Bagas sudah tiba di sel tahanan, mereka akan membesuk Andreas sekaligus menyampaikan kabar baik untuknya. Mereka mengabarkan jika dalang dari kerusuhan yang terjadi sudah tertangkap dan saat ini sedang diselidiki lebih lanjut. Yang itu artinya jika kasus ini cepat selesai, maka Andreas pun akan segera bebas. Sedangkan perusahaan Andreas saat ini sudah kembali lagi ke tangan Andreas dan sedang dikelola oleh Bagas.


Andreas sangat bersyukur karena satu persatu masalah dalam hidupnya akan selesai. Ia juga sangat berharap jika ia benar-benar bisa segera bebas secepatnya. Sudah pasti jika ia bebas, Alexa akan merasa sangat bahagia. Karena Alexa sendiri sudah banyak berjuang untuk kebebasan sang ayah.


"Pak Yanto, Bagas, terimakasih sekali atas kerja keras kalian selama ini. Saya tidak akan pernah melupakan jasa-jasa kalian ketika saya keluar nanti," kata Andreas yang begitu sangat terharu melihat dua orang yang sama sekali tidak ada hubungan darah dengannya tetapi begitu peduli kepadanya.


.


.


.


.


.


Bersambung.....