
Butuh waktu 30 menit perjalanan, Yudha dan Alika sampai di rumah sakit. Setelah memarkir mobil, mereka berdua langsung masuk ke UGD.
"Kamu yang tenang yah, Al, mudah-mudahan anak kamu bisa disembuhkan, kamu bantu dengan do'a" Yudha memberikan kekuatan pada Alika. Alika hanya mengangguk. Selang 1 jam kemudian, dokter yang menangani keluar dari UGD.
"Dok, gimana keadaan anakku?" Tanya Alika yang menghampiri dokter tersebut.
"Ibu tenang aja, anak ibu tidak apa-apa, ini cuma kejang demam biasa yang terjadi pada bayi yang berusia 6 bulan sampai 2 tahun, cukup berikan obat penurun panas, kalau untuk kejangnya, akan mereda sendiri, tidak perlu khawatir" jelasnya.
"Makasih yah, dok" kata Alika. Dokter itu berlalu dari hadapan Alika dan Yudha.
"Aku lega, anakku gak kenapa-kenapa" Alika bernafas lega.
"Syukurlah, aku senang dengarnya, Al" kata Yudha.
"Bentar yah, Al, ada telpon masuk" Yudha merogoh saku celananya.
"Halo, Ren, ada apa?" Tanya Yudha diujung telpon.
"Yud, kamu dimana? Ini 10 menit lagi kita siaran loh, gak biasanya kamu kayak gini" kata Rena. Yudha melihat jam tangannya.
"Aduh.... Aku lupa kalau udah hampir masuk jam siaranku" runtuk Yudha.
"Kamu opening aja dulu, aku otw kok ini, mungkin aku telat 1 atau 2 segmen, Okey, bye, Ren" Yudha langsung memutus telponnya.
"Al, sorry nih, aku gak bisa lama-lama, soalnya aku harus ke Yori, aku udah telat siaran, ini uang buat kamu naik taksi entar, okey" Yudha memberikan uang pada Alika.
"Iya, Yud, sekali lagi makasih udah anterin aku kesini" kata Alika dan menerima uang dari Yudha. Yudha segera berlalu dari hadapan Alika dan bergegas menuju ke studio Yori.
"Ren, Yudha mana? Kok aku gak lihat dia dari tadi?" Karin bertanya-tanya.
"Belum datang, mbak, ini aja barusan aku telpon, katanya baru otw kesini" jawab Rena.
"Ini bukan pertama kalinya loh, Yudha tekat kayak gini, udah cukup sering dia seperti ini. Biasanya dia tuh yang paling cepat datang, tapi, akhir-akhir ini dia sering telat" Karin heran dengan perubahan Yudha tersebut.
"Ya udah, kalau gitu, kamu siaran berdua sama mas Darto dulu, okey, terus kalau misalkan Yudha udah datang, suruh dia keriangannya, aku harus kasi teguran buat dia" Karin terlihat sedikit kesal pada Yudha. Rena hanya mengangguk.
"98.5 FM Yori, barometer musik Indonesia. Hai Yori Lova! Gimana kabar kalian hari ini? Semoga aja semuanya baik yah. Biar semangat beraktivitas pagi ini, dengerin sapa Makassar bersama Rena Arista dan Darto sampai jam 11 siang nanti. Akan ada banyak berita terupdate yang akan kita bagikan ke kamu semua, so, stay tune disini yah" *Rena voice*
*Memutar lagu GAC - Lagu Hari Ini*
"Ren, aku disuruh Karin buat gantiin Yudha, siaran bareng kamu hari ini" Darto masuk ke ruang siaran.
"Iya, mas, tadi mbak Karin juga udah bilang ke aku" kata Rena.
"Aku juga gak tahu, mas, dia cuma bilang baru otw kesini, waktu aku telpon dia, alasannya juga gak tahu apa" jelas Rena.
"Kalian gak lagi berantem, kan? Kayak yang waktu itu? Selidik Darto.
"Gak kok, mas, aku sama Yudha gak berantem, baik-baik aja" jawab Rena.
"Ya udah, kita fokus siaran dulu aja, masalah Yudha kita kesampingkan" kata Darto.
"98.5 FM Yori, barometer musik Indonesia. Balik lagi di sapa Makassar. Kali ini kita masuk ngasi berita update yang dikutip dari Tribun Timur, mengenai penghargaan Asia's Top Sustainable Super Women" *Rena voice*.
"Benar banget, Ren, Asia's Top Sustainability Super Women itu merupakan sebuah proyek nirlaba yang digagas oleh CSRWorks Internasional, biro kredibel di Singapura yang bergerak di bidang konsultan keberlanjutan, pelatihan dan kepemimpinan" *Darto voice*.
"Sebanyak 27 leader perempuan dari 11 negara terpilih. 2 diantaranya dari Indonesia. Salah satunya adalah Deputi CEO PT. Vale TBK, Febriana Eddy" *Darto voice*.
"Penghargaan ini diberikan oleh CEO Global Reporting Initiative's atau GRI, Tim Mohun dan Chief Of Network Engagement And Regional Implementation Officer GRI Asthildur Hjaltadottir di Novotel Clarke Quay, Singapura, 4 September. Senior Manager Communicator PT. Vale, Suparam Bayu Aji menerima penghargaan tersebut mewakili Febriana Eddy" *Rena voice*
"Febriana Eddy dalam rilisnya pada 5 September, mengatakan bersyukur atas penghargaan yang diberikan padanya. Di PT. Vale, keberlanjutan tertuang dalam misi perusahaan sehingga mustahil menjalankan kegiatan usaha tanpa berpijak pada sasaran-sasaran keberlanjutan" *Darto voice*
"Dia menambahkan, sebagai leader perempuan, dia punya visi untuk menyetarakan peluang karir di PT. Vale. Bekerja di industri pertambangan yang didominasi oleh pria, membuat penghargaan ini menjadi penting bagi leader perempuan sepertinya" *Rena voice*
"Ini juga jadi bukti yah, Ren dan juga Yori Lova bahwa perempuan bisa mengerjakan pekerjaan yang umumnya dikerjakan oleh pria" *Darto voice*
"Bener banget tuh, semoga aja banyak perempuan diluar sana yang juga bisa unjuk gigi dan menunjukkan bahwa perempuan juga bisa bersaing dengan kaum pria dan semoga juga bisa menjadi inspirasi bagi semua kaum perempuan" *Rena voice*
*Memutar lagu Drive - Wanita Terindah*
"98.5 FM Yori, barometer musik Indonesia. Info kali ini datang dari Makassar, lebih tepatnya di Kabupaten Maros. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, fokus dalam mengembangkan destinasi yang ada di daerah ini" *Darto voice*
"Seperti yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, dengan melakukan studi pengembangan wawasan di desa wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Malang dan Yogyakarta. Dalam studi wawasan tersebut, Disbudpar Maros turut memboyong sepuluh kepala desa, selama lima hari, 25-30 September. Yaitu Kepala Desa Ampekale, Pucak, Samaenre, Bontomanai, Cenrana Baru, Nisombalia, Walenrang, Minasaupa, Tunikamaseang dan Bontomatinggi" *Rena voice*
"Kepala Desa yang diboyong merupakan perwakilan daerah pesisir, dataran rendah dan pegunungan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, M. Ferdiansyah, mengatakan kunjungan dilakukan, mengingat potensi wisata yang cukup besar di Maros" *Rena voice*
"Potensi wisata yang ada di pesisir, dataran rendah dan pegunungan, tak kalah dengan daerah lainnya. Selain Kepala Desa, kata dia, studi wawasan tersebut, juga melibatkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai pendamping. Pasalnya, selain objek wisatanya, juga melihat pengelolaan administrasinya, perencanaan dan regulasi yang dipakai" *Darto voice*
"Ferdy menambahkan, studi wawasan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah, dalam mengembangkan kawasan wisata berbasis desa. Kepala Desa Minasaupa, Rusman, yang ikut dalam rombongan, mengatakan banyak ide dan gagasan yang lahir, setelah melakukan kunjungan ke beberapa destinasi wisata desa. Sekedar diketahui, Maros memang memiliki aneka potensi wisata yang sangat indah untuk dikunjungi. Seperti Taman Wisata Alam Bantimurung, goa prasejarah Leang-Leang, Kawasan karst Rammang-Rammang dan objek wisata lainnya" *Rena voice*
"Buat kalian nih Yori Lova yang berencana untuk liburan, tempat wisata tadi itu bisa jadi destinasi wisata kamu, daripada jauh-jauh kan, pemandangannya pun juga gak kalah indahnya dengan yang ada di kota-kota lain" *Darto voice*
"Yup.... Benar banget tuh. Info tadi sekaligus menjadi penutup hari ini, gak kerasa udah 2 jam kita berdua temani kamu semua, tapi, jangan khawatir, besok kita ketemu lagi di jam yang sama, akhir kata saya Darto dan Rena Arista pamit, see you and bye bye" *Darto voice*.