
"Aku benar-benar gak nyangka, Yudha tega berkhianat, sakit banget rasanya, apa mungkin ini pertanda kalau aku tidak berjodoh dengan Yudha" kata Rena pasrah.
"Woy.... Ren, kok muka kamu sedih gitu, ada apa sih!" Feby menghampiri Rena yang duduk sendirian. Rena hanya menggelengkan kepala.
"Kamu gak usah bohong, Ren, aku bisa lihat dari raut wajah kamu, ceritain aja, gak usah sungkan gitu" kata Feby.
"Soal Yudha, Feb, ternyata Yudha berpaling ke perempuan lain, Feb. Yang lebih menyakitkan lagi, dia udah mau nikah sama perempuan itu" air mata Rena seketika menetes.
"Kamu tahu darimana, Ren?" Tanya Feby.
Tadi pas aku telpon dia, katanya dia lagi di butik ambil pesanan gaun pengantinnya si Uchy itu" jawab Rena dengan tertunduk lesu.
"Kamu jangan langsung salah sangka gitu dulu, Ren, siapa tahu aja bukan Yudha, calon suaminya Uchy" kata Feby yang masih berusaha untuk berpikir positif.
"Itu udah pasti, Feb, coba deh kamu pikir kalau memang Uchy itu bukan calon istrinya Yudha, ngapain coba Yudha Izin keluar kantor ke mas Darto dan capek-capek ke butik untuk ambil gaun pengantin pesanannya, iya kan" jawab Rena dengan begitu yakin.
""Iya juga sih, Ren. Yah.... Mungkin Yudha memang tidak ditakdirkan untuk kamu, kamu sebisa mungkin mengikhlaskan ini semua" kata Feby.
"Aku yakin kok, kamu bakal dapatkan pengganti Yudha kelak, kamu jangan menyerah yah, Ren" Feby memberikan support pada Rena.
"Makasih yah, Feb, aku kuat kok dengan semua kenyataan ini, meskipun ada rasa sakit di dalam hatiku" Rena berusaha untuk tegar
"98.5 FM Yori barometer musik Indonesia. Selamat malam Yori Lova semua, Rena Arista balik lagi temani kalian di suara hati wanita. Selama 2 jam kedepan sampai jam 9 malam nanti, Rena akan membacakan curhatan wanita diluar sana, mau yang senang, sedih apapun itu. Kamu juga bisa kirimkan cerita kamu dan nanti bakal Rena bacakan. Biar lebih rileks kita dengarkan satu lagu dulu, nanti Rena balik lagi, stay tune" *Rena voice*
*Memutar lagu Ratu - Dear Diary*
"### Kalau ingat kejadian tadi, aku sedih lagi dan masih gak nyangka Yudha tega mengkhianati aku" batin Rena.
"Tapi, aku gak mau terus-terusan bersedih untuk pria yang tega berkhianat seperti itu, air mataku terlalu berharga untuk tangisi dia, aku harus bisa lupakan dia" pikir Rena.
-
"98.5 FM Yori barometer musik Indonesia, balik lagi di suara hati wanita. Udah ada cerita yang masuk nih dari salah satu Yori Lova yang membagikan kisahnya. Katanya dia itu punya pasangan, mereka sudah menjalin hubungan selama 8 tahun, tapi, sampai detik ini belum ada juga tanda-tanda dari pasangannya bahwa dia akan membawa hubungan mereka ini ke jenjang pernikahan, malahan sekarang mereka jarang komunikasi karena pasangannya susah dihubungi dengan alasan sibuk kerja, dia sekarang gak tahu harus gimana, apakah harus bertahan atau memilih untuk memutuskan hubungannya ini" *Rena Voice*
"Terima kasih yah untuk Fahira yang sudah membagikan kisahnya disini. Kalau aku sih, punya opini kayak gini, mending diusahakan dulu, siapa tahu kan pasangan kamu itu kerja ngumpulin uang untuk mempersiapkan segalanya saat kalian akan melangsungkan pernikahan, yah... Seperti yang kita tahu yah, biaya untuk pernikahan itu mahal, belum sewa gedung, catering, baju pengantin. Kalau adat Bugis Makassar sih ada yang namanya erang-erang atau seserahan dari calon mempelai pria pada calon mempelai wanita. Sebisa mungkin berpikir positif lah sama pasangan, siapa tahu aja si dianya emang beneran sibuk" *Rena Voice*
"Tapi, kembali lagi sama kamu nih, Fahira, gimana baiknya, semua keputusan tetap ada ditangan kamu, semoga sih hubungan kalian bisa tetap bertahan sampai ke jenjang pernikahan" *Rena Voice*
*Memutar lagu Pasto - Tanya Hati*
Sebuah pesan masuk ke handphone Rena via WhatsApp.
"Ren, jangan bilang kamu lagi galau dan baper, karena aku monitor dari tadi playlist lagu kamu itu hampir semuanya galau" tulis Karin.
"Gak kok, mbak, cuma sekedar menyesuaikan aja dengan konten acara ini, bukan berarti aku galau" balas Rena.
"98.5 FM Yori barometer musik Indonesia. Finally, Yori Lova, udah hampir 2 jam Rena temani kalian dan berbagi kisah disini, terima kasih yang sudah berpartisipasi di suara hati wanita malam ini, Rena Arista pamit dan sampai jumpa besok lagi, bye" *Rena Voice*
*Memutar lagu Tulus - Pamit*
"Ren, kamu mau pulang?" Tanya Darto yang melihat Rena keluar dari ruang siaran.
"Iya, mas" jawab Rena singkat.
"Ya udah bareng aja, mau gak" Darto menawarkan tumpangan pada Rena.
"Kebetulan kita searah, aku mau kerumah tante Jelsy yang rumahnya dibelakang rumah kamu itu loh" lanjut Darto.
"Oh.... Yang waktu itu bawain kita semua lumpia buatannya itu yah, mas" Rena menerka.
"Iya, yang itu, Ren. Nah.... Kebetulan dia itu mau bikin acara syukuran kecil-kecilan gitu, dia cuma ngundang semua keluarga aja" terang Darto.
"Udah yuk, kita jalan sekarang" Darto berjalan menuju parkiran. Rena mengikuti dari belakang.
Keesokan paginya, Yudha datang ke kantornya dengan membawa Uchy, wanita yang kemarin mengirim surat pada Yudha dan kebetulan saat itu yang menerima suratnya adalah Rena
"Guys, aku mau kenalkan pada kalian, Uchy, dia ini juga sering banget dengerin Yori FM" Yudha memperkenalkan wanita yang dibawanya tersebut pada teman-temannya.
"Dan sekedar info aja nih, lusa dia bakal nikah dan juga bawa undangan untuk kalian nih" lanjut Yudha.
Sementara Uchy, hanya tersenyum saja melihat tingkah Yudha. Yudha pun memberikan undangan pernikahan Uchy pada teman-temannya satu persatu.
"Yud, aku mau tanya sama kamu" Celetuk Feby.
"Ada apa, Feb?" Yudha berbalik bertanya.
Sejak kapan nama kamu diganti jadi Julian" kata Feby heran melihat nama mempelai pria diundangan itu. Karena yang Feby tahu kalau Yudha adalah calon suami Uchy.
"Haah! Maksudnya?" Yudha bertanya kebingungan.
"Ini nama mempelai prianya kok bukan nama kamu?" Tanya Feby.
"Lah... Emang bukan aku mempelai prianya, emang siapa yang bilang sih kalau aku bakal nikah sama Uchy" selidik Yudha.
"Tuh.... Dia yang bilang kemarin" Feby menunjuk Rena.
"Ren, darimana kamu beranggapan kalau aku sama Uchy ini bakal nikah?" Tanya Yudha pada Rena.
"Kan kemarin waktu aku telpon kamu, kamu bilang lagi di butik ambil pesanan gaun pengantinnya Uchy, yah... Pastilah kamu calon suaminya" jelas Rena dengan penuh keyakinan.
"Hahaha....!!!" Yudha tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
"Mana mungkin aku nikah sama Uchy, Uchy ini sepupu aku" jelas Yudha yang masih menahan ketawanya.
"Lagipula, kemarin itu Uchy minta tolong ke aku untuk ambil gaun pengantin pesanannya, karena dia gak bisa kesitu, karena dia kan gak punya kendaraan, makanya aku yang ambilkan gaunnya itu" Yudha menambahkan.
"Gak mungkin lah aku nikah sama wanita lain, sementara aku sudah punya calon istri yang cantik seperti wanita yang berbaju merah Disampingmu itu, Feb" ucap Yudha sambil melirik kearah Rena.