
"Mmm.... Man, Aku Juga Pengen Ngomong Sesuatu Sama Kamu. Yah.... Menurutku Momennya Pas Aja Gitu Untuk Omongin Ini Ke Kamu" Kata Alam Dengan Tatapan Serius.
"Mau Ngomong Apa, Lam?" Tanya Amanda.
"Jujur Aja, Man, Sejak Kamu Pertama Kali Datang Ke Kost-an Ini 5 Bulan Yang Lalu, Aku Udah Jatuh Cinta Sama Kamu Pada Pandangan Pertama Dan Jujur Aja, Tiap Kali Melihat Kamu Sedih, Menangis, Seperti Yang Waktu Itu, Aku Juga Merasa Sedih Dan Gak Tega Lihat Kamu Bersedih, Makanya Aku Ingin Mendapatkan Kesempatan Untuk Bisa Bahagiakan Kamu. Kamu Mau Gak, Jadi Pacar Aku" Alam Menggenggam Kedua Tangan Amanda.
Amanda Terdiam Sejenak Seperti Patung Tanpa Berkata Apapun.
"Man, Gimana, Apa Jawaban Kamu" Alam Menunggu Jawaban Dari Amanda.
"Man, Jawab Dong, Kasian Tahu Alam, Udah Nungguin Jawaban Kamu" Bisik Alika Di Telinga Amanda.
"Aku Juga Bingung, Al, Mau Jawab Apa, Mendadak Gini Soalnya" Kata Amanda Berbisik.
"Jawab Aja Sesuai Dengan Kata Hatimu, Man, Apapun Jawaban Kamu, Aku Siap Mendengarkan" Kata Alam.
"Mmm.... Alam, Aku Hargai Atas Apa Yang Kamu Lakukan Ini, Aku Salut Sama Keberanian Kamu Untuk Mengungkapkan Semua Ini Secara Jujur, Tapi, Aku Minta Maaf, Aku Belum Bisa Jawab Sekarang, Aku Butuh Waktu Untuk Berpikir" Jawab Amanda.
"Iya, Man, Gak Apa-Apa Kok, Aku Akan Menunggu Berapa Lama Pun Itu Waktunya" Alam Tersenyum.
"Ya Udah Sekarang, Kamu Make A Wish, Abis Itu Kamu Tiup Lilinnya" Alam Menyodorkannya Ke Hadapan Amanda.
Amanda Memejamkan Matanya Sejenak, Berdoa Dalam Hatinya. Semua Yang Ada Dalam Ruangan Itu Tepuk Tangan Setelah Amanda Meniup Lilin.
"Sekali Lagi Makasih Yah Untuk Kalian Semua" Amanda Tersenyum.
Amanda Masih Memikirkan, Jawaban Apa Yang Harus Dia Berikan Pada Alam, Cowok Yang Selama Ini Selalu Perhatian Padanya Dan Selalu Membantunya Saat Dia Ada Masalah.
"Aku Harus Jawab Apa Yah? Disatu Sisi Aku Belum Bisa Buka Hatiku Untuk Alam, Karena Jujur Aja, Dalam Hatiku Masih Menyayangi Yudha, Meskipun Yudha Menolakku, Tapi, Rasa Itu Masih Ada. Tapi, Di Sisi Lain Aku Juga Gak Mau Bikin Alam Kecewa, Selama Ini Dia Selalu Ada Di Saat Aku Ada Masalah, Selalu Siap Membantuku, Perhatian Sama Aku" Batin Amanda.
"Man, Aku Tahu, Kamu Pasti Lagi Mikirin Kan Soal Ungkapan Cintanya Alam Semalam?" Alika Menerka.
"Iya Nih, Al, Aku Masih Bingung Aja Mau Jawab Apa, Terus Terang, Sampai Detik Ini Aku Belum Siap Buka Hatiku Untuk Alam" Amanda Kebingungan.
"Gini Deh, Man, Kamu Coba Untuk Jalan Dulu Sama Alam, Yah... Sekedar Makan Malam Atau Apalah Gitu. Artinya Kamu Se-sering Mungkin Jalan Berdua Sama Alam, Kalau Misalkan Kamu Udah Mulai Merasa Nyaman Sama Dia Dan Sebagainya, Artinya Kamu Udah Siap Menerima Cinta Yang Baru, Itu Juga Terserah Kamu, Aku Cuma Ngasi Saran Aja" Alika Memberikan Masukan Pada Amanda.
"Kamu Yakin, Al?" Amanda Masih Ragu.
"Yah... Gak Ada Salahnya Di Coba Kan!" Kata Alika.
-
-
"Guys, Ada Yang Pengen Aku Omongin Nih Ama Kalian" Yudha Datang Dengan Hebohnya.
"Ada Apa Sih, Yud, Berisik Banget Deh" Kata Amanda.
"Gini, Tadi Waktu Di Kantor....."
-
-
"Yud, Minggu Depan Aku Ultah Loh" Kata Rena.
"Oh Ya? Terus?" Yudha Penasaran.
"Jadi, Rencananya Aku Mau Bikin Acara Gitu Di Penginapan Keluargaku Di Malino, Kita-Kita Aja Gitu, Ada Kamu, Mas Darto, Mbak Karin Juga" Jelas Rena.
"Wah... Asik Tuh. Eh Iya, Aku Boleh Ajak Teman-Teman Aku Juga Gak, Amanda Sama Alam, Terus Alika Juga" Kata Yudha.
"Boleh Dong, Yud, Makin Rame Makin Seru. Aku Sih Maunya Pas Weekend, Kita Berangkat Sabtu Siang Gitu, Kan Jadwal Siaran Kita Cuma Sampai Jum'at Aja, Terus Mas Darto Juga Gak Siaran Kalau Sabtu, Kalau Mbak Karin Paling Nyusul Sama Suaminya Pas Jam Pulang Kerja" Lanjut Rena.
..........
"Wah.... Asik Dong, Aku Bisa Ketemu Langsung Sama Penyiar Idolaku, Mbak Rena Dan Mas Darto, Bisa Selfie-Selfie Gitu Sama Mereka" Amanda Terlihat Begitu Bahagia Mendengarnya.
"Tapi, Yud, Maaf, Kayaknya Aku Gak Bisa Ikut Deh" Alika Menolak Ajakan Yudha.
"Loh... Kenapa, Al?" Tanya Yudha.
"Iya, Al, Gak Asik Ahh! Masa Kamu Gak Ikut Sih" Amanda Sedikit Kecewa, Alika Menolak Ajakan Yudha.
"Bukannya Gitu, Guys, Aku Tuh Harus Hadiri Sidang Perceraian Aku Nanti, Jadinya, Aku Gak Bisa Ikut Bareng Kalian, Waktunya Aja Yang Kebetulan Barengan" Jelas Alika.
"Oh... Gitu Toh, Ya Udah, Gak Apa-Apa, Kita Juga Doain Kamu Biar Masalahmu Cepat Selesai, Aku Juga Kasihan Kalau Masalahnya Berlarut-Larut Seperti Itu, Gak Ada Ujungnya" Yudha Mendekat Dan Menepuk Pelan Pundak Alika.
"Iya, Al, Kita Cuma Mau Yang Terbaik Untuk Kebahagiaan Kamu Dan Juga Anakmu" Amanda Menambahkan.
"Makasih Yah Atas Pengertian Dan Perhatian Kalian, Aku Beruntung Bisa Kenal Dengan Kalian, Kalian Bikin Hari-Hariku Ceria Lagi Seperti Dulu" Alika Tersenyum.
-
-
Hari Itu Pun Datang, Amanda, Alam, Yudha Bersama Teman-Teman Kerjanya Di Yori FM Berangkat Menuju Ke Penginapan Milik Keluarga Rena Di Malino Dengan Menggunakan Bus Yang Mereka Sewa. Semuanya Tampak Menikmati Perjalanan Dengan Sangat Antusias. Ada Yang Saling Melontarkan Candaan, Ada Pula Yang Nyanyi-Nyanyi Dengan Gitar. Tapi, Ada Salah Satu Dari Mereka Yang Terlihat Tidak Seperti Biasanya, Rena, Sepertinya Dia Menyembunyikan Sesuatu. Karin, Yang Duduk Disamping Rena Bertanya-Tanya Dengan Sikap Rena Tersebut.
"Ren, Kamu Kenapa? Kayak Ada Yang Kamu Pikirin Gitu?" Tanya Karin.
"Eh...! Gak Kok, Mbak, Gak Ada Apa-Apa Kok, Mbak Karin" Rena Memaksakan Tersenyum Dan Berusaha Menyembunyikan Sesuatu Dari Karin.
"Kamu Jangan Bohong, Ren, Aku Tahu Banget Loh Kamu Itu Kayak Gimana, Kamu Itu Selalu Ceria Kalau Di Kantor, Jadi, Kamu Gak Bisa Sembunyikan Itu" Karin Tahu Kalau Rena Sedang Berbohong Padanya.
"Jujur Aja, Mbak, Ada Sesuatu Hal Yang Mengganjal Di Hatiku" Rena Mulai Terbuka Dengan Karin.
"Apa Itu, Ren? Ceritakan Saja" Karin Penasaran.
"Beberapa Hari Belakangan Ini, Di Dalam Hatiku Ini Tersimpan Rasa Rindu Yang Begitu Mendalam Pada Seseorang Dan Belum Tersampaikan Langsung Kepadanya, Itu Yang Mengganjal Hatiku, Mbak, Membuatku Seperti Orang Gelisah" Jelas Rena.
"Emang Seseorang Itu Siapa, Ren, Kalau Aku Boleh Tahu" Karin Makin Penasaran.
"Seseorang Itu..." Perkataan Rena Terpotong Oleh Seseorang Yang Memanggil Rena.
Rena Pun Menoleh Ke Belakangnya.
"Ren, Kita Nginap Kan?" Tanya Salah Satu Temannya, Ranti.
"Iya, Ran" Jawab Rena Singkat.
"Soalnya Aku Pengen Banget Tuh, Jalan-Jalan Ke Kebun Strawberry, Udah Lama Gak Pernah Kesitu Lagi, Terakhir Pas SMA Aja" Kata Ranti.
"Iya...Iya, Terserah Kamu, Ran" Jawab Rena Seadanya.
"Oke, Sip!" Ranti Mengacungkan Jempol.
-
-
"Maaf, Mbak, Tadi Terpotong Obrolan Kita. Oh Iya, Sampai Mana Yah Tadi?" Tanya Rena Pada Karin.
"Tadi Kamu Belum Jawab Tentang Seseorang Itu, Ren" Kata Karin.
"Oh... Iya, Mbak. Mmm.... Seseorang Itu, Yudha, Mbak" Jawab Rena Dengan Sedikit Berbisik.
"Tapi, Mbak Karin Jangan Bilang Siapa-Siapa Yah, Please.....! Aku Malu" Pinta Rena.
"Iya, Ren, Kamu Tenang Aja, Kamu Percaya Deh Sama Aku" Karin Tersenyum